Polresta Banda Aceh Dalami Kasus Penganiayaan Anak Dibawah Umur Viral di Medsos

Polresta Banda Aceh Dalami Kasus Penganiayaan Anak Dibawah Umur Viral di Medsos
Polresta Banda Aceh sudah meminta keterangan sebanyak enam orang baik dari pihak Yayasan BD maupun pengasuh anak terkait penganiayaan anak dibawah umur. Foto: Humas Polresta Banda Aceh.

Banda Aceh-Spektroom: Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polresta Banda Aceh lakukan pendalaman terhadap kasus penganiayaan anak dibawah umur salah satu balita yang dititipkan yang sedang viral di media sosial (Medsos).

Hingga saat ini, penyidik Polresta Banda Aceh sudah meminta keterangan sebanyak enam orang baik dari pihak Yayasan BD maupun pengasuh anak.

Kapolresta Banda Aceh, Kombes Pol Andi Kirana melalui Kasatreskrim Kompol Miftahuda Dizha Fezuono membenarkan terkait pemeriksaan terhadap orang yang diduga sebagai pelaku dan pihak yayasan serta para pengasuh lainnya sebagai saksi.

"Benar, sudah enam saksi kami mintai keterangan terkait kasus penganiayaan anak dibawah umur yang terjadi di salah satu yayasan penitipan anak yang ada di Banda Aceh,"kata Dizha, Selasa (28/4/2026) malam.

Berdasarkan viralnya rekaman CCTV yang ada di Yayasan BD di media sosial terkait, terkait dugaan tindak pidana kekerasan terhadap anak balita." Tim gabungan Unit IV/PPA dan Tim Rimueng Satreskrim Polresta Banda Aceh di backup Resmob Subdit III Ditreskrimum Polda Aceh, saat ini mengamankan diduga pelaku DS (24) untuk dimintai keterangan,"tutur Kasatreskrim.

DS merupakan pengasuh anak di Yayasan BD. Menurut Dizha, kejadian ini terungkap sudah dua kali, yakni pada tanggal 24 dan 27 April 2026.

"Saat ini sedang dalam pendalaman pihak penyidik, nanti akan kami berikan penjelasan lanjutan setelah semua keterangan terkumpulkan,"pungkasnya.(*)

Berita terkait

Buka Pelatihan Konten Digital di Bukittinggi, Gubernur Mahyeldi Dorong Pemuda Sumbar Jadi Kreator Inovatif

Buka Pelatihan Konten Digital di Bukittinggi, Gubernur Mahyeldi Dorong Pemuda Sumbar Jadi Kreator Inovatif

Bukittinggi-Spektroom : Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, mendorong generasi muda keluar dari zona nyaman dan tampil sebagai pencipta inovasi di era digital. Menurutnya, pemuda tidak cukup hanya membanggakan nama besar keluarga, tetapi harus mampu menunjukkan karya, ide, dan kreativitasnya sendiri. Pesan itu disampaikan Mahyeldi saat membuka kegiatan Peningkatan Kreativitas Pemuda Sub

Rafles
Kabupaten Landak Catat Tren Kenaikan Pelayanan Publik

Kabupaten Landak Catat Tren Kenaikan Pelayanan Publik

Landak-Spektroom : Pemerintah Kabupaten Landak menorehkan capaian signifikan dalam pemenuhan layanan dasar pada 2026 dengan meraih peringkat pertama Indeks Standar Pelayanan Minimal (SPM) se-Kalimantan Barat. Hasil ini menegaskan penguatan kinerja pemerintah daerah dalam menghadirkan layanan publik yang lebih merata dan berdampak langsung bagi masyarakat. Bupati Landak, Karolin Margret Natasa, menyebut capaian

Apolonius Welly, Rafles