Alih Tehnologi Proctorship, Beri Manfaat Jangka Panjang Bagi Pelayanan Pasien

Alih Tehnologi Proctorship, Beri Manfaat Jangka Panjang Bagi Pelayanan Pasien
Penyambutan Relawan dari King Salman Humanitarian Aid and Muslim World League( Foto dok. RSUP WS Makasar).

Spektroom - Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Dr. Wahidin Sudirohusodo Makassar sebagai salah satu rumah sakit rujukan nasional, melaksanakan program Alih Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (Iptek) atau Proctorship di bidang bedah maksilofasial, bedah onkologi kepala dan leher, rekonstruksi, serta bedah tiroid.

Kegiatan ini terselenggara melalui kerja sama internasional dengan King Salman Humanitarian Aid and Relief (KSR) Arab Saudi dan Muslim World League (MWL)
dipusatkan di RSUP Dr. Wahidin Sudirohusodo, Makassar berlangsung sepuluh hari, mulai 20 - 29 Desember 2025.

Bertujuan untuk meningkatkan kompetensi tenaga medis lokal dalam menangani kasus-kasus bedah kompleks, khususnya di wilayah Kawasan Timur Indonesia, sehingga diharapkan masyarakat Sulawesi Selatan dan sekitarnya dapat memperoleh layanan bedah lanjutan tanpa harus dirujuk ke Pulau Jawa.

Direktur Utama RSUP Dr. Wahidin Sudirohusodo, Prof. Dr. dr. Syafri Kamsul Arif, Sp.An, KIC, KAKV, mengatakan program ini menjadi langkah strategis dalam penguatan kapasitas sumber daya manusia bidang kesehatan.

Menurutnya, transfer keterampilan dan teknologi terkini akan memberikan manfaat jangka panjang bagi pelayanan pasien.

“Program ini mencakup alih keterampilan serta teknologi mutakhir, termasuk teknik minimal invasif, yang akan sangat bermanfaat bagi tim dokter spesialis kami,” ujarnya.

Prof. Syafri membeberkan dalam pelaksanaannya, 65 pasien telah terdata untuk mendapatkan penanganan medis. Pasien tersebut 23 kasus bedah tiroid atau kanker tiroid.

Selanjutnya 10 pasien utama dan 15 pasien tambahan bedah onkologi kepala dan leher, 11 kasus rekonstruksi oral dan maksilofasial, serta enam kasus maksilofasial berupa trauma dan celah wajah.

“Proses seleksi pasien dilakukan tiga bulan sebelumnya dengan mempertimbangkan tingkat kompleksitas kasus. Beberapa di antaranya merupakan kasus maksilofasial yang sulit serta kanker tiroid stadium lanjut yang membutuhkan keahlian multidisiplin,”ucapnya.

Selain tindakan operasi, rangkaian kegiatan juga mencakup Guest Lecture atau Mini Symposium yang digelar, Senin (21/12/2025) di Auditorium Mochil Lantai 8 RSUP Wahidin Sudirohusodo, menghadirkan pakar internasional, di antaranya Prof. Basem T. Jamal dan Dr. Dhafer M. Alsuweid.

Simposium tersebut membahas pemutakhiran tata laksana bedah tiroid serta teknik rekonstruksi rahang (jaw reconstruction) yang menjadi tantangan utama dalam bedah kepala dan leher modern.

Sementara Delegasi Muslim World League sekaligus Koordinator Tim Medis KSR, Prof. Basem T. Jamal, menekankan pentingnya niat dan pengabdian dalam menjalankan misi kemanusiaan.

MWL Team Leader Dr. Dhafer M. Alsuweid menjelaskan tim yang terlibat merupakan gabungan MWL, KPI, dan GSRF dengan total 30 orang dari berbagai spesialis, termasuk ahli rekonstruksi.

Menurutnya, pemilihan RSUP Wahidin Sudirohusodo sebagai lokasi operasi didasari karakteristik kasus yang unik dan kompleks, sehingga membutuhkan penanganan multidisiplin dengan tingkat keahlian tinggi.

“Tindakan yang dilakukan tidak hanya sebatas pengangkatan tumor, tetapi juga rekonstruksi pascaoperasi untuk mengembalikan fungsi dan estetika pasien,” ucapnya.

Berita terkait