Trending

Pulau Penyengat Pulau Bersejarah Aset Berharga di Kepri

Pulau Penyengat Pulau Bersejarah Aset Berharga di Kepri
Pulau Penyengat Bedelau konsep Gubernur Kepri Ansar Ahmad(Foto: Dispar)

Tanjungpinang - Spektroom : Gubernur Kepulauan Riau(Kepri) Ansar Ahmad sejak periode pertama memimpin Kepri terus melakukan pembenahan terutama di Pulau Bersejarah Penyengat menjadi perhatiannya.

Pulau bersejarah di Kota Tanjungpinang salah 1 pusat penting peradaban Melayu dan perkembangan bahasa Indonesia itu kini memasuki babak lanjutan penataan melalui program Penyengat Bedelau.

Penataan tidak lagi hanya menyentuh jalan, drainase, lingkungan, dan situs bersejarah. Pemerintah Provinsi(Pemprov) Kepri juga mempersiapkan pembangunan Museum dan Monumen Bahasa Nasional yang dirancang menjadi bagian dari konsep museum terbuka atau open museum dengan cakupan kawasan cagar budaya Pulau Penyengat.

Bedelau dalam khazanah Melayu menggambarkan sesuatu yang gemilang dan indah. Semangat itulah yang menjadi arah penataan Pulau Penyengat memperbaiki wajah kawasan tanpa melepaskannya dari sejarah, budaya, kehidupan masyarakat, dan karakter Melayu yang telah tumbuh selama berabad-abad.

Program Penyengat Bedelau dijalankan melalui sejumlah pendekatan, mulai dari revitalisasi infrastruktur, penataan kawasan cagar budaya, perbaikan lingkungan, penerangan kawasan, hingga pengembangan fasilitas dan ikon kebudayaan.

Penataan tidak semata diarahkan untuk kepentingan pariwisata, tetapi juga menjadi bagian dari upaya menjaga warisan sejarah Melayu dan meningkatkan kenyamanan masyarakat yang tinggal di Pulau Penyengat.

“Pulau Penyengat ini adalah aset berharga yang harus kita rawat dengan baik. Setiap perbaikan dan revitalisasi yang kita lakukan bertujuan untuk meningkatkan kenyamanan pengunjung, sekaligus menjaga keaslian dan nilai historis dari setiap bangunan yang ada,” ujar Ansar.

 Salah satu perubahan yang paling terasa berada pada infrastruktur dasar. Hingga Agustus 2026, jaringan jalan internal yang menghubungkan dermaga, situs bersejarah, fasilitas publik, dan kawasan permukiman warga telah selesai ditata menggunakan cor beton bermotif (pattern concrete).

Balai Adat di Pulau Penyengat, terlihat revitalisasi dilaksnakan Pemprov Kepri di kawasan ini merubah wajah bangunan sebagai pusat musyawarah, tempat penyambutan tamu penting, dan wadah kegiatan budaya Melayu di Pulau Penyengat (Foto: Diskominfo).

 Jaringan penerangan jalan telah ditambah di jalur utama, termasuk kawasan dari Masjid Raya Sultan Riau hingga Balai Adat Melayu Penyengat. Penataan langkap, lampu hias, serta pengembangan ruang cerita atau storytelling dan artwork turut dipersiapkan bersama Kementerian Pekerjaan Umum untuk memperkuat karakter kawasan.

Ansar mengungkapkan sebagian lampu hias yang dipasang di ruas-ruas jalan Pulau Penyengat menggunakan dana pribadinya dan bukan bersumber dari APBD Kepri. Lampu-lampu itu dana pribadi, dari rezeki, kita bagi-bagi untuk rakyat bukan dalam bentuk uang. Penerangan tersebut dipasang secara bertahap di sejumlah ruas jalan di kawasan permukiman.

Selain mendukung aktivitas warga, keberadaan penerangan diharapkan memberikan kenyamanan bagi wisatawan yang berada atau menginap di Pulau Penyengat pada malam hari.

Berita terkait

Sikendali Ambon: Pemkot Bidik Ancaman Inflasi dari Jalur Pasokan

Sikendali Ambon: Pemkot Bidik Ancaman Inflasi dari Jalur Pasokan

Ambon-Spektroom : Pemerintah Kota Ambon mulai menyiapkan strategi baru untuk mengantisipasi lonjakan harga kebutuhan pokok. Melalui Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID), Pemkot memperkenalkan SIKENDALI AMBON, sebuah sistem berbasis data yang dirancang mendeteksi risiko inflasi sebelum berdampak pada masyarakat. Konsep yang merupakan singkatan dari Sinergitas Kendali Inflasi dan Neraca Logistik Ambon

Eva Moenandar, Julianto
Pemkab Bogor Berkomitmen Akan Memberikan Penghargaan Kepada Atlet Yang Berhasil Meraih Prestasi

Pemkab Bogor Berkomitmen Akan Memberikan Penghargaan Kepada Atlet Yang Berhasil Meraih Prestasi

Bogor-Spektroom : Bupati Bogor Rudy Susmanto menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Bogor untuk memberikan penghargaan kepada atlet yang berhasil meraih prestasi dan mengharumkan nama daerah. Bentuk apresiasi tersebut salah satunya melalui pemberian uang pembinaan sebagai penghargaan atas perjuangan dan dedikasi para atlet. Hal tersebut disampaikan Rudy saat mengukuhkan dan melepas 946

Asmari, Julianto
Enam Desa di Kecamatan Pasilambena, Hanya Dilayani dua Bhabinkamtibmas

Enam Desa di Kecamatan Pasilambena, Hanya Dilayani dua Bhabinkamtibmas

Kep. Selayar-Spektroom : Keterbatasan personel Bhabinkamtibmas menjadi tantangan tersendiri dalam mengoptimalkan pelayanan kepolisian di wilayah kepulauan Kecamatan Pasilambena, Kabupaten Kepulauan Selayar. Saat ini, enam desa dengan luas wilayah 114,50 kilometer persegi dan jumlah penduduk 7.008 jiwa hanya dilayani dua personel Bhabinkamtibmas yang masing-masing membawahi tiga desa. Kondisi

Yahya Patta, Julianto