PKL Berusaha Bertahan Ditengah Ekonomi Menantang Jelang Lebaran 2026
Jakarta - Spektroom : Tradisi masyarakat Indonesia menjelang Lebaran sangat beragam dan kaya akan nilai budaya serta keagamaan.
Tradisi paling fenomenal di mana para perantau di Jakarta kembali ke kampung halaman untuk merayakan Lebaran bersama keluarga besar.
Kebiasaan membeli pakaian baru untuk dipakai saat hari raya, yang diyakini sebagai simbol penyucian diri
Selain itu, memberi bingkisan berupa makanan, kue kering, atau barang pecah belah kepada kerabat, teman, atau relasi bisnis sebagai bentuk berbagi kebahagiaan.
Namun jelang Idul Fitri 1447 Hijriah masyarakat cenderung lebih selektif dan hemat dalam berbelanja Lebaran. Hal ini didorong oleh keinginan untuk menghemat pengeluaran di tengah kondisi ekonomi yang menantang.
Belanja diarahkan pada kebutuhan pokok dan prioritas utama dibandingkan konsumsi berlebihan dengan memanfaatkan promo Lebaran dan Gerakan Pangan Murah (GPM) untuk menghemat biaya.
Kecenderungan berkurangnya minat belanja tersebut membuat beberapa pedagang mengalami penurunan penjualan dibandingkan tahun sebelumnya.
"Kurang yang beli Pak udah tiga minggu ini, balik modal juga belum Pak " ujar Lina pedagang pakaian di kawasan BKT Duren Sawit, Jakarta Timur, kepada Spektroom, Kamis (12/3/2026) malam.
Keluh kesah pedagang asal Minang, Sumatera Barat itu juga dirasakan Pedagang Kaki Lima ( PKL ) lainnya kepada Spektroom saat memantau kawasan perbelanjaan dan kuliner BKT
Kondisi itu kemungkinan juga disebabkan perputaran ekonomi Lebaran cenderung beralih dari ritel konvensional ke belanja online.
Sementara itu, ditengah kecenderungan penurunan minat belanja masyarakat Pemerintah masih optimistis menargetkan perputaran uang belanja yang signifikan selama Ramadhan dan Lebaran 2026. Bahkan, Kementerian Perdagangan mendorong skema diskon untuk memacu kembali daya beli masyarakat.
Dalam hal ini PKL dihadapkan pada tantangan berat di mana permintaan barang Lebaran tidak setinggi ekspektasi.
Begitu pula dengan diperkirakan arus mudik lebaran 2026 sebanyak 143,9 juta orang tentunya menuntut kreativitas PKL dalam menawarkan produk terutama kuliner dan fashion agar tetap menarik minat pembeli. Meskipun ada penataan dan pembatasan lokasi berjulan di beberapa tempat, Lebaran 2026 diprediksi masih menjadi ajang panen rezeki bagi para PKL.