Resmikan 166 SR, Presiden Targetkan Tahun 2029 Entaskan Kemiskinan Ekstrem
Spektroom - Presiden Prabowo Subianto, meresmikan 166 Sekolah Rakyat (SR) di 34 Provinsi, secara simbolis Presiden meresmikannya dipusatkan Sekolah Rakyat Terpadu (SRT) 9 Banjarbaru, Kalimantan Selatan, yang berlokasi di Balai Besar Pendidikan dan Pelatihan Kesejahteraan Sosial (BBPPKS), Kecamatan Landasan Ulin, Senin (12/1/2026).
Kegiatan ini juga dihadiri sejumlah Mentri Kabinet Merah Putih, Gubernur dan Bupati Walikota se Indonesia termasuk Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela Chalim, yang didampingi Kepala Dinas Sosial Provinsi Lampung Aswarodi.

Menteri Sosial Syaifullah Yusuf dalam laporannya menyebutkan, ada 60 sekolah rakyat yang sudah beroperasi mulai Juli 2025, 37 sekolah rakyat pada Agustus 2025 dan 66 titik di akhir September dan awal Oktober 2025.
Hingga saat ini, lanjut Mentri yang kerap disapa Gus Ipul ini, Total 166 titik Sekolah Rakyat yang tersebar di 34 provinsi dan 131 kabupaten kota diseluruh Indonesia. Keseluruhannya menampung 15.954 siswa, 2.218 guru, dan 4.889 tenaga kependidikan.

"Sekolah rakyat, kita rancang sebagai upaya untuk memotong rantai kemiskinan, kami berusaha menerjemahkan penyelenggaraan sekolah rakyat dengan melakukan penjangkauan kepada mereka dari keluarga paling tidak mampu. Inilah wujud nyata gagasan Presiden, negara hadir membela yang lemah" ujar Gus Ipul.
Proses penerimaan dilakukan tanpa seleksi akademik dan berbasis pemetaan potensi setiap anak. Pembelajaran didukung teknologi digital melalui sistem Learning Management System dan perangkat belajar interaktif.
Setiap siswa mendapatkan satu unit laptop dan menggunakan papan digital saat proses belajar mengajar. Kurikulum Sekolah Rakyat menekankan penguatan karakter, keterampilan, dan potensi unik setiap peserta didik.
Sekolah juga menyiapkan jalur lanjutan ke perguruan tinggi dan dunia kerja melalui beasiswa dan kemitraan. Selain pendidikan, keluarga siswa juga menerima bantuan sosial dan program pemberdayaan ekonomi.
Mereka mendapatkan kepesertaan jaminan kesehatan, makanan bergizi, serta akses koperasi desa. Saat ini terdapat 166 Sekolah Rakyat rintisan dengan total lebih dari 15 ribu siswa.
Ditempat yang sama Presiden Prabowo Subianto menyampaikan Pemerintah menargetkan pengembangan hingga 500 sekolah pada tahun 2029.
Pembangunan Sekolah Rakyat permanen juga berjalan di 104 lokasi dan ditargetkan mencapai 200 titik. Setiap sekolah dirancang menampung hingga seribu siswa agar target 500 ribu peserta didik tercapai.
"Hari ini kita meresmikan 166 sekolah rakyat. Sasaran kita adalah 500 sekolah rakyat sampai tahun 2029. Insya Allah akan tercapai. Dan saya minta maaf kami masih belum bisa menghasilkan lebih banyak daripada yang sekarang. Ini pun usahanya sudah luar biasa" tandas presiden Prabowo.

Apabila saat ini ini baru bisa menampung 15 ribu siswa, lanjut Presiden, diakhir tahun ini akan mencapai 30 ribu. Namun sasaran akhirnya tiap kampus sekolah rakyat adalah 1000 murid.
"Target saya di akhir masa jabatan saya tahun 2009, bahwa mereka yang berada di kemiskinan ekstremitas 1 dan 2 kita bisa entaskan" pungkas presiden. (@Ng).