Promovenda Arfianty : "Perlunya Pelatihan Literasi Keuangan Intensif dan Berkelanjutan Bagi UMKM"
Spektroom - Usaha Mikro, kecil dan Menengah (UMKM) merupakan usaha yang berdiri sendiri dan dikelola oleh perorangan maupun kelompok.
Bentuk UMKM dapat berupa perusahaan perseorangan, persekutuan maupun. perseroan terbatas.
Kontribusi usaha UMKM di Indonesia tidak diragukan lagi, dimana hal ini dilihat pada saat krisis ekonomi tahun 1998 silam, terbukti sektor UMKM mampu berdiri tegak bertahan dalam menghadapi krisis tersebut bahkan hingga saat ini.
Hal itu diungkapkan promovenda Arfianty dalam disertasinya tentang "Pengaruh Literasi Keuangan Teknologi Informasi dan Kearifan Lokal, Teradap Kinerja Keuangan dan Keberlanjutan UMKM di Kota Pare-Pare" saat menjalani Promosi Doktor Ilmu Manajemen pada Program Pasca Sarjana UMI Makassar, Senin (19/1/2026).
Sidang Senat Terbuka Gelar Promosi Doktor dipimpin Direktur PPS UMI Makassar Prof. Dr. La Ode Husen, S.H., M.Hum dengan Penyanggah, Prof. Dr. H. Mursalim La Ekkeng, S.E., M.Si., Asean CPA. Prof. Dr. H. Abd Rahman Mus, S.E., M.S.i. Prof. Dr. Kasnaeny Karim, S.E., M.Si dan Prof. Dr. AR. Ir. Naidah Naing, ST., M.Si.
Sementara sebagai Promovenda, dibimbing Co Promotor 2 Dr. Asriani Junaid, SE., MSA., Ak., CA, Co Promotor 1 Prof. Dr. H. Muhammad Su'un, S.E., M.Si dan Promotor Prof. Dr. H. Mahfud Nurnajamuddin, S.E. M.Si.

Lebih jelasnya Arfianty yang berhasil meraih nilai Sangat Memuaskan saat sidang promosi mengungkapkan, perkembangan UMKM di tanah air dari tahun ke tahun cukup menggembirakan.
Berdasarkan data Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah, mencapai total kumulatif 22 koma 68 juta UMKM dengan kontribusi terhadap produk domestik bruto 61 persen dari total tenaga kerja yang ada dan 16 Ribu 370 UMKM di antaranya ada di Pare-Pare.
Arfianty yang saat ini berstatus Dosen di Universitas Muhammadiyah Pare-Pare menambahkan, tumbuhnya UMKM di Pare-Pare tidak terlepas dari dukungan Pemerintah setempat karena hal ini sangat berpengaruh pada peningkatan kesejahteraan masyarakat Pare-Pare.
Karenanya Arfianty berharap perlunya pelatihan literasi keuangan yang intensif dan berkelanjutan bagi UMKM serta mendorong UMKM menggunakan platform keuangan digital seperti aplikasi akuntansi atau pencatatan keuangan otomatis.
Sementara itu Direktur Program Pascasarjana UMI Makassar Prof. Dr. H. La Ode Husen, SH., M.Hum mengingatkan agar gelar yang disandang digunakan untuk kemaslahatan umat.