Prof Dr. H. La Ode Husen: Penataan Prodi Harus Berbasis Ilmu, Bukan Sekadar Pasar

Prof Dr. H. La Ode Husen: Penataan Prodi Harus Berbasis Ilmu, Bukan Sekadar Pasar
Prof Dr.H.La Ode Husen SH.M.Hum Direktur Program Pascasarjana UMI Makassar. ( Foto: Istimewa) ​

Makassar -Spektroom : Kebijakan penataan program studi (prodi) yang digulirkan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) dinilai sebagai langkah strategis dalam mendorong transformasi pendidikan tinggi di Indonesia.

Namun, arah kebijakan ini harus tetap berpijak pada mandat utama perguruan tinggi sebagai pusat pengembangan ilmu pengetahuan dan peradaban, bukan semata memenuhi kebutuhan pasar kerja.

Pandangan tersebut disampaikan Prof. Dr. H. La Ode Husen, SH., M.Hum, Direktur Program Pascasarjana Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar, dalam analisisnya terkait penataan prodi yang kini menjadi perhatian nasional.

Menurutnya, pendekatan yang diambil Kemdiktisaintek sudah berada di jalur yang tepat karena menekankan aspek terukur, komprehensif, dan berbasis kajian menyeluruh. Ini menunjukkan bahwa pemerintah tidak sekadar melakukan rasionalisasi jumlah prodi, tetapi ingin memastikan kualitas dan relevansinya terhadap pembangunan bangsa.

“Penataan prodi tidak boleh direduksi hanya pada logika industri. Perguruan tinggi memiliki tanggung jawab lebih besar, yakni membangun karakter, memperkuat nalar kritis, serta melahirkan gagasan dan solusi bagi masyarakat,” tegasnya.

Ia menilai, keseimbangan antara kebutuhan pasar kerja dan pengembangan ilmu harus dijaga. Dalam konteks ini, indikator pengembangan prodi tidak cukup hanya melihat serapan lulusan, tetapi juga kualitas pembelajaran, kapasitas dosen, keberlanjutan akademik, hingga kontribusi keilmuan terhadap kebutuhan strategis nasional dan pemerataan daerah.

Lebih lanjut, Prof La Ode Husen menyoroti pentingnya transformasi prodi yang kini didorong pemerintah. Transformasi tersebut mencakup pembaruan kurikulum berbasis kompetensi, integrasi perkembangan sains dan teknologi, pembelajaran berbasis proyek, hingga penguatan kolaborasi riset lintas disiplin.

“Ke depan, model pendidikan tidak bisa lagi sektoral. Pendekatan interdisipliner menjadi keniscayaan, termasuk penerapan skema major-minor yang lebih fleksibel dalam membentuk kompetensi lulusan,” ujarnya.

Dalam kerangka itu, ia secara khusus mendorong Universitas Muslim Indonesia (UMI) untuk mengembangkan Program Studi Pembangunan Berkelanjutan berbasis interdisipliner. Prodi ini dinilai relevan dengan tantangan global dan nasional, mulai dari isu lingkungan, ekonomi, hingga sosial.

“Pembangunan berkelanjutan membutuhkan perspektif lintas ilmu. Ini bukan hanya domain teknik atau ekonomi, tetapi juga hukum, sosial, dan humaniora. UMI memiliki potensi besar untuk menjadi pelopor dalam pengembangan prodi ini,” jelasnya.

Ia juga menegaskan bahwa bidang keilmuan dasar, ilmu sosial, humaniora, dan pendidikan tetap harus mendapat perhatian serius, sejajar dengan pengembangan STEM. Menurutnya, kekuatan bangsa tidak hanya ditentukan oleh kemajuan teknologi, tetapi juga oleh kedalaman nilai, budaya, dan kepemimpinan.

Sejalan dengan kebijakan “Diktisaintek Berdampak”, Prof La Ode Husen menilai kolaborasi antara perguruan tinggi, industri, pemerintah, dan masyarakat menjadi kunci. Kolaborasi ini bukan hanya untuk meningkatkan daya serap lulusan, tetapi juga untuk mendorong lahirnya inovasi dan kewirausahaan.

“Perguruan tinggi harus melahirkan lulusan yang tidak hanya siap kerja, tetapi juga mampu menciptakan pekerjaan dan memberikan solusi atas persoalan bangsa,” pungkasnya.

Dengan pendekatan yang terarah dan berkelanjutan, ia optimistis penataan dan pengembangan program studi di Indonesia—termasuk di UMI Makassar—akan mampu memperkuat posisi perguruan tinggi sebagai motor utama kemajuan bangsa.

Berita terkait

Sinergi KDKMP-KNMP Dorong Kesejahteraan Nelayan Melalui Ekosistem Usaha Terintegrasi

Sinergi KDKMP-KNMP Dorong Kesejahteraan Nelayan Melalui Ekosistem Usaha Terintegrasi

Jakarta - Spektroom :  Wakil Menteri Koperasi (Wamenkop) Farida Farichah memastikan, Kementerian Koperasi (Kemenkop) berkomitmen memperkuat peran koperasi dalam mendukung percepatan pembangunan dan operasionalisasi Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP), guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir melalui sinergi kelembagaan dan kemitraan usaha yang terintegrasi. “Langkah ini dijalankan untuk memastikan hasil laut dinikmati secara

Nurana Diah Dhayanti
Menkop Konsolidasikan Koperasi Banjarnegara, Operasional KDKMP Dipercepat

Menkop Konsolidasikan Koperasi Banjarnegara, Operasional KDKMP Dipercepat

Jakarta — Spektroom : Menkop meminta seluruh pengurus KDKMP Panerusan Wetan dan koperasi di Banjarnegara untuk segera bersiap menyambut tiga langkah konkret Kemenkop. Langkah pertama mencakup sosialisasi teknis mengenai mekanisme operasionalisasi unit usaha KDKMP di lapangan. Hal tersebut diungkapkan Menteri Koperasi Ferry Juliantono di Jakarta, Selasa ( 15/9/2026) membahas  hasil kunjungan

Nurana Diah Dhayanti
Siswa SMPN 2 Jember Wajib Setor Sampah Sebelum Pulang, Menanamkan Kebersihan Lingkungan Sejak Dini

Siswa SMPN 2 Jember Wajib Setor Sampah Sebelum Pulang, Menanamkan Kebersihan Lingkungan Sejak Dini

Jember-Spektroom : Kepala SMPN 2 Jember, Heru Wahyudi, S.Pd., M.Pd., mengatakan kepedulian terhadap lingkungan perlu dibangun melalui pembiasaan. Menurutnya, pendidikan lingkungan akan lebih bermakna apabila nilai-nilai yang diperoleh siswa di sekolah dapat diterapkan dalam kehidupan di luar sekolah. “Kami ingin kepedulian terhadap lingkungan menjadi kebiasaan, bukan sekadar kegiatan sesaat.

Budi Sucahyono, Julianto
Bakesbangpol Bekali 210 Mahasiswa Baru UM Jember Wawasan Kebangsaan Menuju Indonesia Emas 2045

Bakesbangpol Bekali 210 Mahasiswa Baru UM Jember Wawasan Kebangsaan Menuju Indonesia Emas 2045

Jember-Spektroom : Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kabupaten Jember mendorong mahasiswa baru Universitas Muhammadiyah (UM) Jember menjadi generasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kesadaran kebangsaan, mampu menyikapi perbedaan, serta bertanggung jawab dalam menggunakan ruang digital. Pesan tersebut disampaikan Kepala Bakesbangpol Kabupaten Jember yang dalam kesempatan ini

Budi Sucahyono, Julianto
ссс