Polres Pare- Pare Raih Penghargaan Nilai IKPA Tertinggi Semester II TA 2025

Polres Pare- Pare Raih Penghargaan Nilai IKPA Tertinggi Semester II TA 2025
Polres Pare- Pare terima Penghargaan. ( Foto Humas Polres Pare- Pare )

Spektroom - Polres Parepare di bawah kepemimpinan AKBP Indra Waspada Yuda menerima Sertifikat Penghargaan Nilai IKPA Tertinggi dengan jumlah DIPA besar Periode Semester II TA 2025.

Penghargaan di bidang pengelolaan keuangan tersebut diserahkan pada Kamis (15/1/2026) oleh Kepala Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) Tipe A1 Parepare, Ferryal Resque, saat melakukan kunjungan ke Polres Parepare.

Sertifikat penghargaan dari Kementerian Keuangan RI melalui Direktorat Jenderal Perbendaharaan Negara tersebut diterima oleh Kapolres Parepare AKBP Indra Waspada Yuda, didampingi Kasi Keuangan Polres Parepare Iptu Harianto.

Penghargaan ini diberikan kepada satuan kerja di lingkup KPPN Tipe A1 Parepare yang dinilai memiliki kinerja terbaik dalam pelaksanaan pengelolaan anggaran negara.

Untuk diketahui, IKPA adalah singkatan dari Indikator Kinerja Pelaksanaan Anggaran, dalam bidang pengelolaan keuangan pemerintah, IKPA digunakan sebagai alat ukur untuk menilai kualitas dan kinerja pelaksanaan anggaran pada satuan kerja (satker) kementerian/lembaga.

IKPA merupakan indikator yang digunakan Kementerian Keuangan untuk mengukur kualitas dan kinerja pelaksanaan anggaran pada satuan kerja kementerian dan lembaga.

Penilaian IKPA mencakup aspek efektivitas, efisiensi, ketertiban administrasi, akuntabilitas, serta kesesuaian dengan perencanaan anggaran.

Capaian nilai IKPA tertinggi tersebut menunjukkan komitmen Polres Parepare dalam mengelola anggaran negara secara tertib, patuh terhadap regulasi, dan berorientasi pada kinerja.

Berita terkait

Sekolah Rakyat Permanen Tahap II, Terus Dilakukan Secara Masif  di Aceh

Sekolah Rakyat Permanen Tahap II, Terus Dilakukan Secara Masif di Aceh

Spektroom – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mempercepat pembangunan permanen Sekolah Rakyat (SR) Tahap II di Provinsi Aceh sebagai bagian dari pemulihan pasca bencana banjir bandang sekaligus upaya memutus mata rantai kemiskinan melalui peningkatan akses pendidikan yang berkualitas. Pembangunan Sekolah Rakyat di Aceh diharapkan menjadi simpul pemulihan sosial dan ekonomi masyarakat terdampak

Nurana Diah Dhayanti