PLN Perkuat Pengamanan Infrastruktur Listrik Strategis di Jawa Tengah

PLN Perkuat Pengamanan Infrastruktur Listrik Strategis di Jawa Tengah
Tim Audit Ditpamobvit Korsabhara Baharkam Polri melakukan pemeriksaan sejumlah fasilitas strategis PLN UP2D Jawa Tengah . (Foto : Dok.PLN IUD Jateng).

Semarang-Spektroom : Keandalan pasokan listrik tidak hanya bergantung pada kesiapan jaringan, tetapi juga pada keamanan fasilitas yang mengendalikan sistem distribusi.

Karena itu, PLN Unit Induk Distribusi (UID) Jawa Tengah memperkuat sistem pengamanan infrastruktur ketenaga listrikan yang masuk dalam kategori objek vital nasional.

Penguatan tersebut dilakukan melalui Audit Implementasi Sistem Manajemen Pengamanan (SMP) bersama Tim Audit Direktorat Pengamanan Objek Vital (Ditpamobvit) Korps Sabhara Baharkam Polri, Rabu (26/8/2026).

Audit menyasar sejumlah fasilitas strategis di lingkungan PLN UID Jawa Tengah dan PLN Unit Pelaksana Pengatur Distribusi (UP2D) Jawa Tengah. Di antaranya Distribution Control Center (DCC) serta ruang server Supervisory Control and Data Acquisition (SCADA), yang memiliki peran penting dalam pemantauan dan pengendalian sistem distribusi listrik.

General Manager PLN UID Jawa Tengah Bramantyo Anggun Pambudi dalam keterangan tertulisnya Kamis (27/8/2026), mengatakan untuk memastikan sistem pengamanan tidak hanya memenuhi ketentuan administratif, tetapi benar-benar mampu melindungi infrastruktur yang menopang pelayanan listrik masyarakat.

“PLN berkomitmen menjaga keandalan sistem kelistrikan sekaligus memastikan seluruh infrastruktur strategis yang mendukung pelayanan kepada masyarakat memiliki sistem pengamanan yang kuat,” ujar Bramantyo.

Menurut dia, pengamanan dilakukan secara menyeluruh, mulai dari aspek fisik, personel, informasi hingga kesiapsiagaan menghadapi kondisi darurat.

Evaluasi juga dilakukan secara berkelanjutan untuk menyesuaikan sistem pengamanan dengan potensi risiko yang berkembang.

Penanggung Jawab Tim Audit Ditpamobvit Korsabhara Baharkam Polri Brigjen Pol Dr. Drs. Ignatius Agung Prasetyoko menilai sistem pengamanan objek vital nasional harus dibangun secara terencana dan berkelanjutan.

“Pengamanan tidak boleh hanya bersifat reaktif, tetapi harus dibangun melalui sistem manajemen yang terencana, terukur dan berkelanjutan,” katanya.

Pada hari pertama audit, tim memeriksa sejumlah fasilitas di PLN UP2D Jawa Tengah, antara lain Pos Pengamanan Utama, ruang dispatcher atau DCC, ruang server SCADA, area genset cadangan dan rumah pompa hydrant.

Pemeriksaan juga dilakukan melalui wawancara dengan jajaran manajemen serta Tim SMP PLN UP2D Jawa Tengah. Sejumlah dokumen teknis turut ditelaah, termasuk Elemen 1 mengenai komitmen dan kebijakan manajemen.

Ignatius menegaskan, audit implementasi SMP tidak berhenti pada pemeriksaan dokumen. Tim juga melihat bagaimana standar pengamanan diterapkan dalam operasional sehari-hari.

Bagi PLN, penguatan sistem tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga infrastruktur kelistrikan tetap aman dan berfungsi optimal. Dengan demikian, gangguan terhadap fasilitas pengendali distribusi dapat diminimalkan sehingga pelayanan listrik kepada masyarakat tetap terjaga.

Berita terkait