Ramadan, Harga Telur di Solo Stabil Tinggi
Surakarta – Spektroom: Permintaan telur dalam suasana Ramadan di Solo kali ini, tidak terjadi lonjakan siginifikan. Sedangkan harga telur relative stabil agak tinggi sekitar Rp 27.500 – Rp 28.500 per kilogram (Kg) di tingkat pengecer.
Salah seorang penjual telur di kawasan Sangkrah Solo, Wati mengaku, penjualan telur berlangsung normal seperti hari-hari biasa dan tidak terjadi lonjakan permintaan. Kondisi ini jauh berbeda dengan Ramadan tahun lalu yang mengalami peningkatan siginifikan.
“Ini biasa saja, saya tiap hari menjual sekitar 17 peti, seperti hari-hari biasa. Kalau Ramadan tahun lalu saya bisa menjual sekitar 25 peti,” ungkap Wati, Selasa (10/3/2026).
Menurutnya, kondisi Ramadan kali ini jauh berbeda dengan Ramadan tahun lalu, dimana permintaan telur cukup waktu itu melonjak terutama untuk keperluan pembuatan makanan atau takjil dalam jumlah banyak.
“Kalau Ramadan tahun lalu, permintaan cukup banyak untuk keperluan takjil bisa membeli 5 – 7 Kilogram per orang. Sekarang ini permintaan biasa untuk keperluan sehari-hari baik rumah tangga maupun jualan makanan, paling ya.. 1 Kg - 3 Kg per orang,” ucapnya.
Untuk harga telur menurutnya terjadi penurunan sedikit, sejak Senin 9 Maret 2026, dari Rp 28.500 menjadi Rp 27.500 per Kg.
“Mungkin dari produsen stok banyak, sementara permintaan biasa, jadi ini turun seribu per Kg nya,” imbuhnya.
Sementara itu dari pantauan Spektroom, di beberapa pasar tradisional, untuk harga telur menjelang Ramadan mengalami kenaikan. Sebelumnya sempat di angka Rp 25.500 per Kg kemudian merangkak naik hingga bertahan di Rp 27.500 - Rp 28.500 selama Ramadan hingga saat ini.

Hal itu dibenarkan pedagang telur di pasar tradisional Ledoksari Solo, Hartinah. Menurutnya keperluan untuk takjil dan hidangan Ramadan banyak membutuhkan telur, sehingga ada sedikit permintaan.
“Ada sedikit peningkatan, untuk keperluan takjil dan sebagian pelaku UMKM sudah memproduksi kue lebaran. Untuk harga telur selama sekitar 3 pekan Ramadan ini di kisaran Rp 28.500 per Kg,” ujarnya.
Dalam sehari pihaknya menjual telur sekitar 15 – 17 peti telur, karena ada sedikit peningkatan maka kadang bisa mencapai 20 peti telur . Terlur yang dijual meliputi telur biasa, telur premium (omega) dan telur tanpa cangkang yang dikemas dalam plastik (sudah pecah dari produsen).
Ia memperkirakan kenaikan permintaan akan terjadi menjelang Idul Fitri, namun untuk kenaikan harga belum bisa diketahui. Sedangkan pasokan telur selama ini cukup lancar.
Sementara itu, dalam rangka stabilisasi pasokan dan harga pangan menjelang Ramadhan dan Idul Fitri, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Surakarta bersama Bank Indonesia, gencar menyelenggarakan Gerakan Pangan Murah. Info Gerakan Pangan Murah yang digelar di Kecamatan-kecamatan di Solo itu disebar ke masyarakat luas hingga RT RW, melalui Flyer media sosial maupun WhatApp Grup. (Ciptati Handayani).