Polije Perkuat Kerja Sama Ekonomi Hijau dengan Perusahaan Kalimantan

Polije Perkuat Kerja Sama Ekonomi Hijau dengan Perusahaan Kalimantan
Kunjungan PT Pesona Khatulistiwa Nusantara ke Politeknik Negeri Jember. (foto: polije)

Spektroom - Politeknik Negeri Jember (Polije) terus menjalin kerjasama dengan berbagai perusahaan industri. Hal itu karena lulusan Polije banyak membutuhkan lowongan kerja di perusahaan, dan sebaliknya sejumlah perusahaan membutuhkan Polije untuk meningkatkan ilmu dan pengetahuan karyawannya.

Kali ini, Polije menerima kunjungan kerja sama dari PT Pesona Khatulistiwa Nusantara di Ruang Sidang Senat Polije pada Selasa (3/2/2026). Pertemuan ini bertujuan memperkuat sinergi antara dunia pendidikan dan industri dalam mengelola lahan pascatambang di Kalimantan Utara.

General Manager Support PT Pesona Khatulistiwa Nusantara, Yonie Utomo, mengapresiasi sambutan hangat Polije atas kerja sama yang telah terjalin. Perusahaannya kini fokus mengembangkan lahan reklamasi seluas 600–700 hektare menjadi kawasan bernilai ekonomi melalui sektor peternakan, perkebunan kakao, hingga hilirisasi produk cokelat.

“Kami mengembangkan reklamasi bernilai ekonomi seperti peternakan sapi bali dan perkebunan kakao. Upaya ini bersinergi dengan program ketahanan pangan nasional,” ujar Yonie.

PT Pesona Khatulistiwa Nusantara juga menyiapkan SDM lokal dengan mengirimkan mahasiswa dari desa sekitar tambang untuk kuliah di Polije. Saat ini, sebanyak 23 mahasiswa sedang menempuh pendidikan di Polije agar nantinya mereka mampu mengelola program pengembangan daerah secara berkelanjutan.

Advisor PT Pesona Khatulistiwa Nusantara, Gatot Hari Priowirjanto, menekankan pentingnya pendekatan teknologi dan pemanfaatan data dalam kolaborasi ini. Ia berharap dosen pendamping mampu membimbing mahasiswa untuk menyelesaikan persoalan nyata di lapangan melalui riset dan inovasi berbasis teknologi.

“Program kami arahkan pada penguatan ekonomi desa melalui pertanian organik. Mahasiswa dan dosen diharapkan mengidentifikasi masalah lapangan serta menyusun solusi melalui riset ilmiah,” jelas Gatot.

Direktur Polije, Saiful Anwar, menyambut baik kolaborasi tersebut sebagai bagian dari ekspansi pendidikan vokasi Polije. Saat ini, Polije memiliki total 13.190 mahasiswa yang tersebar di enam kampus berbeda, mulai dari Jember hingga Nusa Tenggara Timur.

Polije memperkuat identitas sebagai kampus vokasi berbasis Teaching Factory (Tefa) dengan menghadirkan suasana industri nyata di dalam kampus. Model pembelajaran tersebut mendominasi praktik sebesar 80% melalui skema Project Based Learning (PBL) agar mahasiswa memiliki kompetensi yang relevan dengan kebutuhan industri.

“Kami menghadirkan kawasan industri di dalam kampus agar mahasiswa terlibat langsung dalam proses produksi sesuai standar industri,” tegas Saiful Anwar.

Melalui kerja sama ini, Polije dan PT Pesona Khatulistiwa Nusantara menargetkan dampak berkelanjutan bagi masyarakat luas. Keduanya sepakat untuk mengembangkan kampus lapangan di kawasan pascatambang sebagai pusat pembelajaran terapan bagi mahasiswa di masa depan. (*)

Berita terkait

Pembangunan Sabo Dam  Untuk Kendalikan  Banjir Bandang di Tapanuli Selatan Dipercepat

Pembangunan Sabo Dam Untuk Kendalikan Banjir Bandang di Tapanuli Selatan Dipercepat

Spektroom  – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mempercepat pembangunan sabo dam di wilayah hulu Daerah Aliran Sungai (DAS) Tukka, Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara sebagai langkah strategis pengendalian banjir bandang. Konstruksi ditargetkan selesai pada Mei 2026 melalui skema design and build agar pelaksanaan lebih efisien dan cepat. Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo

Nurana Diah Dhayanti
Menkop Tekankan Potensi Desa Bakal Diorganisir Dalam Wadah Kopdes Merah Putih

Menkop Tekankan Potensi Desa Bakal Diorganisir Dalam Wadah Kopdes Merah Putih

Spektroom - Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono menegaskan, seluruh potensi ekonomi yang dimiliki daerah, khususnya di desa-desa, akan dikelola, dimanfaatkan, dan diorganisir secara profesional dalam wadah Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes/Kel) Merah Putih. Sehingga, potensi tersebut bisa menghasilkan nilai ekonomis yang bisa dirasakan masyarakat desa. "Saatnya sekarang seluruh pelaku

Nurana Diah Dhayanti