Ribuan Mahasiswa Turun ke Akar Rumput, UIN Malang Teguhkan KKM Berbasis Akhlak dan SDGs
Spektroom- Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang, Prof. Dr. Ilfi Nur Diana, M.A., memberikan ucapan selamat dan melepas sebanyak 2.582 mahasiswa peserta Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Gelombang I Tahun Akademik 2025/2026, Selasa (23/12/2025).
Sebanyak 2.582 mahasiswa tersebut diterjunkan ke berbagai wilayah pengabdian masyarakat hingga 4 Februari 2026 dengan mengusung tema “KKM 2025: Berdampak dan Bergerak”. Program ini merupakan bagian dari implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat.
Dalam sambutannya, Rektor UIN Malang menyampaikan harapan agar mahasiswa mampu menimba pengalaman luas dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Ia menekankan bahwa ilmu yang diperoleh selama menempuh pendidikan di kampus harus ditularkan kepada masyarakat dengan mengedepankan nilai akhlakul karimah.
“Ilmu yang didapat selama kurang lebih tiga tahun di kampus hendaknya ditularkan kepada masyarakat secara menyeluruh. Kedepankan akhlak, bersatu dengan masyarakat, dan gali potensi yang ada sebagai bekal kehidupan,” ujar Prof. Ilfi.
Rektor juga menyampaikan apresiasi kepada Ketua LP2M beserta seluruh tim yang telah menyiapkan konsep dan pelaksanaan KKM 2025 secara optimal. Ia berharap seluruh mahasiswa dapat melaksanakan KKM dengan lancar, selamat hingga kembali ke kampus Ulul Albab.
Sementara itu, Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) UIN Malang, Dr. H. Isroqunnajah, M.Ag, menjelaskan bahwa peserta KKM tahun 2025 terbagi ke dalam berbagai skema pengabdian. KKM reguler diikuti oleh 1.591 mahasiswa, KKM mandiri 462 mahasiswa, unggulan PSGAD 71 mahasiswa, unggulan Halal Center 52 mahasiswa, unggulan Moderasi Beragama 18 mahasiswa, reguler Family Corner Masjid 203 mahasiswa, inkubasi bisnis 19 mahasiswa, serta KKM internasional sebanyak 8 mahasiswa. Selain itu, KKM juga mencakup kluster pesantren yang tersebar di pesantren dan madrasah.
Dr. Isroqunnajah menegaskan bahwa pendekatan KKM tahun ini lebih berfokus pada pemberdayaan masyarakat. Isu utama yang diangkat meliputi penguatan moderasi beragama, penguatan ekoteologi, serta peningkatan kesejahteraan masyarakat dengan perspektif Sustainable Development Goals (SDGs).
“KKM bukan sekadar kegiatan untuk menuntaskan kewajiban akademik, tetapi sarana pembentukan empati mahasiswa agar siap terjun dan hidup bersama masyarakat,” tegasnya.
Ia juga menambahkan bahwa KKM UIN Malang memiliki kekhasan empat pilar utama insan Ulul Albab, yaitu akhlak karimah, spiritualitas yang kuat, intelektualitas, dan kebermanfaatan sosial. Oleh karena itu, mahasiswa KKM diharapkan menjadi duta kampus yang menghormati kearifan lokal serta adat istiadat setempat.
Dengan semangat “Berdampak dan Bergerak”, pelaksanaan KKM 2025 diharapkan mampu memperkuat sinergi antara kampus dan masyarakat serta menghadirkan kontribusi nyata bagi pembangunan sosial dan keagamaan di berbagai daerah.