PLN Sosialisasikan Jarak Aman Bangunan di Bawah Jalur Transmisi

PLN Sosialisasikan Jarak Aman Bangunan di Bawah Jalur Transmisi
PLN Unit Pelaksana Transmisi (UPT) Salatiga meningkatkan sosialisasi mengenai jarak aman bangunan terhadap jaringan listrik atau Right of Ways (ROW) guna mencegah potensi gangguan kelistrikan,(Foto: Humas PLN UPT Salatiga/Ning B).

Salatiga-Spektroom: PLN Unit Pelaksana Transmisi (UPT) Salatiga meningkatkan sosialisasi mengenai jarak aman bangunan terhadap jaringan listrik atau Right of Ways (ROW) guna mencegah potensi gangguan kelistrikan, khususnya menjelang hari raya Idul Fitri 2026.

Langkah tersebut dilakukan melalui koordinasi dengan berbagai pihak terkait pembangunan Koperasi Desa Merah Putih yang berada di bentang Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) Sragen–Ngawi.

Kegiatan ini melibatkan PLN ULTG Surakarta, kontraktor pembangunan, serta pihak terkait lainnya untuk memastikan proyek pembangunan tetap memenuhi standar keselamatan ketenaga listrikan.

Hasil evaluasi teknis menunjukkan tinggi konduktor di lokasi mencapai 14,5 meter, sementara rencana bangunan memiliki ketinggian sekitar 8,5 meter dengan penggunaan crane setinggi 10 meter selama proses konstruksi.

Berdasarkan Peraturan Menteri ESDM Nomor 13 Tahun 2025, jarak aman minimal antara bangunan dan jaringan transmisi adalah lima meter. Namun PLN menerapkan faktor keselamatan tambahan sehingga jarak aman yang digunakan mencapai tujuh meter.

Manager PLN UPT Salatiga, Ardylla Rommyonegge menjelaskan bahwa evaluasi teknis dilakukan untuk memastikan aktivitas pembangunan tidak menimbulkan potensi gangguan pada sistem transmisi.

“Hasil kajian menunjukkan perlu adanya penyesuaian desain bangunan agar jarak aman dengan jaringan listrik tetap terpenuhi,” ujarnya.

Melalui koordinasi tersebut, kontraktor akhirnya sepakat menurunkan ketinggian desain bangunan dari sekitar 8,5 meter menjadi lima meter. Dengan perubahan ini, jarak aman antara bangunan dan konduktor meningkat menjadi sekitar 9,5 meter.

General Manager PLN Unit Induk Transmisi Jawa Bagian Tengah (UIT JBT), Handy Wihartady menegaskan bahwa PLN terus mengedepankan pendekatan kolaboratif dalam menjaga keandalan sistem kelistrikan.

“PLN berkomitmen menjaga keamanan jaringan transmisi sekaligus mendukung pembangunan di berbagai daerah melalui solusi yang mengutamakan aspek keselamatan,” ujarnya.

Sosialisasi mengenai jarak aman bangunan terhadap jaringan listrik atau Right of Ways (ROW) terus dilakukan guna mencegah potensi gangguan kelistrikan, khususnya selama bulan Romadhon. (Ning.B).

Berita terkait