Rumah Makan Gratis Purwokerto Biar Gratis Tetap Eksis

Spektroom: Sebuah Rumah Makan yang berada tidak jauh dari pusat keramaian kota Purwokerto, setiap hari didatangi ratusan pengunjung yang membentuk antrian panjang. Mereka datang dari berbagai profesi untuk makan di Rumah makan yang diberi nama Rumah Makan Gratis- (RMG) Purwokerto.
Ada perbedaan rumah makan ini dengan rumah makan pada umumnya. Pengunjung disini bisa memilih menu yang disajikan secara prasmanan, namun tidak ada daftar harga didinding atau suara kasir menyampaikan jumlah pembayaran yang harus ditanggung. Hal ini dikarenakan RMG Purwokerto memberikan layanan gratis bagi pengunjungnya.
Penanggung Jawab Rumah Makan Gratis (RMG) Purwokerto, Adhi Tri Satya, kepada wartawan Spektroom mengatakan RMG berdiri berawal dari inisiatif sosial yang lahir dari kepedulian terhadap sesama. Gagasannya sederhana, namun bermakna, tidak ada perut yang dibiarkan lapar di kota Purwokerto, tanpa, memandang status sosial, pekerjaan, Suku, Agama dan keyakinan mereka,

" Di RMG Purwokerto, semua boleh makan sepuasnya dan boleh memberi donasi dalam bentuk apapun" ujar Adhi Tri Satya. Gagasan berdirinya RMG, berawal dari kegiatan dr.Edi Prianto Sp.Og yang setiap hari Jumat membagikan nasi kotak di masjid As Syifa RS Margono Sukaryo Purwokerto. Dari kegiatan ini, ternyata mendapat respon positip dari masyarakat, sehingga terpikir untuk mengisi kekosongan dihari lainnya dengan mendirikan Rumah Makan Gratis di Jl.Mangunjaya no 50 Purwokerto.
Gagasan tersebut muncul sejak tahun 2020 namun tertunda karena adanya penyakit Corona yang melanda Indonesia, dan baru terwujud pada 10 Pebruari 2021, sebelum pemerintah meluncurkan Program Makan Bergizi Gratis. Kegiatan RMG mendapat respon positip dari masyarakat yang dengan sukarela mendonorkan rejekinya untuk kegiatan sosial.
Setiap hari RMG menyediakan rata-rata 300 porsi dengan menu beragam dan selalu berganti sesuai dengan donasi dari warga yang beramal. "Tug line kami, siapun boleh makan, dan siapun boleh donasi dalam bentuk apapun", tambah Adhi.
Rumah Makan Gratis ini, dikelola, dengan melibatkan relawan tanpa digaji, dari mantan juru masak profesional jebolan juru masak Rumah Makan Besar di Purwokerto. RMG Purwokerto hari Senin sampai Kamis buka mulai pukul 11.00 hingga habis, hari Jumat buka setelah sholat Jum'at. Sementara hari Saptu dan Minggu tutup.
Sri Astuti warga Arcawinangun yang di jumpai wartawan Spektroom mengatakan, keberadaan RMG Purwokerto sangat membantu bagi warga yang membutuhkan baik, Mahasiswa, tukang becak, buruh dan berbagai profesi lainnya. " Alangkah baiknya kalau ada RMG lainnya di Purwokerto, bukan hanya satu, tapi apa ada yang mau ya .." ujar Astuti
Sementara itu sekwilcam Purwokerto timur Azizah ditemui secara terpisah saat memantau kebersihan di RMG Purwokerto di Mangunjaya mengatakan, pihaknya menekankan agar kebersihan lingkungan dan makanan tetap terjaga dan Hygienis. " Tingkat kebersihan dan kesehatan makanan, yang telah dilakukan pengelola tetap dan terus dijaga agar tetap Hygienis dan bergizi, sehingga kepercayaan masyarakat terus meningkat dan RMG terus berjalan" ujar Azizah.
Menyinggung harapan warga masyarakat, agar RMG tetap eksis, Adi berharap adanya kepedulian masyarakat yang mempunyai rejeki berlebih bisa menyisihkan rejekinya untuk bergabung bersama Rumah Makan Gratis, satu satunya dikota Purwokerto. (Biantoro).