Trending

Ritual Bakar 49 Naga Tutup Perayaan Cap Go Meh Pontianak 2026

Ritual Bakar 49 Naga Tutup Perayaan Cap Go Meh Pontianak 2026
Budayawan Tionghoa Andreas Acui Simanjaya ketika menghadiri Ritual Bakar Naga di lokasi Taman Pemakaman Yayasan Panca Bhakti di jalan Adisucioto Kubu Raya. (Foto: Apolo/Spektroom)

Pontianak-Spektroom : Suasana khidmat menyelimuti Taman Pemakaman Yayasan Bhakti Suci di Jalan Adi Sucipto, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat, Rabu (4/3/2026) malam.

Di lokasi ini, ritual pembakaran replika naga digelar sebagai penutup rangkaian perayaan Cap Go Meh 2026 di Kota Pontianak.

Tradisi yang sarat makna spiritual ini berlangsung sejak pagi hingga malam hari. Sebanyak 49 replika naga dari 49 kelompok dibakar dalam prosesi tersebut.

Naga-naga yang sebelumnya tampil dalam parade keliling kota itu memiliki ukuran beragam, mulai dari panjang sekitar 20 meter hingga yang terpanjang mencapai 118 meter.

Sekretaris Panitia Cap Go Meh Kota Pontianak, Adi Sucipto, menjelaskan ritual bakar naga merupakan bagian penting dalam tradisi Imlek dan Cap Go Meh yang diwariskan secara turun-temurun oleh masyarakat Tionghoa.

Menurutnya, sebelum parade Cap Go Meh digelar, replika naga terlebih dahulu menjalani prosesi “buka mata”, yakni ritual memanggil roh dari kayangan agar bersemayam dalam naga tersebut dan membawa keberkahan bagi masyarakat.

“Dalam prosesi itu naga diundang dan diberkati oleh roh-roh dari atas agar memberikan keberkahan dan kesuksesan bagi masyarakat,” ujar Adi Sucipto kepada Spektroom.

Selama perayaan berlangsung, naga-naga tersebut berkeliling kota dalam parade budaya yang diyakini memiliki makna simbolik membersihkan kota dari energi negatif dan hal-hal yang tidak baik.

Namun setelah seluruh rangkaian Cap Go Meh selesai, roh yang telah diundang tersebut harus dikembalikan ke kayangan sebagai bentuk penghormatan.

“Karena apa yang kita undang harus kita kembalikan. Maka naga-naga itu dibakar sebagai simbol pengembalian roh ke atas,” atau ke (kayangan) jelasnya.

Prosesi pembakaran diawali dengan atraksi naga yang diiringi tabuhan gendang khas Tionghoa sebelum akhirnya replika naga dilalap api.

Ratusan warga terlihat memadati lokasi untuk menyaksikan momen sakral tersebut.

Budayawan Tionghoa Kalimantan Barat, Andreas Acui Simanjaya, turut mengapresiasi berbagai pihak yang selama ini mendukung keberlangsungan tradisi Cap Go Meh di Pontianak, khususnya para pelatih, pemain naga, serta para sponsor dari kalangan pengusaha dan perusahaan.

Menurut Acui, dukungan tersebut menjadi bentuk tanggung jawab sosial sekaligus wujud komitmen dalam melestarikan budaya Tionghoa di daerah.

Ia mencontohkan sejumlah perusahaan seperti Megamall dan Lavender Estate yang setiap tahun secara rutin mengundang tim naga untuk tampil di kawasan usaha mereka.

“Ini bentuk apresiasi sekaligus dukungan terhadap pelestarian budaya. Tradisi seperti Imlek dan Cap Go Meh dapat menjadi aset budaya daerah sekaligus potensi wisata bagi Kalimantan Barat,” ujarnya.

Acui juga berharap ke depan Kota Pontianak dapat menghadirkan atraksi Tatung seperti yang rutin digelar di Singkawang saat perayaan Cap Go Meh.

Menurutnya, atraksi Tatung yang melibatkan ratusan peserta terbukti mampu menarik arus wisatawan lokal maupun mancanegara serta mengangkat citra budaya daerah.

Sementara itu, Koordinator Acara Cap Go Meh Pontianak 2026, Yanice Elizabeth Jabet, menyampaikan seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aman, lancar, dan kondusif.

Ia juga mengapresiasi antusiasme masyarakat yang memadati kawasan Jalan Pattimura, Diponegoro, hingga Jalan Gajah Mada saat parade 49 naga digelar.

“Sambutan masyarakat luar biasa. Kami berterima kasih kepada seluruh warga Kota Pontianak yang ikut menjaga ketertiban sehingga perayaan Cap Go Meh tahun ini berjalan sukses,” ujarnya.

Berita terkait

Jihan Nurlela Terima Penghargaan Tokoh Muda Di Bidang Kewirausahaan, JCI Batavia X SMESCO UMKM Business Summit 2026

Jihan Nurlela Terima Penghargaan Tokoh Muda Di Bidang Kewirausahaan, JCI Batavia X SMESCO UMKM Business Summit 2026

Jakarta - Spektroom: Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela menegaskan pentingnya membangun ekosistem usaha yang mampu mempersiapkan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) Lampung untuk menembus pasar global. Selain meningkatkan kualitas produk, UMKM perlu memiliki pola pikir global, akses pasar, pembiayaan, pemenuhan standar, serta kapasitas produksi yang konsisten untuk memenuhi kebutuhan ekspor

Anggoro AP
Bedah Ranperda Keolahragaan Sumbar, 118 Pasal Disiapkan untuk Lindungi Insan Olahraga

Bedah Ranperda Keolahragaan Sumbar, 118 Pasal Disiapkan untuk Lindungi Insan Olahraga

Padang-Spektroom : Sebanyak 118 pasal dalam Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Penyelenggaraan Keolahragaan Sumatera Barat mulai dikaji secara terperinci oleh Komisi V DPRD Sumbar bersama mitra kerja. Pembahasan diarahkan untuk menghasilkan regulasi yang memberikan kepastian hukum sekaligus memperkuat pembinaan olahraga di daerah. Pembahasan berlangsung alot melalui rapat kerja di Ruang

Rafles