Roadshow AVC 2026 Panaskan Atmosfer, Euforia Voli Menggema dari Jawa ke Pontianak

Roadshow AVC 2026 Panaskan Atmosfer, Euforia Voli Menggema dari Jawa ke Pontianak
Tidak sekadar promosi, roadshow dirancang sebagai pengalaman langsung bagi penggemar. (Foto : Bid Humas Polda Kalbar)

Pontianak - Spektroom — Menjelang bergulirnya turnamen bergengsi Asia, AVC Men's Volleyball Championship 2026 mulai membangun gelombang antusiasme publik lewat rangkaian roadshow di empat kota besar Indonesia.

Digelar sejak 2 hingga 26 April 2026, agenda ini menjadi strategi kunci untuk menghidupkan gairah voli nasional sebelum kompetisi utama berlangsung pada 13–17 Mei di Pontianak.

Surabaya, Solo, Semarang, dan Yogyakarta dipilih sebagai titik penyebaran euforia.

Tidak sekadar promosi, roadshow ini dirancang sebagai pengalaman langsung bagi penggemar—mendekatkan mereka dengan atmosfer kompetisi internasional yang selama ini hanya bisa disaksikan lewat layar.

Salah satu magnet utama dalam rangkaian ini adalah pembukaan penjualan tiket presale yang dilakukan secara terbuka.

Melalui aplikasi YesPlis, masyarakat dapat mengamankan kursi mereka lebih awal dengan harga mulai dari Rp100.000 hingga Rp500.000.

Skema harga yang fleksibel ini diharapkan mampu menjangkau berbagai kalangan, sekaligus memastikan tingginya okupansi penonton saat pertandingan berlangsung di Pontianak.

Antusiasme terlihat jelas saat roadshow menyambangi DBL Arena, bertepatan dengan Final Four Proliga 2026.

Ribuan pengunjung memadati booth, membuktikan bahwa voli kini bukan sekadar olahraga kompetitif, melainkan bagian dari gaya hidup masyarakat urban.

Di tengah keramaian itu, Pipit Rismanto yang juga manajer Jakarta Bhayangkara Presisi menegaskan pentingnya momentum ini.

Ia menyebut partisipasi timnya dalam roadshow sebagai bentuk komitmen untuk tampil maksimal di panggung Asia.

“Ini bukan hanya soal pertandingan, tetapi juga membawa nama Indonesia ke level yang lebih tinggi. Dukungan publik akan menjadi energi tambahan bagi kami,” ujarnya.

Indonesia sendiri akan diwakili oleh dua kekuatan utama, yakni Jakarta Bhayangkara Presisi dan Garuda Jaya.

Keduanya disebut telah menjalani persiapan intensif sejak awal tahun, termasuk penguatan skuad dan strategi menghadapi klub-klub elite Asia.

Tak hanya pertandingan, roadshow juga menghadirkan penjualan merchandise resmi tim, memberi peluang bagi penggemar untuk menunjukkan loyalitas mereka secara langsung.

Interaksi ini menjadi elemen penting dalam membangun kedekatan emosional antara tim dan suporter.

Dengan berakhirnya roadshow pada 26 April, fokus penyelenggara kini akan sepenuhnya tertuju ke Pontianak sebagai tuan rumah.

Rangkaian kegiatan ini sekaligus menjadi indikator awal tingginya minat publik terhadap voli, sekaligus sinyal bahwa olahraga ini semakin mengakar sebagai hiburan populer di Indonesia.

Jika tren ini berlanjut, AVC Men's Volleyball Championship 2026 berpotensi menjadi salah satu turnamen dengan atmosfer paling meriah dalam sejarah penyelenggaraannya di tanah air.

Berita terkait

Sensus Ekonomi  Instrumen  Penyediaan Data Akurat Bagi Pembangunan Daerah Dan Nasional

Sensus Ekonomi Instrumen Penyediaan Data Akurat Bagi Pembangunan Daerah Dan Nasional

Bogor-Spektroom: Badan pusat Statistik ( BPD) Kabupaten bogor bekerja sama dengan Dinas komunikasi ( Diskominfo) kabupaten bogor menggelar kegiatan sosialisasi sensus ekonomi 2026. Kegiatan yang berlangsung di aula diskominfo Kabupaten Bogor bertujuan untuk meningkatkan pemahaman sertai partisipasi perangkat daerah dsb masyarakat dalam mendukung pelaksanaan sensus ekonomi sebagai salah satu instrumen penting dalam

Asmari, Anggoro AP
Menteri PU Inisiasi Gunakan Aspal Buton Strategi Kurangi Ketergantungan Impor

Menteri PU Inisiasi Gunakan Aspal Buton Strategi Kurangi Ketergantungan Impor

Jakarta - Spektroom : Di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik global, termasuk dinamika di kawasan Timur Tengah yang memicu ketidakpastian terhadap suplai dan harga minyak dunia, pemerintah Indonesia mengambil langkah antisipatif untuk menjaga keberlanjutan pembangunan nasional. Ketergantungan pada material berbasis minyak bumi, termasuk aspal impor, kini dinilai semakin berisiko di tengah fluktuasi

Nurana Diah Dhayanti