Rektor Unsoed Letakkan Batu Pertama Kawasan Industri Astana Wira Karya di Gunung Tugel

Rektor Unsoed Letakkan Batu Pertama Kawasan Industri Astana Wira Karya di Gunung Tugel
Rektor Unsoed Prof. Dr. Ir. Akhmad Sodiq, M.Sc., Agr., IPU., ASEAN Eng. Letakkan Batu Pertama Kawasan Industri Astana Wira Karya di Gunung Tugel.(Foto: Humas Unsoed)

Purwokerto – Spektroom
Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) resmi memulai pembangunan Kawasan Industri Astana Wira Karya di kawasan Gunung Tugel, Purwokerto, melalui prosesi peletakan batu pertama yang dilakukan Rektor Unsoed, Prof. Dr. Ir. Akhmad Sodiq, M.Sc., Agr., IPU., ASEAN Eng.

Pembangunan kawasan industri tersebut menjadi langkah awal kolaborasi antara Badan Pengembangan Usaha (BPU) Unsoed dengan PT Astana Wira Karya dalam mengembangkan kawasan manufaktur berbasis teknologi tepat guna yang mendukung sektor pertanian, perkebunan, perikanan, dan industri pengolahan pangan.

Humas Universitas jenderal Sudirman Senin, (22/6/3026), mengabarkan Kawasan industri akan dibangun di atas lahan seluas sekitar 1,5 hektare yang merupakan aset milik Unsoed dan dikelola oleh BPU. Proyek ini dijadwalkan mulai dikerjakan pada Agustus 2026 dan ditargetkan rampung pada April 2027.

Kepala BPU Unsoed, Dr. Adi Indrayanto, S.E., M.Sc., mengatakan pembangunan kawasan industri tersebut merupakan bagian dari upaya optimalisasi aset universitas agar memberikan manfaat yang lebih luas, tidak hanya dari sisi ekonomi, tetapi juga pengembangan inovasi dan pendidikan.

Menurutnya, kawasan Gunung Tugel memiliki potensi strategis untuk dikembangkan menjadi pusat inovasi dan hilirisasi teknologi. Melalui kerja sama dengan PT Astana Wira Karya, kawasan tersebut diharapkan mampu menjadi ruang kolaborasi yang memberi nilai tambah bagi sivitas akademika maupun masyarakat.

Sementara itu, Rektor Unsoed Prof. Akhmad Sodiq menilai sinergi antara perguruan tinggi dan dunia usaha merupakan langkah penting dalam menghadirkan dampak nyata bagi masyarakat. Ia menyebut pembangunan kawasan industri ini sebagai bentuk pemanfaatan aset universitas yang mendukung pertumbuhan ekonomi, penciptaan lapangan kerja, serta pengembangan inovasi berbasis riset.

“Kerja sama ini diharapkan menjadi model kolaborasi berkelanjutan antara perguruan tinggi dan industri dalam mendukung pembangunan daerah dan nasional,” ujarnya.
Direktur PT Astana Wira Karya, Muhammad Umar Anif, S.TP., M.P., menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan Unsoed.

Ia menjelaskan kawasan industri tersebut akan menjadi pusat produksi sekaligus pengembangan teknologi tepat guna yang dapat menjawab kebutuhan sektor pertanian dan industri pengolahan pangan.

Sebagai kawasan industri terpadu, proyek ini akan dilengkapi dua unit workshop dan gudang berukuran 48 x 30 meter, area parkir truk kontainer, mess karyawan dan tamu berkapasitas 24 kamar, serta gedung perkantoran dua lantai seluas 337 meter persegi.

Keberadaan Kawasan Industri Astana Wira Karya di Gunung Tugel diharapkan menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru di Kabupaten Banyumas.

Selain membuka lapangan kerja dan meningkatkan aktivitas ekonomi, kawasan ini juga akan dimanfaatkan sebagai sarana penelitian terapan, magang mahasiswa, serta hilirisasi hasil riset untuk mendukung modernisasi pertanian dan ketahanan pangan nasional.

Berita terkait

Dari Ladang Asam Besar, Sinergi Polisi dan Petani Dorong Ketahanan Pangan Nasional

Dari Ladang Asam Besar, Sinergi Polisi dan Petani Dorong Ketahanan Pangan Nasional

Ketapang-Spektroom : Upaya memperkuat ketahanan pangan tidak hanya menjadi tugas petani dan pemerintah daerah. Di Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat, jajaran kepolisian turut terlibat langsung mendampingi masyarakat hingga ke lahan pertanian. Kapolsek Manis Mata Iptu Meinardus Yudiansyah bersama personel Polsek Manis Mata melaksanakan panen jagung hibrida di lahan milik Tim Penggerak (TP)

Apolonius Welly, Rafles