Pramuka MAN 1 Kota Sukabumi Tetap “Menyala” di Pos Mudik, Belajar Melayani di Garis Depan

Pramuka MAN 1 Kota Sukabumi Tetap “Menyala” di Pos Mudik, Belajar Melayani di Garis Depan
Wakil Kepala Madrasah Bidang Humas MAN 1 Kota Sukabumi, Drs. Dasep Hanan Mubarok, M.Pd.I, saat nyambangi di Pos Terpadu Idulfitri 1447 H. (Foto: Humas MAN1Si)

Sukabumi-Spektroom : Memasuki hari keempat Pos Terpadu Idulfitri 1447 H, semangat anggota Pramuka MAN 1 Kota Sukabumi tak surut. Di tengah padatnya arus mudik di Terminal KH Ahmad Sanusi, mereka hadir bukan sekadar bertugas—tetapi belajar langsung arti pelayanan dan kepedulian.

Di bawah koordinasi Saka Amal Bakti Kementerian Agama Kota Sukabumi, para siswa ini menjalankan peran sederhana namun penting: membantu pemudik, mengatur alur informasi, hingga memastikan suasana tetap tertib dan nyaman. Jargon “MENYALA” yang mereka bawa bukan sekadar slogan, tetapi sikap yang nyata di lapangan melayani dengan tulus, menghadirkan rasa aman, dan ikut menjaga kelancaran perjalanan masyarakat.

Wakil Kepala Madrasah Bidang Humas MAN 1 Kota Sukabumi, Drs. Dasep Hanan Mubarok, M.Pd.I, menilai keterlibatan siswa dalam kegiatan ini sebagai bagian dari pendidikan karakter yang hidup.
“Anak-anak tidak hanya belajar di kelas, tetapi juga di tengah masyarakat. Ini tentang tanggung jawab dan kepedulian yang nyata,” ujarnya saat nyambangi di Pos Terpadu Kamis, (19/3/2026).

Pembina Pramuka, Siti Mardiyah Ulfah, M.Pd., menambahkan bahwa pengalaman lapangan memberi pelajaran yang tak tergantikan.
“Di sini mereka belajar disiplin, kerja sama, dan kepekaan sosial. Itu tidak bisa digantikan teori,” katanya.

Bagi para anggota Pramuka sendiri, tugas ini bukan beban. Justru menjadi ruang pembuktian diri.
“Kami bangga bisa ikut membantu. Walau lelah, tapi terasa berarti,” ungkap Hanifa Khairunnisa. Kehadiran mereka di pos terpadu menunjukkan bahwa generasi muda tidak abai terhadap lingkungan sosialnya. Mereka hadir, bekerja, dan berkontribusi tanpa banyak sorotan, tapi berdampak nyata.

Kegiatan ini mengajarkan satu hal sederhana: empati tidak lahir dari teori, tetapi dari keterlibatan. Ketika anak muda diberi ruang untuk melayani, mereka tidak hanya membantu orang lain mereka juga sedang membentuk dirinya menjadi manusia yang lebih peka, bertanggung jawab, dan peduli. (Polin.Dhamba)

Berita terkait

Gaza Membara ! Warga Palestina Apresiasi Solidaritas Masyarakat Indonesia Di Tengah Kepungan Perang"

Gaza Membara ! Warga Palestina Apresiasi Solidaritas Masyarakat Indonesia Di Tengah Kepungan Perang"

Jakarta - Spektroom : Indonesia menyalurkan bantuan kemanusiaan intensif bagi pengungsi Palestina meskipun situasi keamanan menantang akibat perang Amerika Serikat-Israel vs Iran kian memanas. Bantuan dari Indonesia berhasil masuk dan didistribusikan melalui jalur koridor darat Yordania. Berdasarkan laman Kementerian Luar Negeri (Kemenlu RI) dan pernyataan Menlu RI, Indonesia aktif mengirimkan bantuan

Heriyoko