"Prahara Laut Merah: Serangan Houthi Menggila, Negara Teluk Hadapi Pilihan Sulit"

"Prahara Laut Merah: Serangan Houthi Menggila, Negara Teluk Hadapi Pilihan Sulit"
Juru bicara militer Houthi, Brigjen Yahya Saree.(Foto: You Tube)

Jakarta - Spektroom : Kelompok milisi penguasa Yaman, Houthi, resmi mengumumkan keterlibatan mereka dalam perang di Timur Tengah pada Sabtu (28/3/2026) dengan meluncurkan rudal balistik ke arah Israel. Langkah ini menambah eskalasi konflik yang sudah memasuki minggu ke-4.

Juru bicara militer Houthi, Brigjen Yahya Saree mengumumkan serangan tersebut melalui pernyataan yang disiarkan jaringan televisi yang terafiliasi Houthi, Al Masirah.

"(Serangan) akan terus berlanjut hingga tujuan kami tercapai, seperti yang disampaikan dalam pernyataan Angkatan Bersenjata (Houthi) sebelumnya, dan hingga agresi di setiap front perlawanan berhenti," kata Yahya Saree dikutip Al Jazeera, Sabtu (28/3/2026).

Keterlibatan sekutu-sekutu Iran di Yaman dalam konflik Teheran dengan Israel dan Amerika Serikat akan memicu kekhawatiran terganggunya lalu lintas pelayaran di Laut Merah, mengingat kemampuan kelompok tersebut untuk menyerang target jauh di luar Yaman. Sementara perdagangan dari Teluk Persia melalui Selat Hormuz sudah terhenti

Beberapa jam sebelumnya, militer Israel mengatakan telah mengidentifikasi peluncuran rudal dari Yaman ke arah wilayah Israel. Sistem pertahanan udara disebut sedang beroperasi untuk mencegat ancaman itu. Dilansir Aljazeera, Sabtu (28/3/2026), Otoritas penyiaran Israel menyebutkan “sirene peringatan berbunyi di Dimona, Beersheba, dan Eilat, setelah terdeteksi peluncuran rudal dari Yaman untuk pertama kalinya sejak dimulainya konfrontasi.

Negara-negara Teluk (GCC) berada dalam dilema akibat eskalasi konflik Iran dengan Amerika Serikat - Israel, terjebak antara ancaman langsung Iran dan tekanan sekutu Barat. Mereka enggan terlibat perang langsung yang bisa merusak stabilitas ekonomi dan infrastruktur, namun menghadapi risiko serangan drone/rudal Iran ke infrastruktur energi vital.

Di sisi lain, Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mendorong negara-negara Teluk untuk bergabung dalam operasi militer bersama AS dan Israel.

Langkah ini dinilai bertujuan untuk menunjukkan dukungan regional demi memperkuat legitimasi internasional sekaligus dukungan domestik di Amerika Serikat.

Iran menegaskan tidak akan segan membalas jika wilayahnya diserang dari negara-negara tetangga tersebut, di tengah konflik yang kian memanas

Presiden Iran Masoud Pezeshkian dalam pidato yang disiarkan melalui televisi pemerintah Press TV mengirim pesan kepada negara-negara lain di kawasan Teluk.

"Jika kalian menginginkan pembangunan dan keamanan, jangan biarkan musuh-musuh kami mengendalikan perang dari wilayah kalian," katanya Sabtu (28/3/2026)

Situasi ini menunjukkan upaya Iran menekan negara tetangga agar tetap netral di tengah eskalasi konflik.

Militer Iran mengatakan pada Sabtu (28/3/2026) telah menyerang sebuah kapal logistik AS di dekat pelabuhan Salalah di Oman, di Laut Arab. Oman mengatakan serangan drone terhadap pelabuhan tersebut melukai seorang pekerja asing.

Berita terkait

Pemerintah Terapkan Aturan Platform Wajib Batasi Akses Anak di Ruang Digital

Pemerintah Terapkan Aturan Platform Wajib Batasi Akses Anak di Ruang Digital

Jakarta-Spektroom : Pemerintah resmi menerapkan Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Pelindungan Anak (PP TUNAS). Aturan ini mewajibkan seluruh platform digital membatasi akses anak sesuai usia serta memperkuat pelindungan data pribadi anak. Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid menegaskan kebijakan ini menjadi langkah tegas

Diah Utami, Anggoro AP