Perubahan Musim Membawa Hasil Melimpah Nelayan Pekalongan

Perubahan Musim Membawa Hasil Melimpah Nelayan Pekalongan
Seorang nalayan saat menyandarkan perahunya di dermaga, untuk membongkar muatan. (Foto: Sigit)

Pekalongan-Spektroom: Hasil tangkapan nelayan di TPI Wonokerto, Kabupaten Pekalongan, dilaporkan meningkat signifikan dalam dua pekan terakhir.

Pergantian musim ke angin timur atau muson timur sejak awal April 2026 nampaknya membawa berkah bagi nelayan di Pantura Jawa Tengah.

Salah satu nelayan, Jauhari, mengaku peningkatan hasil tangkapan sudah dirasakan sejak dua pekan terakhir. Ia menyebut sekali melaut kini mampu membawa pulang hasil yang lebih banyak dibanding sebelumnya.

“Alhamdulillah, sekarang sudah dua pekan ini hasil tangkapan melimpah. Sekali melaut bisa dapat lebih dari tiga basket ikan dan cumi-cumi,” ujar Juhari, Senin (20/04/2026)

Ia dan bersama para nelayan terlihat membongkar hasil tangkapan dalam jumlah melimpah. Beragam jenis ikan seperti cumi-cumi, ikan layur, ikan teri, hingga udang terlihat memenuhi dermaga.

Kondisi ini terjadi seiring berakhirnya musim angin barat dan berganti ke angin timur. Perubahan musim tersebut membawa dampak positif terhadap hasil tangkapan nelayan.

Sementara itu Ketua Paguyuban Nelayan Wonokerto, Asmo, menyampaikan, peningkatan hasil tangkapan mulai terasa dalam sepekan terakhir. Menurutnya, perubahan musim menjadi faktor utama melimpahnya hasil laut.

“Dalam satu pekan ini hasil tangkapan nelayan memang meningkat cukup signifikan. Kami berharap kondisi ini terus berlanjut agar kesejahteraan nelayan semakin membaik,” kata Asmo.

Ia menjelaskan, nelayan biasanya berangkat melaut sekitar pukul 04.30 WIB dan kembali ke pelabuhan sekitar pukul 10.00 WIB. Dengan jarak pelayaran kurang dari satu mil, hasil tangkapan yang diperoleh kini lebih optimal.

Melimpahnya hasil tangkapan ini diharapkan mampu meningkatkan pendapatan nelayan. Selain itu, kondisi ini juga mendorong perputaran ekonomi di kawasan pesisir Kabupaten Pekalongan semakin bergeliat.

Berita terkait