Prestasi Siswa MAN IC Serpong Bersinar, Dari Olimpiade Sains hingga Debat Internasional

Prestasi Siswa MAN IC Serpong Bersinar, Dari Olimpiade Sains hingga Debat Internasional
Wisuda Tahfidz Al-Qur’an angkatan ke-29 MAN Insan Cendekia. (dok.Kemenag RI)

Tangerang Selatan-Spektroom : Siswa MAN Insan Cendekia Serpong kembali menorehkan prestasi membanggakan di tingkat nasional hingga internasional. Deretan medali Olimpiade hingga keberhasilan menembus kompetisi debat dunia menjadi bukti kualitas pendidikan madrasah yang mengintegrasikan sains dan nilai keislaman.

Kepala madrasah, Hilal Najmi mengungkapkan, tahun ini menjadi salah satu periode paling gemilang bagi para siswa. Dalam ajang Olimpiade Madrasah Indonesia, siswa MAN IC Serpong berhasil menyabet delapan medali emas dan satu medali perunggu.

“Tahun ini angkatan kita benar-benar bertabur bintang. Dari sembilan medali emas Olimpiade Madrasah Indonesia, delapan diraih oleh siswa Insan Cendekia Serpong dan satu perunggu,” ujarnya Jumat, (13/03/2026).

Prestasi tersebut juga berlanjut di ajang Olimpiade Sains Nasional. Empat siswa berhasil meraih medali tingkat nasional, sementara lima lainnya saat ini tengah mengikuti pelatihan untuk mewakili Indonesia pada kompetisi sains tingkat internasional.

Selain bidang sains, capaian membanggakan juga datang dari kompetisi debat bahasa Inggris. Seorang siswi MAN IC Serpong terpilih masuk dalam tim nasional debat internasional, sekaligus menjadi siswi madrasah pertama yang menembus ajang tersebut.

“Ini pertama kalinya siswa madrasah mewakili Indonesia di debat internasional, dan yang terpilih adalah seorang perempuan muslim,” jelas Hilal.

Hilal juga menuturkan kisah inspiratif dari salah satu siswa yang hampir batal mengikuti kompetisi internasional karena keterbatasan ekonomi. Namun berkat dukungan para donatur, kesempatan tersebut akhirnya tetap dapat diraih.

Di sisi akademik, capaian madrasah ini juga cukup membanggakan. Berdasarkan penilaian rata-rata seluruh mata pelajaran, MAN Insan Cendekia Serpong sebenarnya menempati peringkat pertama secara nasional.

Namun karena sistem penilaian resmi hanya menggunakan tiga mata pelajaran utama, posisi tersebut belum sepenuhnya tercatat secara formal.

“Kalau dihitung dari seluruh mata pelajaran yang diujikan, kita berada di posisi pertama. Tapi karena yang diukur hanya tiga mata pelajaran, kita harus bersiap melangkah lagi tahun depan untuk kembali menjadi yang terbaik,” ungkapnya.

Wakil Menteri Agama Muhammad Syafii yang hadir dalam acara tersebut menilai madrasah memiliki peran penting dalam mengintegrasikan keilmuan dan nilai keagamaan.

“Kalau kita membaca Islam hari ini, maka yang dibaca adalah IMTAQ dan IPTEK. Dan tempat yang paling tepat untuk memadukan keduanya adalah madrasah,” ujarnya.

Wamen Agama Mohammad Syafi'i saat menyampaikan sambutan. (dok Kemenag RI)

Pada kesempatan yang sama, madrasah juga menggelar Wisuda Tahfidz Al-Qur’an angkatan ke-29 sebagai bagian dari program unggulan pendidikan berasrama.

Tahun ini sebanyak 148 siswa mengikuti prosesi wisuda, termasuk tiga siswa internasional yang menempuh pendidikan di bawah naungan Kementerian Agama Republik Indonesia.

Sebagian siswa bahkan berhasil menuntaskan hafalan 30 juz selama masa pendidikan tiga tahun. Sementara puluhan lainnya memiliki hafalan antara 15 hingga 25 juz, dan minimal tiga juz sebagai syarat kelulusan.. (Polin-Shafira)

Berita terkait

Kuansing: LPKJ 2025 Bukti Kerja Bersama Pertumbuhan Ekonomi Capai 5,31 persen

Kuansing: LPKJ 2025 Bukti Kerja Bersama Pertumbuhan Ekonomi Capai 5,31 persen

Teluk Kuantab-Spektroom: Bupati Kuantan Singingi, Dr. H. Suhardiman Amby, menegaskan bahwa capaian pembangunan daerah sepanjang tahun 2025 merupakan hasil kerja bersama seluruh pemangku kepentingan di Kabupaten Kuantan Singingi. Hal itu disampaikannya Bupati, saat menyampaikan pidato pengantar Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Pemerintah Daerah Tahun Anggaran 2025 dalam Rapat Paripurna DPRD Kuantan

Salman Nurmin