Proyek Backbone Fiber Optik Didorong Jadi Penopang Layanan Internet Kopdes Merah Putih

Proyek Backbone Fiber Optik Didorong Jadi Penopang Layanan Internet Kopdes Merah Putih
Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono memberi sambutan saat melakukan site visit proyek pembangunan Backbone Fiber Optic Jalur Kereta Api Lingkar Jawa di Stasiun Gubeng, Surabaya ( humas kemenkop)

Surabaya – Spektroom: Proyek Backbone Fiber Optik Didorong Jadi Penopang Layanan Internet Kopdes Merah Putih. Hal tersebut disampaikan Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono saat melakukan site visit proyek pembangunan Backbone Fiber Optic Jalur Kereta Api Lingkar Jawa di Stasiun Gubeng, Surabaya, Senin (9/3/2026).

Proyek ini digagas oleh Koperasi Pegawai Indosat (Kopindosat) dengan dukungan pembiayaan dari Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) Koperasi yang merupakan Badan Layanan Umum (BLU) Kementerian Koperasi (Kemenkop).

Menkop Ferry mengapresiasi pelaksanaan proyek backbone fiber optik yang saat ini sudah sampai pada tahap project closing. Melalui proyek infrastruktur internet ini menjadi tonggak penting dalam upaya pemerataan akses digital di Pulau Jawa terutama yang dikerjakan oleh koperasi bekerjasama dengan para mitranya.

“Kami mendukung penuh pembangunan fiber optik oleh Kopindosat karena ini menjadi solusi bagi wilayah yang masih kesulitan jaringan internet,” ujar Menkop Ferry dalam sambutannya, Senin (9/3/2026)

Menkop Ferry menekankan bahwa salah satu permasalahan klasik yang dihadapi oleh desa-desa dan kelurahan khususnya di daerah terpencil adalah jaringan internet dan listrik. Permasalahan ini mengemuka saat Kemenkop melakukan upaya percepatan pembangunan 83.000 unit Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes/Kel) Merah Putih. Oleh karena itu keterlibatan semua pihak termasuk dari Kopindosat untuk mengatasi keterbatasan akses internet menjadi jawaban nyata bagi masyarakat.

Menkop bersama pengurus kopindosat ( humas kemenkop)

Setelah jaringan internet fiber optik ini beroperasi secara komersial, Menkop Ferry berharap agar dapat mendukung kelancaran operasionalisasi Kopdes/Kel Merah Putih.

"Saya berharap Kopindosat bisa mengkaitkan semuanya ini dengan upaya kami dalam mempercepat operasionalisasi Kopdes Merah Putih, karena di dalam bayangan kami pengelolaan Kopdes ini akan butuh internet," katanya.

Ia mendorong agar Kopindosat dapat melanjutkan proyek tersebut hingga mampu menyediakan jaringan internet yang murah, cepat dan terjangkau hingga ke rumah-rumah warga. Kemenkop melalui LPDB Koperasi dipastikan siap memberikan tambahan dukungan berupa pembiayaan yang kompetitif.

“Jika memungkinkan, LPDB dapat membantu pembiayaan instalasi hingga rumah warga agar layanan internet benar-benar menjangkau semua lapisan masyarakat,” ujarnya.

Menkop juga mengajak Kopindosat untuk terlibat aktif dalam upaya peningkatan SDM pengelola/pengurus Kopdes/Kel Merah Putih khususnya terkait dengan digitalisasi. Menurutnya, keterbatasan SDM menjadi tantangan nyata yang perlu mendapatkan solusi secara cepat dan tepat.

Dalam hal ini, Kemenkop telah melakukan berbagai upaya pelatihan dan pendampingan SDM Pengelola/pengurus Kopdes/Kel Merah Putih agar kedepan proses operasionalisasinya dapat berjalan dengan baik dan optimal.

Sementara itu, Direktur Utama Kopindosat Wahono menjelaskan bahwa pembangunan backbone fiber optik dilakukan di sepanjang jalur rel kereta dengan total panjang sekitar 4.600 kilometer. Jalur utama membentang dari Cikampek hingga Banyuwangi, disertai sejumlah percabangan.

Ia menambahkan bahwa proyek ini diharapkan menjadi solusi untuk percepatan pemerataan jaringan internet di berbagai wilayah, khususnya di pelosok-pelosok desa/kelurahan. Ia menyampaikan apresiasi kepada Kemenkop dan LPDB Koperasi yang secara konsisten memberikan dukungan terutama terkait pembiayaan.

“Semua ini (proyek) dapat berjalan berkat dukungan penuh LPDB, termasuk pembiayaan proyek sekitar Rp47–48 miliar,” katanya.

Selain itu, Wahono menjelaskan bahwa total pembiayaan LPDB kepada Kopindosat untuk berbagai kegiatan bisnis mencapai Rp228 miliar.

Berita terkait

Kejari Sawahlunto Ikuti FGD Penyusunan Pedoman Jaksa Agung soal Penundaan Penuntutan dan Denda Damai

Kejari Sawahlunto Ikuti FGD Penyusunan Pedoman Jaksa Agung soal Penundaan Penuntutan dan Denda Damai

Sawahlunto-Spektroom : Kejaksaan Negeri (Kejari) Sawahlunto mengikuti Focus Group Discussion (FGD) yang diselenggarakan oleh Kejaksaan Republik Indonesia melalui bidang Tindak Pidana Umum dalam rangka penyusunan Pedoman Jaksa Agung tentang Penyelesaian Perkara Pidana Berdasarkan Perjanjian Penundaan Penuntutan dan Denda Damai. Kegiatan tersebut dilaksanakan secara daring melalui Zoom Meeting, Senin (9/3/2026)

Riswan Idris, Rafles