Program Magang Ke Kopontren Segera Bergulir Percepat Operasionalisasi Kopdes Merah Putih
Spektroom - Kementerian Koperasi (Kemenkop) menyatakan Koperasi Pondok Pesantren (Kopontren) dapat menjadi motor penggerak ekonomi umat. Kopontren juga memiliki potensi besar menjadi pusat pemberdayaan ekonomi berbasis koperasi yang berkelanjutan.
Wakil Menteri Koperasi (Wamenkop) Farida Farichah menjelaskan Sinergi Pemerintah dan Pesantren diperlukan untuk memastikan agar Kopontren dapat menjadi tempat pemagangan bagi pengurus Kopdes/Kel Merah Putih agar saat beroperasi dapat berjalan dengan baik.
Wamenkop Farida menjelaskan saat ini Kemenkop memulai menjalankan program pemagangan 500 Kopdes/Kel Merah Putih ke koperasi-koperasi yang aktif dan sehat termasuk kepada Kopontren. “Tiga koperasi pesantren menjadi tempat magang kita, termasuk Koperasi Pondok Pesantren Sunan Drajat di Lamongan," ujar Wamenkop Farida saat menghadiri acara Optimalisasi Peran Pondok Pesantren dan Lembaga Ekonomi Desa dalam Pemberdayaan Masyarakat di Pondok Pesantren Matholi'ul Anwar, Lamongan, Jawa Timur, Jumat (14/11/2025).
“Pada faktanya, pondok pesantren itu mampu mengkonsolidasi dan menjadikan lembaga koperasi berdaya serta bermanfaat bagi pesantren maupun masyarakat sekitarnya,” tegasnya.
Lebih jauh, Wamenkop Farida menegaskan bahwa pondok pesantren bukan hanya lembaga dakwah dan pendidikan, tetapi memiliki tanggung jawab menyiapkan santri dengan jiwa wirausaha. “Santri masa kini tidak hanya dituntut berdakwah di mimbar, tetapi juga harus mampu menjadi entrepreneur yang menciptakan lapangan kerja,” tegasnya.
Wamenkop Farida berharap kerja sama ini benar-benar memberi dampak positif bagi pondok pesantren dan masyarakat sebagai anggota Kopdes/Kel Merah Putih.

Wamen Farida berharap semangat kolaborasi ini semakin memperkuat posisi pesantren sebagai pusat pemberdayaan dan lembaga ekonomi masyarakat. “Semoga sinergi ini membawa keberkahan bagi pesantren dan masyarakat sekitarnya,” ucapnya.
Bupati Lamongan Yuhronur Efendi membenarkan bahwa wilayahnya merupakan salah satu kabupaten dengan jumlah santri terbanyak di Jawa Timur. Dengan posisi strategis tersebut, Lamongan memiliki peran penting dalam mendukung program swasembada pangan dan penguatan ekonomi masyarakat berbasis pondok pesantren.
“Program prioritas Lamongan Nyantri menjadi wujud komitmen kami memperkuat eksistensi pesantren sebagai mitra strategis pembangunan daerah termasuk dalam pemberdayaan ekonomi umat,” ujarnya.
Menurut Yuhronur, pondok pesantren bukan hanya pusat syiar Islam, tetapi juga wadah pemberdayaan ekonomi umat, pengembangan SDM, dan benteng moral bangsa. Ia juga melaporkan bahwa Lamongan kini memiliki 474 Kopdes/Kel Merah Putih atau yang terbanyak di Jawa Timur. Dari jumlah itu sebanyak 96 koperasi beroperasi aktif di 21 kecamatan. Dengan adanya Kopontrenndan Kopdes/ Kel Merah Putih di Lamongan.
"Kami meyakini forum ini akan melahirkan inisiatif kolaboratif untuk memperkuat kemandirian ekonomi Lamongan,” katanya.