Produk UMKM Padang Panjang Tembus Festival Melayu Day Yala 2026 Thailand
Spektroom — Produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) asal Kota Padang Panjang, Sumatera Barat, tampil dalam ajang internasional Festival Melayu Day Yala ke-11 Tahun 2026 yang digelar di Provinsi Yala, Thailand, Jumat (13/2/2026). Partisipasi tersebut menjadi bagian dari upaya promosi produk unggulan daerah sekaligus perluasan pasar ke tingkat global.
Berbagai produk kerajinan dan kuliner khas Minangkabau diperkenalkan dalam festival tersebut. Di antaranya Minang Kayo (produk kulit), Batik Rang Minang, Loumer Cake, Sulam Bordir Zahra Muslim, Krang Keju Mahya, Rendang Queensha Dewi, Serundeng Kentang Suci, Serundeng Mama Ila, serta Bawang Goreng Alid Family.
Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kota Padang Panjang, Ny. Maria Feronika Hendri, mengatakan produk-produk tersebut dipresentasikan langsung oleh Owner Minang Kayo, Pris Kurniawati, dalam kegiatan business matching yang difasilitasi Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Thailand bersama Yala Rajabhat University.
“Business matching ini memberikan kesempatan bagi pelaku UMKM untuk membangun jejaring dan memperluas pasar hingga ke luar negeri, khususnya di Yala yang mayoritas penduduknya muslim di wilayah selatan Thailand,” ujar Maria
Maria yang hadir didampingi Kepala Bidang Perdagangan Dinas Perdagangan, Koperasi dan UKM Kota Padang Panjang, Rahmi, menambahkan keikutsertaan Padang Panjang dalam festival tersebut tidak hanya berfokus pada promosi produk, tetapi juga memperkuat kerja sama budaya dan ekonomi kreatif antara Indonesia dan Thailand.
Menurut dia, selama kegiatan berlangsung para pelaku UMKM tidak hanya memamerkan produk, tetapi juga menjalin komunikasi bisnis dengan calon mitra internasional serta membuka peluang kolaborasi di bidang kerajinan dan industri kreatif.
Festival Melayu Day Yala dibuka secara resmi oleh Gubernur Provinsi Yala. Agenda tahunan tersebut menampilkan ragam produk kerajinan, kuliner, seni pertunjukan, serta budaya lokal Thailand selatan. Festival ini juga menjadi ruang pertemuan pelaku industri kreatif dari berbagai negara di kawasan Asia Tenggara.
Partisipasi UMKM Padang Panjang dalam forum internasional ini diharapkan dapat memperkuat daya saing produk daerah serta memperluas akses pasar ekspor bagi pelaku usaha lokal. (Ris1)