Puluhan Guru Di Solo Mendapat Pelatihan AI
Spektroom - Kebutuhan pembelajaran berbasis Artificial Intelligence - AI sekarang ini sudah mendesak, bahkan tenaga pendidik termasuk di Solo dituntut memiliki kemampuan tersebut.
Guna menyeimbangkan kemampuan tenaga pendidik dengan kebutuhan siswa yang kini sudah mulai bersinggungan dengan dunia coding dan kecerdasan artifisial, puluhan guru di SMP Negeri 21 Surakarta mengikuti kegiatan Komunitas Belajar (Kombel) pembuatan media pembelajaran berbasis Artificial Intelligence (AI) di sekolah setempat, ( Kamis, 19/02/2026 )
Waka Kurikulum SMPN 21 Surakarta, Vanda Ardiyansyah, yang juga sebagai pemateri menjelaskan pengenalan AI merupakan tuntutan kurikulum dari Kementerian yang mengarah pada penguasaan Coding dan Kecerdasan Artifisial (KKA).
Sehingga diharapkan para guru jika sudah memanfaatkan AI akan dapat bekerja lebih efektif, mempercepat pekerjaan dsn memperindah materi yang diajarkan
"AI di sini kita arahkan agar Bapak Ibu guru bisa bekerja lebih efektif, mempercepat pekerjaan, dan memperindah materi agar memiliki nilai tambah. Misalnya, mengubah bank soal konvensional menjadi gim interaktif menggunakan Polypad agar siswa lebih tertarik belajar," Jelas Vanda Ardiyansyah
Di sisi lain dalam penggunaan teknologi pengawasan kepada siswa penting dilakukan.
Meski guru mulai memanfaatkan AI untuk mengolah materi, penggunaan ponsel bagi siswa di sekolah tetap dibatasi dan hanya diperbolehkan pada hari tertentu dengan syarat terbatas serta di bawah kontrol wali kelas guna mencegah penyalahgunaan AI untuk mengerjakan tugas secara instan.
Sementara itu, Kepala SMPN 21 Surakarta, Wegang Sri Sulanjari, menegaskan guru harus adaptif terhadap perubahan zaman agar tidak tertinggal oleh pengetahuan siswa yang berkembang sangat cepat.
Melalui wadah Kombel, terjadi proses berbagi pengalaman antara guru muda yang mahir teknologi dengan guru senior yang kaya akan pengalaman visualisasi materi.
"Jangan sampai anaknya sudah lari jauh sekali, tapi gurunya masih berjalan di tempat. Guru-guru yang sudah mengikuti pelatihan dari Kementerian harus membagi ilmunya agar kualitas pembelajaran meningkat, yang pada akhirnya meningkatkan kompetensi peserta didik," kata Wegang menjelaskan.
Dengan penguasaan AI ini, guru dapat mengarahkan siswa untuk menggunakan teknologi secara positif.
Bermain media sosial, teknologi diharapkan menjadi sarana bagi siswa untuk menghasilkan karya yang bermanfaat dan berbagi praktik di ruang digital.
Dalam pelatihan ini, para guru diperkenalkan pada berbagai perangkat populer seperti Chat GPT untuk pengolahan teks, Gemini untuk visual, serta Suno untuk kebutuhan audio.
(Dan)