Prof. Dr. Purnomo Yusgiantoro M.Sc., M.A., Ph.D., IPU Terpilih Secara Aklamasi Pimpin IKAL Lemhannas 2026–2030
Jakarta- Spektroom – Purnomo Yusgiantoro terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Umum DPP Ikatan Keluarga Alumni Lembaga Ketahanan Nasional (IKAL Lemhannas) periode 2025–2030 dalam Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) yang digelar di Gedung Dwiwarna Purwa, Lemhannas RI, Jakarta, Sabtu (11/4/2026).
Prof. Purnomo yang merupakan mantan Menteri Pertahanan serta Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) ini dipercaya memimpin IKAL Lemhannas setelah forum yang dihadiri hampir seluruh pemilik hak suara—baik DPP, DPD, maupun DPA—sepakat secara bulat memilihnya sebagai Ketua Umum.

Penegasan Gubernur Lemhannas
Dalam sambutan pembukaan, Gubernur Lemhannas, Dr. H. TB. Ace Hasan Syadzily, M.S,, menegaskan pentingnya menjaga soliditas organisasi serta memperkuat peran IKAL sebagai kekuatan strategis bangsa.

“IKAL Lemhannas harus ditempatkan sebagai organisasi yang bermakna bagi almamater, bangsa, dan negara. Jauh dari friksi, tetap kompak, dan produktif dalam memberikan kontribusi nyata,” tegasnya.
Dinamika Suksesi Kepemimpinan
Proses terpilihnya Prof. Purnomo melalui dinamika panjang. Nama beliau telah mencuat sejak awal 2025 sebagai salah satu kandidat kuat, bahkan sempat disebut oleh Ketua Umum saat itu, Agum Gumelar, sebagai figur yang tepat melanjutkan kepemimpinan.
Namun perjalanan organisasi tidak berjalan mulus. Munas V IKAL pada Agustus 2025 mengalami penundaan setelah proses penjaringan yang menghasilkan beberapa kandidat belum mencapai kesepakatan.
Situasi kemudian berubah pada 6 Januari 2026, saat Agum Gumelar menyatakan mundur karena alasan kesehatan. Forum pleno DPP IKAL menunjuk Dr.Ir.Mustafa Abubakar sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Ketua Umum untuk memastikan roda organisasi tetap berjalan.
Sesuai AD/ART, forum kemudian menetapkan pelaksanaan Munas Luar Biasa yang akhirnya digelar pada 11 April 2026.

Usai ditetapkan sebagai Ketua Umum, Prof. Purnomo menegaskan komitmennya untuk memperkuat peran IKAL Lemhannas sebagai think tank strategis nasional.
“IKAL Lemhannas harus hadir sebagai kekuatan pemikiran strategis bangsa. Kita ingin berkontribusi nyata dalam mendukung kebijakan nasional melalui gagasan yang komprehensif dan aplikatif,” ujar Purnomo Yusgiantoro.
Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor antaralumni dalam menghasilkan rekomendasi strategis bagi pemerintah.
Sosok Prof. Purnomo Yusgiantoro
Purnomo Yusgiantoro dikenal sebagai tokoh nasional dengan rekam jejak panjang di bidang energi, pertahanan, dan kebijakan strategis. Ia merupakan pendiri Purnomo Yusgiantoro Center (PYC) yang fokus pada pengembangan kajian energi dan kebijakan publik.
Pendidikan akademiknya ditempuh di dalam dan luar negeri, yakni meraih gelar sarjana Teknik Perminyakan (Ir) dari Institut Teknologi Bandung (ITB), MSc di bidang Teknik dari Colorado School of Mines, MA di bidang Ekonomi dari University of Colorado, serta PhD di bidang Ekonomi Mineral dari Colorado School of Mines, Amerika Serikat.
Sejak 2014, ia aktif mengajar ekonomi energi di ITB. Selain itu, ia juga merupakan salah satu pendiri Universitas Pertahanan (Unhan) dan hingga kini masih mengajar mata kuliah ketahanan energi di kampus tersebut. Saat ini, ia juga menjabat sebagai penasihat senior di Kantor Eksekutif Presiden Republik Indonesia.
Dalam perjalanan kariernya, Purnomo memiliki pengalaman luas, termasuk sebagai konsultan di Bank Dunia dan Asian Development Bank (ADB) di bidang ekonomi energi dan pembangunan berkelanjutan. Ia juga pernah menjabat sebagai Ketua Dewan Komisaris Pertamina.
Di lingkungan Lemhannas, Purnomo pernah dipercaya sebagai Wakil Gubernur. Di pemerintahan, ia menjabat sebagai Menteri ESDM selama tiga periode (2000–2009) dan kemudian sebagai Menteri Pertahanan Republik Indonesia (2009–2014).
Pada level internasional, ia pernah menjadi Gubernur Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC), serta dipercaya sebagai Sekretaris Jenderal dan Presiden organisasi tersebut yang berbasis di Wina, Austria. Ia juga pernah menjabat sebagai Ketua ASEAN Ministers of Energy Meeting (AMEM).
Komitmennya terhadap pengembangan sektor energi berlanjut dengan mendirikan Purnomo Yusgiantoro Center pada tahun 2016 sebagai wadah riset dan kontribusi kebijakan.
Babak Baru IKAL Lemhannas
Terpilihnya Prof. Purnomo secara aklamasi menjadi simbol kuat konsolidasi dan persatuan di tubuh IKAL Lemhannas. Ia diharapkan mampu melanjutkan estafet kepemimpinan sekaligus membawa pembaruan dalam peran organisasi.
Munaslub ini juga menandai berakhirnya kepemimpinan Agum Gumelar yang telah mengabdi selama empat periode atau sekitar 20 tahun.
Apresiasi turut diberikan kepada Plt Ketua Umum Mustafa Abubakar beserta seluruh jajaran pengurus yang dinilai berhasil menjaga stabilitas organisasi hingga terselenggaranya Munaslub secara kondusif.
Dengan kepemimpinan baru, IKAL Lemhannas diharapkan semakin solid dan mampu memberikan kontribusi nyata dalam pembangunan nasional melalui pemikiran strategis dan penguatan nilai-nilai kebangsaan.