Ratusan KK di Jember Kesulitan Air Bersih, BPBD dan PMI Salurkan Bantuan
Jember - Spektroom: Kekeringan akibat musim kemarau membuat ratusan keluarga di Jember krisis air bersih. Kekeringan masih dirasakan warga Lingkungan Plalangan, Kelurahan Bintoro, Kecamatan Patrang, Kabupaten Jember, Jawa Timur. Hal yang sama juga terjadi di Lingkungan Pelinggian, Kelurahan Antirogo, Kecamatan Sumbersari, Kabupaten Jember, Jawa Timur

Sementara dampak musim kemarau membuat 155 kepala keluarga (KK) di Dusun Jatian, Desa Sumberpinang, Kecamatan Pakusari, Kabupaten Jember, Jawa Timur, kesulitan mendapatkan air bersih. Sumur warga mengering dan sebagian air yang tersisa sudah keruh sehingga tidak layak dikonsumsi.
Kondisi tersebut mendorong Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jember bersama Palang Merah Indonesia (PMI) kembali melakukan pendampingan dan distribusi bantuan air bersih pada Selasa, (20/10/2026).

Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kabupaten Jember, Masyhudi, mengatakan distribusi air dilakukan berdasarkan permohonan serta hasil asesmen.
“Hasil asesmen menunjukkan dampak musim kemarau menyebabkan warga mengalami kesulitan air bersih. Karena itu, kami merekomendasikan adanya pendistribusian air secara berkala untuk membantu memenuhi kebutuhan warga,” kata Mashudi.
Menurut dia, warga terdampak tersebar di dua wilayah. Sebanyak 50 keluarga berada di RT 02 RW 08, sedangkan 40 keluarga lainnya berada di RT 02 RW 07 Lingkungan Pelinggian. Total terdapat 90 keluarga yang terdampak kekeringan.
Dalam kegiatan tersebut, tim BPBD berangkat menuju lokasi sekitar pukul 14.15 WIB dan tiba 15 menit kemudian. TRC BPBD selanjutnya melakukan pendampingan selama proses distribusi air bersih yang dilakukan PMI.
Sebanyak 5.000 liter air bersih disalurkan PMI kepada warga terdampak. Untuk mendukung penampungan air, di lokasi juga telah tersedia empat tandon berkapasitas masing-masing 1.200 liter. Dua tandon merupakan bantuan BPBD, sementara dua lainnya disediakan PMI.
Masyhudi mengatakan distribusi air tersebut merupakan penyaluran ke-38 dalam penanganan dampak kekeringan. Dengan tambahan 5.000 liter pada Selasa, total bantuan air bersih yang telah didistribusikan hingga 20 Oktober 2026 mencapai 182.500 liter.
“Distribusi ini diharapkan dapat membantu warga memenuhi kebutuhan air bersih, terutama selama sumber air yang tersedia belum mencukupi,” ujarnya.
BPBD merekomendasikan distribusi lanjutan dilakukan secara berkala setiap dua hari sekali. Setiap distribusi direncanakan membawa air sebanyak 5.000 liter, menyesuaikan kebutuhan warga dan kondisi di lapangan.
Kegiatan distribusi berlangsung aman, kondusif, dan tanpa kendala. BPBD bersama PMI dan unsur kewilayahan akan terus memantau kondisi warga terdampak untuk memastikan kebutuhan air bersih tetap terpenuhi selama kekeringan berlangsung. (budi)