Puluhan Petani Bawang Karo Demo di DPRD Sumut, Desak Penertiban Impor Ilegal

Puluhan Petani Bawang Karo Demo di DPRD Sumut, Desak Penertiban Impor Ilegal
Suasana unjuk rasa puluhan petani bawang asal Tanah Karo di depan Gedung DPRD Sumut.

Medan - Spektroom: Puluhan petani bawang asal Kabupaten Tanah Karo menggelar aksi unjuk rasa di depan Gedung DPRD Sumatera Utara, Selasa (31/3/2026).

Mereka menuntut pemerintah dan aparat penegak hukum bertindak tegas terhadap maraknya peredaran bawang impor ilegal yang dinilai merugikan petani lokal.

Pantauan Mistar di lapangan, massa mulai berkumpul di Jalan Imam Bonjol, tepat di depan kantor DPRD Sumatera Utara sekitar pukul 13.20 WIB. Setibanya di lokasi, para petani langsung menyampaikan orasi secara bergantian dengan membawa berbagai tuntutan.

Dalam aksinya, massa mendesak pemerintah melakukan operasi terpadu untuk menertibkan peredaran bawang impor ilegal di seluruh wilayah Sumatera Utara. Mereka meminta keterlibatan aktif pemerintah daerah, aparat penegak hukum, hingga instansi terkait agar distribusi ilegal yang merusak harga pasar dapat dihentikan.

“Kami menuntut pengusutan menyeluruh terhadap aktor intelektual di balik praktik impor ilegal tersebut. Penindakan selama ini hanya menyasar pelaku lapangan, tanpa menyentuh jaringan besar yang diduga menjadi dalang praktik mafia pangan,” ujar salah seorang massa aksi yang melakukan orasi.

Tak hanya itu, massa turut mendesak Bobby Nasution untuk mengevaluasi dan mencopot Kepala Dinas Perdagangan Sumut yang dianggap lalai dalam menjalankan fungsi pengawasan.

Di sisi legislatif, petani meminta Komisi B DPRD Sumut meningkatkan fungsi pengawasan melalui inspeksi mendadak (sidak) ke pasar tradisional, gudang distribusi, serta pusat perdagangan guna memastikan tidak adanya praktik ilegal dan menjaga stabilitas harga.

Aksi tersebut juga menyasar aparat kepolisian. Massa mendesak Kapolda Sumut memperketat pengawasan terhadap jalur masuk barang impor ilegal, baik melalui pelabuhan maupun jalur darat.

“Evaluasi kinerja Satgas Pangan dan Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) juga menjadi tuntutan, karena kami menilai belum maksimalnya dalam pencegahan dan penindakan,” katanya.

Meski berbagai tuntutan telah disampaikan, hingga aksi berlangsung belum terlihat perwakilan anggota DPRD Sumut yang menemui massa. Sementara itu, ratusan personel keamanan tampak berjaga di sekitar lokasi untuk memastikan situasi tetap kondusif. (Ari/Tati R)

Berita terkait

Jaringan Irigasi Di Bali Di Rebahilitasi  Untuk Perkuat Produksi Pangan

Jaringan Irigasi Di Bali Di Rebahilitasi  Untuk Perkuat Produksi Pangan

Jakarta – Spektroom : Kementerian Pekerjaan Umum (PU) terus memperkuat dukungan terhadap sektor pertanian melalui peningkatan dan rehabilitasi jaringan irigasi guna mendorong produktivitas pangan di berbagai daerah, termasuk di Provinsi Bali. Melalui pelaksanaan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 2 Tahun 2025 tentang Percepatan Pembangunan, Peningkatan, Rehabilitasi, serta Operasi dan Pemeliharaan Jaringan Irigasi untuk

Nurana Diah Dhayanti
Pemko Sawahlunto Gerak Cepat Tangani Kebakaran di Desa Santur, Bantuan Darurat dan Layanan Administrasi Langsung Disalurkan

Pemko Sawahlunto Gerak Cepat Tangani Kebakaran di Desa Santur, Bantuan Darurat dan Layanan Administrasi Langsung Disalurkan

Sawahlunto-Spektroom : Pemerintah Kota Sawahlunto bergerak cepat merespons musibah kebakaran yang menghanguskan dua unit rumah warga di Desa Santur, Kecamatan Barangin, pada Senin malam. Dua rumah yang terbakar diketahui milik warga bernama Jumiran dan Rahma Geni Saputra. Kurang dari 24 jam setelah kejadian, tepatnya Selasa pagi (21/4/2026), Wali Kota

Riswan Idris, Buang Supeno