Presiden Prabowo Dadakan Blusukan  Dipemukiman Warga Bantaran Rel Kereta Api Senen Jakarta Pusat

Presiden Prabowo Dadakan Blusukan  Dipemukiman Warga Bantaran Rel Kereta Api Senen Jakarta Pusat
Presiden blusukan dikampung bantaran rel senen Jakarta pusat ( tangkapan layar video IG Spektroom/dd)

Jakarta - Spektroom : Presiden Prabowo Subianto blusukan ke permukiman di bantaran rel kereta api kawasan Senen, Jakarta Pusat, Kamis (26/32026). Kedatangannya untuk mendengar aspirasi masyarakat di sana secara langsung.

Terlihat Prabowo mengenakan pakaian santai kemeja berwarna biru dengan topi coklat menyapa warga, sambil menyusuri bantaran rel kereta yang terlihat kumuh. Saat itu juga terlihat Prabowo didampingi Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya dan Sekretaris Presiden Rizki Irmansyah.

Dari kondisi di lapangan terlihat juga sampah yang tergeletak di pinggir jalan, hingga tenda dan bedeng berdiri di tembok-tembok dekat rel

Presiden didampingi teddy indra wijaya menyapa warga (/tangkapan layar video ig/Spektroom/dd)

"Pada sore hari ini, saya menyusuri pemukiman di bantaran rel kereta api di kawasan Senen, Jakarta Pusat. Terletak sekitar 3 km dari Pusat Kota Jakarta, untuk  mendengar langsung aspirasi masyarakat di sana," kata Prabowo, dikutip dari Instagram resmi @prabowo, Kamis (26/3/2026).

Prabowo menyampaikan rencana untuk membangun hunian yang layak bagi masyarakat di daerah tersebut. Pembangunan dipastikan akan dilakukan dengan cepat.

"Insyaallah kita akan segera membangun hunian yang layak untuk masyarakat di daerah tersebut dengan cepat. Sudah menjadi tekad saya untuk menyediakan hunian yang layak untuk masyarakat Indonesia," kata Prabowo

Dalam kesempatan itu, terdengar Prabowo bertanya kepada warga apakah mau jika dibangunkan rumah di situ. Dengan lantang dan bersahutan, mereka yang mendengar menjawab, mau!."Baru nih seumur-umur Bapak Presiden kita ke sini," tutur warga lainnya yang antusias didatangi Prabowo.

Prabowo berpamitan pada warga bantaran rel senen ( tangkapan layar ig/ spektroom / dd)

Kedatangan Presiden Prabowo yang tiba tiba sama sekali tidak diketahui warga, hanya ada beberapa warga yg melihat lalu bersalaman dengan presiden.Setelah itu bertambah ramai dan ajudan sempat menghalau warga karena ada kereta api lewat takut mencelakakan warga.

Menurut Menseskab Letkol Teddy,Presiden dadakan saja ingin berkunjung dibantaran rel kawasan Senen Jakarta Pusat yang mungkin dinilai Prabowo lingkungan nya sudah sangat menprihatinkan.

Warga bantaran rel dekat Stasiun Pasar Senen, dikejutkan dengan kedatangan Presiden Prabowo Subianto. Ada warga yang bahkan sampai menangis terharu karena kehadiran orang nomor satu di Indonesia itu

Wawan, seorang pengamen badut. Dia mengaku tak menyangka kawasan tempatnya bermukim bisa didatangi seorang presiden. "Terharu lah, hampir mau nangis dengarnya. Orang baru pertama kali ini datang ke sini, kayaknya gimana gitu senang hati," kata nya.

Warga lainnya, juga mengaku terharu bisa bertemu Prabowo. Ia bahkan sampai meninggalkan masakannya di dapur demi bersalaman dengan Prabowo. "Tadi lagi masak kita di dapur jadi buru-buru keluar, ada Bapak Presiden, Bapak Presiden. Wah bapak saya, bapak ganteng, pas keluar cium tangan,"ucapnya.

Nur juga sempat menyampaikan harapannya kepada Presiden agar bantuan dari pemerintah terus berjalan. Sementara, seorang pemulung yang juga merupakan warga di daerah tersebut mengaku sempat berbincang langsung dengan Presiden. Kepada Presiden, Ia pun menyampaikan harapannya terkait hunian yang layak.

Berita terkait

Pemda Manokwari Tetapkan Status Tanggap Darurat Bencana Usai Banjir Beruntun

Pemda Manokwari Tetapkan Status Tanggap Darurat Bencana Usai Banjir Beruntun

Manokwari-Spektroom : Pemerintah Kabupaten Manokwari resmi menetapkan status tanggap darurat bencana menyusul banjir yang terjadi secara beruntun dalam beberapa hari terakhir. Kondisi ini dipicu oleh curah hujan dengan intensitas tinggi yang terus mengguyur wilayah tersebut, sampai pada Selasa (14/04/2026) Wakil Bupati Manokwari, Mugiyono, mengatakan keputusan tersebut diambil sebagai langkah

Apolonius Welly, Bian Pamungkas