Ramadhan Volume Sampah di TPA Ambulu Jember Meningkat 40 Persen
Jember-Spektroom : Aktivitas masyarakat yang meningkat selama bulan suci Ramadhan berdampak langsung pada bertambahnya timbulan sampah.
Hal tersebut terlihat di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Ambulu, Kabupaten Jember, Jawa Timur di mana volume sampah yang masuk mengalami peningkatan signifikan dibandingkan bulan-bulan biasa. Senin (16/03/2026)
Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) kecamatan Ambulu, kabupaten Jember, Jawa Timur merupakan salah satu lokasi pengelolaan sampah yang berada di bawah naungan Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Lingkungan Hidup (DPRKPLH) Kabupaten Jember, khususnya pada bidang kebersihan. Di tempat inilah sampah dari berbagai wilayah di Kabupaten Jember berakhir setelah melalui proses pengumpulan dari tingkat rumah tangga hingga pengangkutan oleh petugas kebersihan.
Pengelolaan sampah sebenarnya dimulai dari hulu, yaitu dari rumah tangga masyarakat. Setiap hari, berbagai jenis sampah seperti sisa makanan, kemasan plastik, dan limbah rumah tangga lainnya dikumpulkan dari lingkungan warga. Petugas kebersihan kemudian mengangkut sampah tersebut menuju tempat penampungan sementara sebelum akhirnya dibawa menggunakan truk menuju TPA Ambulu.
Sesampainya di TPA, sampah diturunkan di area yang telah ditentukan untuk kemudian ditata dan dikelola oleh petugas. Proses ini bertujuan agar penimbunan sampah tetap terkendali dan tidak menimbulkan dampak negatif bagi lingkungan sekitar.
Meskipun saat ini masyarakat tengah menjalani ibadah puasa, para petugas kebersihan tetap menjalankan tugasnya seperti hari-hari biasa. Sejak pagi hari, truk-truk pengangkut sampah terus berdatangan membawa muatan dari berbagai titik di Kabupaten Jember.
Korwil Ambulu, Hamid, mengatakan bahwa selama bulan Ramadhan volume sampah yang masuk ke TPA Ambulu mengalami peningkatan cukup signifikan
"Bisa mencapai sekitar 40 persen dibandingkan bulan-bulan sebelumnya. Hal ini biasanya disebabkan oleh meningkatnya aktivitas rumah tangga, terutama dari sisa makanan dan kemasan selama bulan puasa,” jelas Hamid kepada spektroom.co.id pada Senin (16/03/2026).
Menurutnya, peningkatan volume sampah tersebut membuat para petugas harus bekerja lebih ekstra untuk memastikan seluruh sampah yang masuk dapat tertangani dengan baik. Meski demikian, ia menegaskan bahwa pengelolaan sampah tidak hanya menjadi tanggung jawab petugas kebersihan semata. Peran masyarakat sangat penting dengan mengelola sampah secara bijak sejak dari rumah.
“Dengan demikian, peningkatan volume sampah selama Ramadhan tetap dapat tertangani dengan baik tanpa mengganggu kebersihan dan kenyamanan lingkungan,” pungkasnya. (Budi S)