Sambut Imlek 2026, Lampion Mulai Terpasang di Kawasan Pasar Gede Solo
Spektroom – Hiasan lampion yang didominasi warna merah, mulai terpasang di kawasan Pasar Gede Solo Jawa Tengah menyambut tahun baru Imlek 2026. Meski belum sepenuhnya menghiasi kawasan pecinan Kota Solo, namun tanda-tanda kesemarakan Imlek yang jatuh pada bulan Februari, sudah terasa.
Pengamatan Spektroom di lokasi menunjukan nuansa merah menghias sisi kanan dan kiri jembatan dari arah Balaikota ke kawasan pasar Gede. Selain itu hiasan lampion warna warni, ada merah, kuning dan hijau, sudah terpasang diatas jalan raya sisi selatan Pasar Gede atau didepan deretan pertokoan.
Hiasan yang dekoratif ini, rupanya makin melengkapi kesemarakan kawasan yang kini menjadi Ikon Kota Solo khususnya dalam menyambut Hari Raya keagamaan. Pasalnya berbagai pernik hiasan Natal di kawasan itu masih terpasang, sehingga semarak bernuansa keberagaman dan nuansa toleransi di Kota Solo makin terasa.
“Suasananya tambah semarak ya, kami jalan pagi, bisa mampir foto-foto disini. Ada hiasan natal tapi juga nuansa merah lampion ini menambah suasana makin indah,” ungkap Nia, warga kota Solo yang sedang menikmati jalan pagi bersama temannya, kepada Spektroom, Selasa (13/01/2026).

Tidak hanya warga Solo yang menikmati kesemarakan di kawasan jantung kota bengawan ini, namun para wisatawan atau pengunjung Pasar Gede Solo dari luar kota juga ikut merasakannya.
“Kebetulan mampir ke Pasar Gede Solo, nyari oleh-oleh sambil kulineran, jadi foto-fotonya tidak hanya di pasar namun juga di kawasan ini yang sudah semarak dengan hiasan lampion. Wah rupanya mau menyambut Imlek,” ucap Rita, salah satu rombongan wisatawan dari Purwokerto.
Sebagaimana tahun-tahun sebelumnya, ribuan lampion selalu menghiasi kawasan Pasar Gede Solo setiap menyambut tahun baru Imlek. Bahkan pada malam hari, lampion itu menyala, sehingga membuat suasana makin semarak. Tidak mengherankan, kawasan itu selalau ramai dan terjadi kepadatan arus lalu lintas.
Beberapa titik yang menjadi Lokasi pemasangan Pernik-pernik Imlek, mulai dari Bundaran Gladag, Koridor Jenderal Sudirman arah Balaikota, hingga halaman depan Balai Kota Solo serta area Pasar Gede.
Pemasangan ini merupakan tradisi, lengkap dengan berbagai ornamen symbol Imlek seperti 12 shio, dewa-dewi, hingga lampion maskot tahunan.
Tidak mengherankan kesemarakan itu juga telah menjadi Ikon Kota Solo. Tradisi kesemarakan yang berlangsung sejak lama itu juga bertujuan menarik menarik wisatawan, serta menjadi simbol keberagaman dan toleransi. (Ciptati Handayani)