Polda Kalbar Mutasi Sejumlah Kapolres dan Pejabat Utama
Pontianak - Spektroom : Kepolisian Republik Indonesia kembali melakukan rotasi dan mutasi jabatan terhadap sejumlah perwira menengah. Kebijakan yang tertuang dalam Surat Telegram Kapolri tertanggal 25 Juni 2026 itu turut menyasar jajaran pejabat utama dan para kapolres di lingkungan Polda Kalimantan Barat.
Pergantian tersebut menjadi bagian dari penyegaran organisasi sekaligus pembinaan karier personel di tubuh Polri. Sejumlah posisi strategis di tingkat polda maupun kewilayahan mengalami perubahan.
Di jajaran pejabat utama, Bambang Sukmo Wibowo ditunjuk sebagai Karolog Polda Kalbar. Direktur Lalu Lintas kini ditempati Muhammad Purbaja, menggantikan Valentinus Asmoro yang mendapat penugasan baru di Korlantas Polri.
Jabatan Dirresnarkoba kini dipercayakan kepada Prasetiyo Adhi Wibowo. Ia menggantikan Deddy Supriadi yang mendapat promosi tugas di Bareskrim Polri.
Selain itu, Juda Trisno Tampubolon dipercaya menjabat Direktur Pembinaan Masyarakat, sedangkan posisi Kepala Sekolah Polisi Negara (SPN) Polda Kalbar diisi oleh Achmad Dharmianto.
Rotasi besar juga menyentuh jajaran kapolres di sejumlah wilayah. Ade Chandra Capa Yanto ditunjuk sebagai Kapolres Mempawah. Di Kabupaten Sambas, tongkat komando diserahkan kepada Sanny Handityo, yang sebelumnya menjabat Kapolres Sintang.
Posisi Kapolres Sintang kini ditempati Budi Hartono Sutrisno. Sementara itu, Askhabul Kahfi dipercaya memimpin Polres Melawi.
Pergantian menarik juga terjadi di wilayah perbatasan dan daerah strategis lainnya. Kadek Ary Mahardika kini menjabat Kapolres Sanggau setelah sebelumnya memimpin Polres Kubu Raya. Posisinya di Kubu Raya digantikan Rensa Sastika Akta Divia Robinson. Sedangkan Polres Kapuas Hulu akan dipimpin oleh Wisnu Perdana Putra.
Kabid Humas Polda Kalbar Bambang Suharyono menegaskan mutasi merupakan bagian dari dinamika organisasi Polri untuk meningkatkan profesionalisme dan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
“Mutasi merupakan bagian dari pembinaan karier dan penyegaran organisasi. Kami berharap pejabat yang mendapat amanah baru dapat segera beradaptasi dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” ujarnya.
Rotasi kali ini menjadi salah satu yang terbesar di lingkungan Polda Kalbar sepanjang 2026, karena melibatkan sejumlah posisi strategis sekaligus.
Perubahan kepemimpinan diharapkan mampu memperkuat kinerja institusi kepolisian dalam menjaga keamanan, penegakan hukum, serta pelayanan publik di Kalimantan Barat.