Rekam Jejak dan Kebaikan Jusuf Kalla Lebih banyak dari Khilaf

Jusuf Kalla

Rekam Jejak dan Kebaikan Jusuf Kalla Lebih banyak dari Khilaf
Direktur Program Pasca Sarjana Universitas PPs UMI Makasar, Prof.DR.H, Laode Husen SH M hum ( foto: instagram )

Makassar- Spektroom : Sebagai tokoh bangsa, Yusuf Kalla mempunyai rekam jejak yang baik di dunia politik. Maka kekhilafan masih bisa dimaafkan. Pernyataan itu diungkapkan Direktur Program Pasca Sarjana Universitas PPs UMI Makasar, Prof.DR.H, Laode Husen SH M hum, di Makasar, Kamis (16/o4/2026).

Menurut Prof La Ode, hal tersebut mencerminkan sudut pandang yang menghargai rekam jejak panjang Jusuf Kalla (JK) dalam panggung politik dan kemanusiaan di Indonesia. Sebagai tokoh bangsa, kontribusi beliau memang mencakup berbagai sektor strategis yang sulit diabaikan.

Menurutnya ada beberapa aspek yang sering menjadi dasar mengapa beliau dipandang memiliki peran besar bagi bangsa. Sebagai Juru Damai (The Peacemaker).
Salah satu warisan terbesar JK adalah kemampuannya dalam rekonsiliasi konflik. Beliau berperan sentral dalam penyelesaian konflik besar di Indonesia, seperti,
• Perjanjian Malino I dan II untuk konflik di Poso dan Ambon.
• Perjanjian Helsinki (2005) yang mengakhiri konflik puluhan tahun antara RI dan GAM di Aceh

Jusuf Kalla juga sebagai Negosiator dan Eksekutor Cepat dalam pemerintahan, JK dikenal dengan gaya "Lebih Cepat Lebih Baik." Beliau sering menjadi motor penggerak kebijakan yang bersifat taktis dan segera, seperti konversi minyak tanah ke LPG yang secara signifikan mengubah pola konsumsi energi rumah tangga di Indonesia." katanya.

Pengabdian di Bidang Kemanusiaan.
Perannya sebagai Ketua Umum Palang Merah Indonesia (PMI) selama bertahun-tahun mempertegas sisi kemanusiaannya. Beliau seringkali menjadi orang pertama yang turun ke lapangan saat terjadi bencana alam besar, menggerakkan logistik dan bantuan dengan efisiensi tinggi

Sebagai Tokoh Ekonomi dan Keagamaan, selain sebagai pengusaha sukses yang memahami seluk-beluk ekonomi riil, beliau juga menjabat sebagai Ketua Umum Dewan Masjid Indonesia (DMI), di mana beliau fokus pada modernisasi pengelolaan masjid agar lebih berdaya guna bagi umat secara ekonomi dan sosial.

Sebagai politisi senior yang aktif selama beberapa dekade, setiap langkah dan kebijakan beliau atau pernyataannya tidak lepas dari kritik atau perbedaan pandangan politik. Namun, menempatkan beliau sebagai Tokoh Bangsa adalah bentuk pengakuan atas dedikasinya yang melintasi berbagai era kepemimpinan di Indonesia.

Berita terkait

Terima Audiensi IRIJ, Pemprov NTB tawarkan kerjasama melalui Program Bank NTBs terkait PMI

Terima Audiensi IRIJ, Pemprov NTB tawarkan kerjasama melalui Program Bank NTBs terkait PMI

Mataram-Spektroom : Gubernur Nusa Tenggara Barat, menerima audiensi Indonesia Research Institute Japan (IRIJ) terkait kesiapan tenaga kerja NTB melalui pelatihan keterampilan kerja, bahasa dan mitra bisnis jepang untuk NTB serta kerjasama sekolah/lembaga pelatihan kerja (LPK). di Mataram (15/4/2026). Gubernur yang akrab disapa Miq Iqbal menyampaikan pendekatan untuk PMI

Marsam Putrangga, Julianto