Profesor Doktor Insinyur Yohanes Budi Widianarko, M.Sc Mantan Rektor Unika Soegiyapranata Semarang Wafat
Spektroom - Rumah Duka Tiong Hoa le Wan Semarang Jawa Tengah hari ini (11/2/2026) dipenuhi ratusan karangan bunga ucapan dukacita dari berbagai instansi dan kolega atas wafatnya mantan rektor Unika Siegiyapranata Semarang, Prof.Dr.Ir.Yohanes Budi Widianarko, M.Sc. Dirumah duka itu, malam hari itu diadakan Misa Requiem mengenang wafatnya rektor Unika dua periode itu yang juga mantan Direktur Eksekutif Yayasan Sanjaya.
Profesor BW, panggilan akrabnya meninggal di RS Permata Medika Semarang dalam usia 63 tahun. Meninggalnya Profesor BW sangat mengejutkan para koleganya karena sebelumnya tidak pernah ada keluhan menderita sakit.
Romo Aloysius Budi Purnomo, Pr saat menyampaikan kesan seusai Misa Reqiem mengatakan, Profesor BW adalah sosok yang penuh kesabaran dan kepedulian terhadap orang kecil, terutama dilereng Merapi dan Kendeng Utara dan ditempat lainnya. Romo Budi Purnomo berujar dirinya banyak belajar secara akademik dari Profesor yang masih nampak muda itu, karena Profesor BW merupakan promotor desertasi Srata Tiga (S3) saat dia menempuh jenjang pendidikan itu. Sedangkan Profesor BW secara rohani banyak belajar dari Romo yang piawai bermsin saxophone itu.
Sedangkan dari pihak keluarga mengemukakan, Budi Widianarko memiliki 7 bersaudara. Ia memiliki sifat yang menonjol yakni selalu berusaha membuat bahagia saudara-saudaranya bahagia. Budi sangat suka mendengarka radio terutama dagelan Basiyo dan sejenisnya dan suka menonton pelawak Srimulat di telivisi. Sebagian (besar) saudaranya adalah pengusaha dan hanya dialah yang memilih jalur akademik yang membawanya sangat populer di bidang pendidikan tinggi.
Profesor Yohanes Budi Widianarko akan dikremasi di Krematorium Gotong Royong Ambarawa Kabupaten Semarang, Kamis (12/2/2026) yang sebelumnya (akan) diadakan Misa pemberangkatan di Kapel St.Ignasius SCU (Soegiyapranoto Catholic University) Semarang. (Ye)