Pulang dari Negeri Seberang: Potret Humanis di PLB Entikong

Pekerja Migran Indonesia

Pulang dari Negeri Seberang: Potret Humanis di PLB Entikong
Ratusan para Pekerja Minggran yang dipulangkan sedang memasuki wilayah PLB Entikong Indonesia dengan berjalan kaki. Foto:Kiriman Ono Suwarno Petugas PLBN Entikong .

Entikong - Spektroom : Pagi itu, Selasa (28/04/2026), suasana di Pos Lintas Batas (PLB) Entikong tampak berbeda dari biasanya. Sejak gerbang perbatasan dibuka pukul 07.00 WIB, arus kedatangan dari arah Malaysia langsung memadati kawasan pemeriksaan.

Deretan bus datang silih berganti, menurunkan penumpang yang kemudian bergegas masuk ke ruang verifikasi dokumen. Di tengah keramaian itu, wajah-wajah lelah bercampur lega terlihat jelas. Mereka adalah Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang dipulangkan oleh pemerintah Malaysia.

Sebagian membawa tas besar berisi barang seadanya, sebagian lagi hanya menggenggam map dokumen yang menjadi penentu langkah mereka selanjutnya.

Petugas PLB Entikong, Ono Suwarno, mengatakan lonjakan ini sudah terjadi dalam beberapa hari terakhir dan terus meningkat. “Sejak pagi tadi, bus terus berdatangan. Mayoritas yang masuk adalah PMI yang dipulangkan,” ujarnya melalui pesan singkat.

Menurut Ono, sebagian besar dari mereka menghadapi persoalan administrasi. Ada yang terkendala izin kerja atau permit, ada pula yang masa kontraknya telah berakhir. Tak sedikit juga yang sengaja kembali ke Indonesia untuk melakukan cap dokumen sebelum kembali bekerja ke luar negeri.

Di antara antrean panjang, cerita-cerita perjalanan hidup terselip. Seorang pria paruh baya asal Jawa Tengah Riswanto mengaku telah bekerja lebih dari 5 tahun di Malaysia sebelum akhirnya harus pulang karena dokumennya tidak lagi berlaku. “Mau tidak mau harus kembali, urus ulang semuanya,” katanya pelan.

Sementara itu, seorang perempuan muda dari Kalimantan Barat Resti memilih pulang untuk memperbarui dokumen sebelum kembali bekerja. “Ini cuma sebentar, nanti balik lagi. Kerja di sana masih dibutuhkan,” ucapnya, mencoba tersenyum.

PLB Entikong hari itu bukan sekadar tempat pemeriksaan dokumen, tetapi juga menjadi titik temu berbagai harapan dan ketidakpastian. Petugas terlihat sigap mengatur arus, memastikan proses berjalan tertib di tengah kepadatan.

Meski situasi ramai, suasana tetap terkendali. Namun, lonjakan ini menjadi pengingat persoalan pekerja migran, terutama terkait legalitas dan perlindungan, masih menjadi tantangan yang belum sepenuhnya selesai.

Di perbatasan ini, setiap langkah yang melintas bukan hanya perpindahan antar negara, melainkan juga perjalanan hidup yang penuh cerita-tentang kerja, harapan, dan keinginan untuk kembali memulai.

Berita terkait

Pemprov DKI Kolaborasi  BI dan OJK  Akan Gelar Jakarta Creative Festival 2026

Pemprov DKI Kolaborasi BI dan OJK Akan Gelar Jakarta Creative Festival 2026

Jakarta - Spektroom : Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bersama Bank Indonesia (BI) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) akan berkolaborasi menggelar Jakarta Creative Festival (JCF) 2026 pada 4–5 Juli 2026 di Istora Senayan, Jakarta. Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, mengatakan festival tersebut memiliki nilai strategis dalam memperkuat dan mengembangkan potensi ekonomi

Irvan Idris Saleh, Nurana Diah Dhayanti
Babinsa Jajaran Kodim 1425/ Jeneponto Perkuat Basis Data Balita Percepatan Penanganan Stunting

Babinsa Jajaran Kodim 1425/ Jeneponto Perkuat Basis Data Balita Percepatan Penanganan Stunting

Jeneponto- Spektroom :Babinsa jajaran Kodim 1425/Jeneponto melaksanakan pendampingan kegiatan validasi dan pengukuran ulang serentak data balita kategori Keluarga Risiko Stunting (KRS) dan stunting di wilayah binaan masing-masing. Kegiatan ini berlangsung di sejumlah desa dan kelurahan sebagai bagian dari upaya memperbarui data lapangan agar sesuai dengan kondisi riil masyarakat. Dalam

Yahya Patta, Nurana Diah Dhayanti
PSN Blok Masela buka lapangan kerja Bawa Kesejahteraan Nyata Bagi Warga Tanimbar

PSN Blok Masela buka lapangan kerja Bawa Kesejahteraan Nyata Bagi Warga Tanimbar

Ambon-Spektroom: Proyek Strategis Nasional (PSN) Blok Masela yang berlokasi di wilayah perairan dan daratan Kepulauan Tanimbar, Provinsi Maluku, diproyeksikan menjadi penggerak utama kemajuan ekonomi dan peningkatan taraf hidup bagi masyarakat setempat. Harapan ini semakin menguat seiring dengan berbagai persiapan yang terus berjalan menuju tahap pelaksanaan pembangunan. Akhir-akhir ini, kehadiran tim

Eva Moenandar, Pelinus Latuheru