Perusahaan Diminta Gerak Cepat, Segmen Jalan Mandek Jadi Sorotan Bupati Ketapang

Perusahaan Diminta Gerak Cepat, Segmen Jalan Mandek Jadi Sorotan Bupati Ketapang
Cek Progres Perbaikan jalan Pelang - Kepuluk .Bupati Ketapang Alexander Wilyo minta percepat konektivitas jelang Nataru. (Foto: Diskominfo Ketapang)

Spektroom – Upaya Pemerintah Kabupaten Ketapang mempercepat konektivitas wilayah jelang Natal dan Tahun Baru memasuki tahap krusial.

Bupati Ketapang Alexander Wilyo, S.STP., M.Si., turun langsung memantau progres pembangunan konstruksi tiang panjang di ruas Jalan Pelang–Kepuluk pada Senin (17/11/2025).

Titik yang ditinjau berada di area checkpoint BGA, salah satu lokasi yang selama ini menjadi perhatian masyarakat karena kondisi jalannya yang kerap viral di media sosial.

Pembangunan akses strategis itu dibiayai melalui APBD Kabupaten Ketapang Tahun 2025.

Dalam peninjauan tersebut, Bupati Alexander menegaskan bahwa pekerjaan fisik sudah hampir mencapai tahap akhir, dan kini masuk fase pengecoran. Ia optimistis ruas itu dapat digunakan masyarakat pada awal Desember.

Target itu dinilai penting untuk memastikan kelancaran aktivitas warga serta distribusi logistik menjelang perayaan hari besar keagamaan.

Setelah dari checkpoint BGA, Bupati melanjutkan pengecekan ke ruas Pelang–Kepuluk Batu Tajam.

Berbeda dengan pembangunan di titik pertama, perbaikan jalur ini dilakukan melalui pola CSR Gotong Royong, melibatkan perusahaan-perusahaan di sektor perkebunan dan pertambangan.

Pemerintah daerah menilai model kolaborasi ini penting mengingat akses tersebut menjadi salah satu jalur ekonomi vital di Kabupaten Ketapang.

Namun, tidak semua segmen menunjukkan perkembangan yang sama.

Bupati Alexander menjelaskan bahwa segmen 1 hingga 6 memang sudah tersentuh perbaikan, tetapi segmen 3, yang menjadi tanggung jawab CMI/Harita Group dan WHW, masih belum menunjukkan progres yang berarti.

Ia mengingatkan perusahaan-perusahaan tersebut agar segera menepati komitmen dan mempercepat pekerjaan.

“Kami minta perusahaan yang bertanggung jawab tidak menunda lagi. Akses Pelang–Kepuluk ini sangat vital, dan masyarakat sangat menunggu hasilnya,” tegas Bupati.

Dalam kesempatan itu, Bupati juga menanggapi konten viral di media sosial yang menggambarkan buruknya kondisi checkpoint BGA.

Ia menepis informasi tersebut dan memastikan bahwa keadaan di lapangan tidak seperti yang diberitakan.

Menurutnya, kontraktor telah menyiapkan jalur alternatif darurat yang dapat dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat dengan aman.

Alexander pun mengajak masyarakat untuk lebih cermat menilai informasi di media sosial dan tetap mengandalkan data faktual yang bersumber dari pemerintah maupun pihak berwenang.

“Silakan cek langsung ke lapangan. Kami memastikan semua proses pembangunan terus berjalan,” ujarnya.

Pemerintah Kabupaten Ketapang menegaskan komitmennya menyelesaikan perbaikan seluruh ruas Pelang–Kepuluk secara bertahap agar konektivitas kawasan semakin mantap dan mendukung aktivitas masyarakat di penghujung tahun.

Berita terkait

Hadapi Arus Mudik Lebaran 2026 di Maluku Utara, BASARNAS Siagakan 112 Personel

Hadapi Arus Mudik Lebaran 2026 di Maluku Utara, BASARNAS Siagakan 112 Personel

Ternate–Spektroom : Menghadapi pelaksanaan arus mudik Lebaran tahun 2026 di wilayah Provinsi Maluku Utara, BASARNAS Ternate menyiagakan personel sebanyak 112 personel. Ratusan personel yang disiagakan tersebut ditempatkan pada sejumlah posko gabungan yang tersebar di beberapa titik strategis. Kepala Kantor SAR Ternate, Iwan Ramdani mengatakan, para personel BASARNAS yang disiapsiagakan telah

Nanang Adrany, Pelinus Latuheru
KSOP Pastikan Penumpang Tujuan Sanana Akan Terangkut Semua

KSOP Pastikan Penumpang Tujuan Sanana Akan Terangkut Semua

Ternate-Spektroom : Menyikapi membeludaknya penumpang arus mudik route Ternate - Sanana, Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas II Ternate menyiapkan penambahan armada transportasi untuk route atau jurusan tersebut. Banyaknya penumpang arus mudik pada route tersebut yang mengakibatkan sebagian penumpang tidak terangkut, disikapioleh KSOP dengan menyiapkan satu kapal yaitu KM. Uki

Nanang Adrany, Pelinus Latuheru