Philautus candrageni Katak Semak Endemik Jawa dari Lereng Merapi

Philautus candrageni Katak Semak Endemik Jawa dari Lereng Merapi
katak semak endemik pulau Jawa dari genus Philautus, yaitu Philautus candrageni sp. nov.

Cibinong - Spektroom : Tim Peneliti Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) berhasil mengidentifikasi spesies baru katak semak endemik Pulau Jawa dari genus Philautus, yaitu Philautus candrageni sp. nov.

Spesies ditemukan di kawasan Gunung Merapi, Yogyakarta ini memiliki ciri tubuh berukuran sedang, struktur kepala dengan canthus rostralis yang tegas, tekstur kulit dorsal relatif halus, serta pola panggilan kawin unik yang terdiri dari 3 nada berbeda.

Penemuan spesies baru ini hasil penelitian yang dilakukan tim peneliti Pusat Riset Biosistematika dan Evolusi BRIN yang dipimpin oleh Alamsyah Elang Nusa Herlambang bersama sejumlah kolaborator.

"Penelitian dilakukan melalui survei lapangan intensif di Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta pada periode 2017–2025, serta kajian koleksi spesimen yang tersimpan di Museum Zoologicum Bogoriense (MZB), Direktorat Pengelolaan Koleksi Ilmiah (DPKI) BRIN," kata Alamsyah Elang Nusa Herlambang di Cibinong, (04/07/2026).

Philautus candrageni merupakan spesies baru katak semak yang ditemukan di kawasan Gunung Merapi, Yogyakarta. Spesies ini menambah daftar keragaman genus Philautus di Pulau Jawa yang sebelumnya hanya terdiri atas 3 spesies endemik.

Penelitian juga berhasil memperjelas status taksonomi spesies terancam punah, yaitu Philautus jacobsoni, yang sebelumnya dikenal sangat terbatas dan bahkan sempat dikategorikan sebagai “lost species”.

Spesies baru memiliki karakteristik morfologi, genetik, dan bioakustik yang berbeda dibandingkan spesies kerabatnya. “Philautus candrageni memiliki ciri tubuh berukuran sedang, struktur kepala dengan canthus rostralis yang tegas, tekstur kulit dorsal relatif halus, serta pola panggilan kawin unik yang terdiri dari 3 nada berbeda.

Identifikasi spesies baru dilakukan menggunakan pendekatan taksonomi integratif yang menggabungkan analisis morfologi, filogenetik molekuler berbasis DNA mitokondria, serta analisis bioakustik suara panggilan. Pendekatan itu memungkinkan peneliti membedakan garis evolusi yang sebelumnya tersembunyi atau dikenal sebagai cryptic diversity.

Penelitian dilakukan melalui pengambilan sampel lapangan di Gunung Ungaran, Pegunungan Menoreh, dan Gunung Merapi. Seluruh spesimen kemudian dianalisis secara morfometrik, genetik, serta didokumentasikan sebagai bagian dari koleksi nasional di MZB, DPKI BRIN.

Philautus candrageni diketahui memiliki distribusi terbatas di kawasan lereng Gunung Merapi dan hidup pada habitat perkebunan serta area pegunungan dengan ketinggian menengah.

Penemuan ini menambah data penting keanekaragaman hayati amfibi Indonesia, khususnya kelompok katak endemik Pulau Jawa. Selain itu, temuan ini memperkuat posisi Indonesia sebagai salah 1 negara megabiodiversitas dunia dengan kekayaan spesies yang masih terus terungkap melalui penelitian ilmiah.

Hasil penelitian telah dipublikasikan dalam jurnal internasional Zootaxa Volume 5768 edisi Maret 2026 dengan judul Revisiting the Taxonomy of Javan Philautus (Anura: Rhacophoridae), with the Description of a New Species.

Berita terkait

Malam Ta'aruf Awali MTQ XII Kepri di Tanjungpinang, Wagub Nyanyang Tekankan Syiar Al-Qur'an

Malam Ta'aruf Awali MTQ XII Kepri di Tanjungpinang, Wagub Nyanyang Tekankan Syiar Al-Qur'an

Tanjungpinang - Spektroom : Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-XII Tingkat Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) di Tanjungpinang resmi diawali dengan Malam Ta'aruf di Hotel CK Tanjungpinang, Kegiatan ini menjadi momentum mempererat silaturahmi antar kafilah sebelum memasuki arena perlombaan. Wali Kota Tanjungpinang, Lis Darmansyah, menyampaikan apresiasinya dan menyambut hangat seluruh

Desmawati