Prof. La Ode Husen: Indonesia Harus Jadi Mediator, Bukan Bagian dari Konflik Iran–Israel–AS

Prof. La Ode Husen: Indonesia Harus Jadi Mediator, Bukan Bagian dari Konflik Iran–Israel–AS
Prof Dr.H.La Ode Husen SH.M.Hum ( Guru Besar Fakultas Hukum UMI dan Direktur Program.Pascasarjana UMI Makassar ) ( Foto : istimewa )

Makassar-Spektroom: Guru Besar Fakultas Hukum Universitas Muslim Indonesia (UMI) sekaligus Direktur Program Pascasarjana UMI Makassar, Prof. Dr. H. La Ode Husen, menegaskan bahwa Indonesia harus mengambil posisi sebagai mediator dalam konflik global, bukan menjadi bagian dari pusaran pertikaian antara Iran, Israel, dan Amerika Serikat.

Dalam analisis konstitusionalnya, Prof. La Ode Husen menyebut sikap Indonesia tidak boleh didasarkan pada kepentingan geopolitik semata, melainkan harus berpijak pada nilai-nilai dasar yang tertuang dalam Pembukaan UUD NRI 1945 sebagai sumber hukum tertinggi negara.

Ia menjelaskan, prinsip “kemerdekaan adalah hak segala bangsa” menempatkan Indonesia pada posisi moral untuk menolak segala bentuk penjajahan dan agresi. Karena itu, dalam konflik Timur Tengah, Indonesia memiliki konsistensi historis dalam mendukung bangsa yang masih berada dalam situasi pendudukan, seperti Palestina.

“Konstitusi kita tidak memberi ruang untuk mendukung kekuatan yang lahir dari praktik penindasan. Indonesia harus berdiri di atas prinsip keadilan dan kemanusiaan,” tegasnya.

Lebih jauh, Prof. La Ode Husen menyoroti amanat politik luar negeri Indonesia yang bersifat bebas aktif. Prinsip ini, menurutnya, mengandung dua makna strategis: Indonesia tidak terikat pada blok kekuatan mana pun, namun tetap aktif dalam menjaga perdamaian dunia.

Dalam konteks potensi eskalasi konflik Iran–Israel yang melibatkan Amerika Serikat, Indonesia dinilai memiliki peran penting sebagai penyeimbang global. Bukan dengan kekuatan militer, tetapi melalui diplomasi dan pendekatan hukum internasional.

“Indonesia tidak boleh terseret dalam konflik atau berpihak pada kekuatan tertentu. Justru peran yang paling konstitusional adalah menjadi mediator, menjembatani dialog, dan mendorong penyelesaian damai melalui mekanisme internasional seperti Perserikatan Bangsa-Bangsa,” jelasnya.

Menurutnya, posisi sebagai mediator bukan hanya pilihan politik, tetapi juga mandat konstitusi. Alinea keempat Pembukaan UUD 1945 secara jelas mengamanatkan Indonesia untuk ikut melaksanakan ketertiban dunia berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial.

Dalam perspektif hukum tata negara, perang dinilai bertentangan dengan prinsip perikemanusiaan dan perikeadilan yang menjadi ruh konstitusi Indonesia. Oleh sebab itu, segala bentuk konflik harus diselesaikan melalui jalur damai dan dialog internasional.

Sebagai akademisi dan pakar hukum, Prof. La Ode Husen juga menekankan bahwa kekuatan Indonesia terletak pada legitimasi moral dan konsistensi sikap, bukan pada kekuatan militer. Hal ini justru menjadi modal penting dalam memainkan peran strategis di panggung global.

“Indonesia harus tetap berada di jalur non-blok, tetapi dengan ketegasan moral. Kita bukan penonton, tapi juga bukan bagian dari konflik. Kita adalah penengah,” pungkasnya.

Berita terkait

Sinergi Loka POM dan  Pemkab Blora, Siapkan Daya Saing  Global UMKM

Sinergi Loka POM dan  Pemkab Blora, Siapkan Daya Saing  Global UMKM

Blora-Spektroom : Loka Pengawasan Obat Makanan (POM),   di Kabupaten Grobogan melakukan audiensi dengan Pemerintah  Kabupaten Blora bertempat di-Ruang Rapat Wakil Bupati Blora, Rabu 15 Juli 2026. Dalam audiensi ini, Kepala Loka  POM di Kabupaten Grobogan Ronald Hatoguan Manik,  menyampaikan tupoksi Loka POM di Kabupaten Grobogan yang memiliki catchment area Kabupaten Blora,

Sigit Budi Riyanto, Bian Pamungkas
Ketika Polisi Menjadi Guru di Hari Pertama Sekolah: Menjaga Mimpi Murid Baru dari Ancaman Narkoba dan Perundungan

Ketika Polisi Menjadi Guru di Hari Pertama Sekolah: Menjaga Mimpi Murid Baru dari Ancaman Narkoba dan Perundungan

Pontianak-Spektroom : Di antara wajah-wajah yang masih canggung mengenakan seragam baru, tersimpan ribuan mimpi yang baru mulai dirajut. Ada yang bercita-cita menjadi dokter, guru, polisi, pengusaha, hingga pemimpin masa depan. Namun sebelum mimpi-mimpi itu tumbuh besar, ada ancaman yang mengintai: narkoba, perundungan, dan kenakalan remaja. Karena itulah, pada masa pengenalan lingkungan

Apolonius Welly, Rafles
Perkuat Sinergi Akademik, Rektor UNUKASE Terima Kunjungan Direktur Universitas Terbuka Banjarmasin

Perkuat Sinergi Akademik, Rektor UNUKASE Terima Kunjungan Direktur Universitas Terbuka Banjarmasin

Banjarmasin–Spektroom : Universitas Nahdlatul Ulama Kalimantan Selatan (UNUKASE) menerima kunjungan kerja dari Universitas Terbuka (UT) Banjarmasin sebagai langkah awal memperkuat sinergi dan menjajaki kerja sama Akademik antar Lembaga Pendidikan Tinggi. Kunjungan tersebut diterima oleh Rektor UNUKASE, Dr. Ir. H. Abrani Sulaiman, M.Sc., di Gedung Serbaguna UNUKASE, Jalan A. Yani

Junaidi, Rafles
Masuk Sekolah Hari Pertama Dimanfaatkan Secara Maksimal Oleh ASN Untuk Mendampingi Putra-Putrinya

Masuk Sekolah Hari Pertama Dimanfaatkan Secara Maksimal Oleh ASN Untuk Mendampingi Putra-Putrinya

Bogor-Spektroom : Masuk sekolah hari pertama menjadi momen istimewa bagi banyak keluarga, termasuk para Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor. Kebijakan fleksibilitas kerja atau Work From Anywhere (WFA) yang diberikan pemerintah dimanfaatkan sejumlah ASN untuk mengantarkan anak mereka memasuki hari pertama sekolah sekaligus mendampingi pelaksanaan Masa Pengenalan

Asmari, Rafles
ссс