Sabun dari Limbah Kulit Nanas Antarkan MTsN 1 Subang Sabet Penghargaan KIJB 2025

Sabun dari Limbah Kulit Nanas Antarkan MTsN 1 Subang Sabet Penghargaan KIJB 2025
Tim MTsN 1 Subang meraih The Most Voted Innovation dalam ajang KIJB 2025. (Foto: Humas MTsN1 Sb)

Subang-Spektroom : Lahir inovasi berbasis lingkungan kembali membuktikan daya saingnya. MTsN 1 Subang sukses meraih penghargaan The Most Voted Innovation dalam ajang KIJB 2025 lewat produk sabun berbahan kulit nanas bernama SANATSU.

Penghargaan tersebut diserahkan langsung dalam seremoni yang berlangsung di lingkungan madrasah, Kamis (30/4/2026), dihadiri jajaran Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah (BP2D) Jawa Barat serta perwakilan pemerintah daerah dan pihak sponsor.

Sekretaris BP2D Jawa Barat, Tita Nuroswita, menilai inovasi ini bukan sekadar kreativitas siswa, tetapi juga solusi nyata terhadap persoalan lingkungan.
“Ini bukti bahwa madrasah mampu melahirkan inovasi yang relevan. Limbah yang sering dianggap tidak berguna justru bisa diolah menjadi produk bernilai ekonomi,” ujarnya.

Apresiasi juga datang dari Kepala Kemenag Kabupaten Subang, Badruzaman. Ia menegaskan capaian tersebut mencerminkan kualitas pendidikan madrasah yang terus berkembang.
“Prestasi ini menunjukkan bahwa madrasah tidak hanya kuat secara akademik, tetapi juga unggul dalam membangun karakter inovatif,” katanya.

Pemberian hadiah dari bank sponsor BJB prov Jawa Barat. (Foto: Humas MTsN1 Sb)

Produk SANATSU ini dirintis oleh tiga siswa, Windi Rahma Ayu, Ajeng Naura Istiqomah, dan Queeni Alimah, dengan bimbingan guru pendamping Yeyet Rosmiati. Inovasi ini bahkan telah mengantongi Hak Kekayaan Intelektual (HAKI), memperkuat nilai dan keberlanjutannya.

Selain itu, dukungan pemerintah daerah terus mengalir. Sekretaris BP4D Subang, Saanah Yulia, memastikan pihaknya siap memfasilitasi pengembangan inovasi serupa agar berdampak lebih luas bagi masyarakat.

Produk inovasi "Sanatsu" Sabun Nanas Tsanawiyah satu /Foto: Humas MTsN1 Sb

Dari kulit nanas yang kerap terbuang, lahir karya bernilai dan berdaya saing. Pesannya jelas: inovasi tidak selalu butuh sesuatu yang besar yang penting keberanian mencoba dan konsistensi mengembangkan. Madrasah sudah membuktikan, tinggal siapa yang mau menyusul. (Polin-Mia R)

Berita terkait

Program Polisi Mengajar" Pelajar SMA Kristen Saumlaki Dibekali Literasi Hukum dan Pencegahan Bullying

Program Polisi Mengajar" Pelajar SMA Kristen Saumlaki Dibekali Literasi Hukum dan Pencegahan Bullying

Saumlaki-Spektroom : Program unggulan Kapolda Maluku bertajuk “Polisi Mengajar” terus diperluas hingga wilayah kepulauan terluar. Kali ini, jajaran Polres Kepulauan Tanimbar menyasar pelajar di SMA Kristen Saumlaki, Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Rabu (20/5/2026), guna memperkuat kesadaran hukum, membangun karakter generasi muda, serta mencegah kenakalan remaja dan tindak kriminal di lingkungan

Eva Moenandar, Rafles
Rembuk Otonomi Daerah, Bupati Gowa Dorong Harmonisasi Kebijakan, Infrastruktur Hingga Isu Strategis Daerah

Rembuk Otonomi Daerah, Bupati Gowa Dorong Harmonisasi Kebijakan, Infrastruktur Hingga Isu Strategis Daerah

Gowa-Spektroom : Bupati Gowa, Sitti Husniah Talenrang mengikuti Rembuk dan Bincang-Bincang Otonomi Daerah Antar Kepala Daerah dan Kementerian Dalam Negeri (REBOAN) secara virtual di Peace Room Kantor Bupati Gowa, Rabu (20/5/2026). Dalam rembuk yang diikuti sejumlah kepala daerah tersebut, Bupati Gowa menyampaikan berbagai kondisi dan persoalan strategis yang dihadapi

Nur Jalil Sultan, Rafles