Trending

Rampung Pancing Hujan, OMC Semai 80 Ton Garam di Langit Riau

Rampung Pancing Hujan, OMC Semai 80 Ton Garam di Langit Riau
Bahan dan perangkat OMC untuk semai garam di langit Riau. (Foto: Diskominfotik Riau)

Pekanbaru-Spektroom : Pelaksanaan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) untuk membuat hujan buatan telah selesai dilaksanakan di Riau. Selama periode pelaksanaan yakni pada bulan Juli hingga September, total 80 ton garam telah di semai di langit Riau.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Pemadam Kebakaran Riau Edy Afrizal melalui Kabid Kedaruratan dan Logistik Jim Gafur mengatakan kepada awak media, Minggu ( 11/10/26 ) OMC yang dilaksanakan di Riau merupakan bantuan dari pemerintah pusat melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Kementerian Kehutanan, BMKG dan juga BRIN. 

“Selama periode pelaksanaan OMC di Riau yakni mulai 30 Juli hingga 25 September, total garam yang telah di semai sebanyak 80 ton,” katanya.

Dikatakannya, selama pelaksanaan OMC tersebut, juga sudah terpantau terjadi hujan dibeberapa wilayah di Riau. Hal tersebut juga cukup membantu dalam proses pemadam Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang sempat terjadi di Riau beberapa waktu lalu.

“Setelah pelaksanaan OMC di beberapa wilayah yang sebelumnya kering turun hujan. Hal tersebut juga cukup membantu proses pemadaman Karhutla,” sebutnya.

Sementara itu, Provinsi Riau saat ini dilaporkan sudah nihil titik Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla). Namun, beberapa wilayah di Riau dilaporkan masih diselimuti kabut asap.

“Riau saat ini sudah nihil Karhutla. Hujan juga sudah hampir merata terjadi di wilayah Riau,” katanya.

Meski kondisi Riau saat ini nihil karhutla, petugas tetap disiagakan dan pemantauan terhadap daerah rawan kebakaran terus dilakukan.

BPBD Damkar Riau juga mengingatkan masyarakat agar tidak lengah dan tidak membuka maupun membersihkan lahan dengan cara membakar.

"Kondisinya memang sudah nihil, tetapi kewaspadaan tetap harus dijaga. Kami mengimbau masyarakat jangan melakukan pembakaran lahan agar karhutla tidak kembali terjadi," ujarnya. 

Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Pemadam Kebakaran Riau, total luas lahan terbakar di Riau telah mencapai 20.597,23 hektare. Kabupaten Bengkalis menjadi wilayah dengan luas terbakar terluas se-Riau yaitu 8.569,25 Ha. Disusul Pelalawan dengan luas terbakar 6.710,21 Ha, Inhu 1.631,95 Ha, Inhil 1.381,54 Ha, dan Dumai 651,09 Ha.

“Untuk Wilayah lain yakni Rohil: 445,47 Ha, Siak: 429,72 Ha, Meranti: 307,91 Ha, Kampar: 171,67 Ha, Kuansing: 129,32 Ha, Pekanbaru: 106,73 Ha dan Rohul: 62,37 Ha,” katanya. (SN/Rill/MCR)

Berita terkait

Kapolda Jateng Tegaskan Pelayanan Humanis dan Komitmen Berantas Pungli

Kapolda Jateng Tegaskan Pelayanan Humanis dan Komitmen Berantas Pungli

Semarang-Spektroom : Masyarakat diminta tidak ragu melaporkan jika menemukan anggota kepolisian yang melakukan pungutan liar (pungli) atau menyalahgunakan kewenangan. Kepolisian Daerah Jawa Tengah berkomitmen menindaklanjuti laporan tersebut sesuai ketentuan yang berlaku. Komitmen itu ditegaskan Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol. Roy Hardi Siahaan saat menggelar Safari Kamtibmas di Gereja Santo Athanasius

Bian Pamungkas
Kendaraan Roda Tiga Berpotensi Jadi Alternatif Transportasi Perkotaan

Kendaraan Roda Tiga Berpotensi Jadi Alternatif Transportasi Perkotaan

Surakarta – Spektroom: Pengembangan kendaraan roda tiga, seperti bajaj modern dan becak listrik, dinilai berpotensi menjadi alternatif transportasi di Indonesia. Selain mendukung mobilitas masyarakat, moda ini dapat mengisi kebutuhan transportasi pengumpan menuju angkutan umum massal, terutama di kawasan perkotaan, perdesaan, dan kepulauan. Pakar transportasi dari Unika Soegijapranata sekaligus Dewan Penasihat Masyarakat

Ciptati Handayani, Bian Pamungkas