Saat Air Menjadi Kebutuhan, Unsoed Salurkan Bantuan ke 84 Desa di Banyumas
Purwokerto-Spektroom : Bagi warga yang tinggal di wilayah terdampak kekeringan, air bersih bukan sekadar kebutuhan sehari-hari. Air dibutuhkan untuk memasak, minum, mencuci, hingga menjaga kebersihan keluarga. Ketika sumber air mulai terbatas, bantuan menjadi sangat berarti.
Kondisi tersebut mendorong Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto ikut turun tangan. Melalui program Unsoed Peduli, perguruan tinggi tersebut menyalurkan bantuan air bersih untuk masyarakat yang terdampak kekeringan di 21 kecamatan dan 84 desa di Kabupaten Banyumas.
Bantuan itu diberangkatkan dari Halaman Rektorat Unsoed, mulai Jumat (2/10/2026), bekerja sama dengan Palang Merah Indonesia (PMI) Banyumas. Armada pengangkut air kemudian bergerak menuju sejumlah wilayah yang telah ditentukan untuk mendistribusikan air kepada masyarakat.
Plt Rektor Unsoed Prof. Dr. Ali Rokhman mengatakan, kehadiran perguruan tinggi di tengah persoalan masyarakat tidak harus selalu diwujudkan melalui kegiatan akademik. Dalam situasi tertentu, kampus juga perlu hadir ketika kebutuhan dasar warga menghadapi persoalan.
“Bantuan yang pada hari ini disiapkan untuk masyarakat di 21 kecamatan dan 84 desa merupakan bentuk nyata bahwa perguruan tinggi tidak hanya hadir melalui ilmu pengetahuan, tetapi juga hadir ketika masyarakat membutuhkan,” kata Ali.
Bagi Unsoed, bantuan air bersih menjadi bentuk kepedulian jangka pendek untuk membantu warga melewati musim kemarau. Namun, persoalan kekeringan tidak berhenti setelah air didistribusikan.
Ali mengajak masyarakat dan berbagai pihak memikirkan langkah jangka panjang untuk menjaga sumber air. Salah satunya dengan menanam pohon dan merawat lingkungan ketika musim hujan tiba.
“Yang kita lakukan hari ini adalah membantu kebutuhan masyarakat saat kemarau, sedangkan menjaga sumber air merupakan ikhtiar jangka panjang yang harus dilakukan bersama,” ujarnya.
Wakil Ketua PMI Banyumas dr. Tangguh Budi Prasetyo, mengapresiasi kolaborasi tersebut.
Menurutnya, persoalan kebutuhan dasar seperti air bersih membutuhkan kepedulian dan kerja sama banyak pihak.
Bantuan ini menjadi bagian dari rangkaian Dies Natalis ke-63 Unsoed.
Namun, maknanya tidak sekadar agenda tahunan kampus. Di tengah keterbatasan air, setiap tangki yang tiba membawa pesan sederhana: ketika warga membutuhkan, kepedulian dapat hadir dalam bentuk yang paling nyata.