Ratusan Warga Muhammadiyah Padati Stadion Notohadinegoro Jember Shalat Idul Fitri 1447 H
Jember-Spektroom : Stadion Notohadinegoro, Kecamatan Patrang, kabupaten Jember, Jawa Timur, dipenuhi jemaah pada Jumat pagi (20/03/2026).
Ratusan warga Muhammadiyah dari berbagai penjuru Kabupaten Jember, khususnya Kecamatan Patrang, berkumpul untuk melaksanakan shalat Idul Fitri 1 Syawal 1447 Hijriah, pada Jum'at (20/03/2026).
Pelaksanaan ibadah ini merupakan tindak lanjut dari keputusan Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat Muhammadiyah yang menetapkan 1 Syawal 1447 Hijriah jatuh pada Jumat Legi, 20 Maret 2026 Masehi.
Penetapan tersebut didasarkan pada kriteria Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT) yang telah diputuskan dalam Musyawarah Nasional XXXII Tarjih Muhammadiyah.
Rangkaian ibadah dimulai tepat pukul 06.10 WIB. Ustaz Syaihun Atiq LR, S.Pd., bertindak sebagai imam dan memimpin salat dengan khusyuk di tengah suasana stadion yang tertib.
Usai salat, khotbah Idulfitri disampaikan oleh Ustad Dr. Dhian Wahana Putra, M.Pd., dengan tema “Silaturahmi Keluarga sebagai Fondasi Peradaban”.
Dalam khotbahnya, ia menekankan bahwa esensi Idul Fitri harus dimulai dari rekonsiliasi atau perdamaian di tingkat keluarga. Menurutnya, saling memaafkan antaranggota keluarga menjadi langkah penting untuk menghapus ganjalan hati yang mungkin muncul selama setahun terakhir.
Ia juga menyoroti pentingnya menjaga kualitas komunikasi di tengah gempuran teknologi. Momentum Lebaran, kata dia, harus dimanfaatkan sebagai ruang untuk membangun komunikasi tatap muka yang hangat dan berkualitas, sehingga ikatan kasih sayang dalam keluarga tetap terjaga.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa keluarga yang harmonis dan aktif bersilaturahmi akan melahirkan kesalehan sosial. Kondisi ini pada akhirnya membentuk masyarakat yang kuat serta memiliki kepedulian terhadap lingkungan sekitar.
“Keluarga adalah benteng pertahanan terakhir umat. Jika hubungan keluarga retak, maka struktur sosial kita akan ikut rapuh. Idulfitri adalah waktu terbaik untuk menyambung kembali apa yang sempat terputus dan mempererat apa yang sempat renggang,” ujarnya di hadapan jemaah.
Pemilihan Stadion Notohadinegoro Patrang sebagai lokasi utama terbukti efektif menampung antusiasme jemaah. Aparat kepolisian dan TNI turut mengamankan jalannya kegiatan, sehingga ibadah berlangsung kondusif dan arus lalu lintas di sekitar stadion tetap lancar.
Salah seorang jemaah mengaku bersyukur atas kelancaran pelaksanaan salat Idul fitri tahun ini. Menurutnya, kapasitas stadion yang memadai membuat jemaah dapat beribadah dengan nyaman.
Kegiatan diakhiri dengan ramah tamah singkat antar jemaah di area lapangan. Setelah itu, mereka beranjak untuk melanjutkan tradisi silaturahmi ke rumah kerabat masing-masing.