RSUD Arifin Achmad Provinsi Riau, Sukses Tangani Kasus Langka Remaja Dengan Dua Rahim

RSUD Arifin Achmad Provinsi Riau, Sukses Tangani Kasus Langka Remaja Dengan Dua Rahim
Tim Dokter Spealisasi Obgyn RSUD Arifin Achmad yang menangani remaja 14 tahun dengan dua rahim. (Foto: Diskominfo Riau)

Pekanbaru-Spektroom : RSUD Arifin Achmad Provinsi Riau berhasil menangani kasus medis langka yang dikenal sebagai sindrom Herlyn-Werner-Wunderlich (HWW) pada seorang pasien remaja berusia 14 tahun.

Kasus ini tergolong unik karena pasien diketahui memiliki dua rahim, dua serviks, satu vagina, dan hanya satu ginjal. Kondisi tersebut menyebabkan salah satu rahim mengalami sumbatan, sehingga darah menstruasi tidak dapat keluar dan menumpuk hingga ke saluran tuba.

Akibatnya, pasien mengalami pembesaran dan peregangan organ reproduksi yang memicu nyeri hebat di perut setiap kali menstruasi.

Penanganan kasus ini melibatkan tim dokter spesialis, yakni dokter spesialis Obstetri dan Ginekologi Konsultan Fertilitas, Endokrin, dan Reproduksi, dr. Imelda E Baktiana serta dokter spesialis Obgyn Konsultan Uroginekologi dan Rekonstruksi, dr. Dafnil Akhir Putra.

Setelah melalui serangkaian pemeriksaan penunjang seperti USG abdomen, USG transrektal, dan MRI, tim dokter memutuskan melakukan operasi gabungan beberapa waktu yang lalu.

“Kasus ini termasuk langka karena kemungkinan terjadinya di bawah 1 persen atau sekitar 1 dari 600 pasien dengan gangguan pembentukan organ reproduksi,” ujar dr. Imelda, Selasa (14/4/2026).

Dalam tindakan tersebut, dr. Dafnil bertugas membuka dinding atau sekat yang menyumbat rahim melalui liang vagina, kemudian mengeluarkan darah menstruasi yang menumpuk serta melakukan rekonstruksi vagina agar kembali seperti semula.

Sementara itu, dr. Imelda melakukan prosedur histeroskopi, yakni tindakan minimal invasif menggunakan selang tipis berkamera untuk melihat kondisi rongga rahim. Ia juga melakukan laparoskopi guna membersihkan darah yang telah menyebar hingga ke rongga perut.

“Melalui histeroskopi dan laparoskopi, kami dapat memastikan kondisi rahim sekaligus membersihkan darah yang sudah menyebar ke rongga perut secara minimal invasif,” jelas dr. Imelda.

Pascaoperasi, kondisi pasien dilaporkan stabil. Jika tidak ada kendala, pasien direncanakan dapat pulang sehari setelah tindakan dan melanjutkan kontrol rutin di poliklinik.

Terkait kondisi dua rahim yang dialami pasien, dr. Imelda dan dr. Dafnil menjelaskan bahwa hal tersebut terjadi akibat kelainan atau kegagalan pembentukan organ reproduksi sejak awal kehamilan.

“Meskipun mekanisme kelainan fisiknya sudah diketahui, penyebab pasti gangguan perkembangan embrio ini belum sepenuhnya dipahami,” terang dr. Dafnil.

Keduanya juga mengimbau para ibu yang sedang merencanakan kehamilan maupun yang sedang hamil untuk menjaga asupan gizi dan rutin memeriksakan kandungan.

“Kami berpesan agar ibu hamil mengonsumsi makanan bergizi seimbang dan rutin memeriksakan diri ke dokter kandungan atau posyandu terdekat,” ujar dr. Imelda.

Selain itu, orang tua juga diminta lebih waspada terhadap kondisi anak perempuan yang memasuki masa pubertas.

“Apabila anak perempuan usia 10 hingga 14 tahun mengalami nyeri haid berlebihan atau bahkan tidak mengalami haid sama sekali, segera periksakan ke fasilitas kesehatan terdekat,” tambah dr. Dafnil.

Pihak rumah sakit juga menegaskan kesiapan dalam menangani kasus serupa. “Jangan ragu apabila dirujuk ke RSUD Arifin Achmad Provinsi Riau, karena kami memiliki tenaga medis dan peralatan yang sangat mumpuni untuk menangani kasus seputar kandungan dan sistem reproduksi wanita,” tutup dr. Imelda. (SN/MCR)

Berita terkait

RUU Daerah Kepulauan Masuk Prolegnas 2026, Hendrik Lewerissa Gerak Cepat Perkuat Koalisi 10 Provinsi

RUU Daerah Kepulauan Masuk Prolegnas 2026, Hendrik Lewerissa Gerak Cepat Perkuat Koalisi 10 Provinsi

Jakarta-Spektroom : Langkah besar menuju penguatan Daerah Kepulauan kian nyata. Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Daerah Kepulauan resmi masuk dalam Program Legislasi Nasional (Prolegnas) Prioritas 2026 sebagai usulan inisiatif Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia. Kabar strategis ini mengemuka dalam rapat koordinasi Tim Kerja RUU Daerah Kepulauan yang digelar di Gedung DPD RI,

Eva Moenandar, Rafles
Pemerintah Perkuat Peran Media, Dorong Pembangunan Ekonomi Rakyat Yang Inklusif dan Berkelanjutan.

Pemerintah Perkuat Peran Media, Dorong Pembangunan Ekonomi Rakyat Yang Inklusif dan Berkelanjutan.

Bandung-Spektroom : Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) mendorong media massa mengambil peran lebih strategis mengangkat kisah koperasi desa sebagai narasi utama pembangunan ekonomi rakyat yang inklusif dan berkelanjutan. Hal ini terungkap di Workshop Media bertajuk “Cerita Koperasi Desa, Jadi Berita Bermakna” yang diselenggarakan Direktorat Ekosistem Media di Bandung, Rabu (22/4/

Diah Utami, Rafles