Pos Terpadu di Puntun Jadi Simbol Kebersamaan Negara dan Warga Lawan Narkoba
Spektroom – Rencana pendirian pos terpadu di kawasan Puntun tidak hanya dimaknai sebagai langkah teknis pemberantasan narkoba, tetapi sebagai simbol kebersamaan negara dengan warganya dalam menghadapi ancaman narkotika. Hal ini mengemuka dalam audiensi antara Pemerintah Kota Palangka Raya dan Gerakan Dayak Anti Narkoba (GDAN) di Aula Kantor Pemerintah Kota Palangka Raya, Kamis (8/1/2026) sore.
Audiensi tersebut mengungkap realitas sosial bahwa mayoritas warga Puntun menolak peredaran narkoba, namun memilih diam karena rasa takut dan tekanan lingkungan. Dalam situasi ini, kehadiran negara dinilai krusial untuk mengembalikan rasa aman dan kepercayaan masyarakat.
Ketua Umum GDAN, Sadagori Henoch Binti menyampaikan bahwa pos terpadu diusulkan sebagai bentuk kehadiran nyata negara di tengah warga, bukan semata-mata untuk penindakan hukum.
“Pos terpadu ini kami dorong sebagai tanda bahwa negara hadir bersama masyarakat. Warga tidak lagi sendirian menghadapi tekanan dari peredaran narkoba,” tegas Sadagori.
Pos terpadu tersebut direncanakan melibatkan unsur BNN, kepolisian, Satpol PP, serta elemen masyarakat. Selain pengawasan, pos ini juga menjadi ruang sosialisasi dan edukasi berbasis kearifan lokal, adat, dan nilai keagamaan.
Wali Kota Palangka Raya, Fairid Naparin menegaskan bahwa konsep kebersamaan ini sejalan dengan pendekatan Pemerintah Kota dalam menjaga ketertiban sosial. Menurutnya, pemberantasan narkoba harus dilakukan secara tegas namun tetap mengedepankan rasa keadilan dan keamanan bagi warga.
“Kehadiran aparat bersama masyarakat adalah pesan bahwa negara berdiri di sisi warga. Ini bukan hanya soal penindakan, tapi membangun rasa aman dan kebersamaan,” ujar Fairid.
Ia menambahkan, pos terpadu akan diarahkan sebagai pusat pencegahan berkelanjutan, sehingga mampu memutus ruang gerak peredaran narkoba tanpa menimbulkan konflik sosial.
Untuk tindak lanjut teknis, Fairid meminta GDAN berkoordinasi dengan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Palangka Raya sebagai leading sector.
Audiensi ini turut dihadiri Kepala Kesbangpol Palangka Raya Boy Yepthanius, Kasatpol PP Berlianto, jajaran pengurus GDAN, serta tokoh masyarakat. Melalui kebersamaan negara dan warga, Pemerintah Kota Palangka Raya berharap kawasan Puntun dapat pulih sebagai lingkungan yang aman, berdaya, dan bebas dari narkoba.(Polin-Ndik)