Sampai Minggu Kedua Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) di Kota Ternate Masih Ada Yang Menolak

Sampai Minggu Kedua Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) di Kota Ternate Masih Ada Yang Menolak
Kegiatan Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) pada Sekolah di Kota Ternate (Foto: Dinkes Koter)

Ternate-Spektroom : Pelaksanaan kegiatan Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) tahun 2026 merupakan salah satu upaya memberikan perlindungan kepada anak usia sekolah melalui imunisasi lanjutan sesuai dengan ketentuan program imunisasi nasional.

Kegiatan Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) tahun 2026 di wilayah kerja Dinas Kesehatan Kota Ternate sampai minggu kedua tanggal 11 Agustus 2026, mencapai sasaran jumlag sekolah sebanyak 133 SD/MI sederajat.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Ternate dr. Fathiyah Suma kepada Spektroom mengatakan bahwa, jumlah sekolah yang sudah melaksanakan BIAS sebanyak 55 SD/MI sederajat yang tersebar di seluruh wilayah kerja Puskesmas, Puskesmas Hiri yang memiliki 4 SD sudah 100 persen melaksanakan BIAS yang berlansung sejak tanggak 3 - 6 Agustus 2026 dengan capaian imunisasi Campak kelas 1 sebesar 92 persen dan Imunisasi HPV kelaw 5 sebanyak 81 persen.

Untuk Puskesmas Mayau Pulau Barang Dua dengan jumlah sekolah sebanyak 6 SD sudah 100 persen melaksanakan BIAS dari tanggal 3 - 11 Agustus dengan capaian Campak kelas 1 sebanyak 68 persen dan HPV kelas 5 sebanyak 95 persen. "Untuk kegiatan BIAS di Puskesmas di Pulau Hiri dan Mayau Pulau Batang Dua, sudah dilakukan mencapai 100 persen," ujar dr. Fathiyah, Selasa (11/8/2026).

Secara total untuk sasaran yang telah mendapatkan imunisasi kata dr. Fathiyah Campak kelas 1 sebanyak 876 siswa atau 23 persen, HPV kelas 5 sebanyak 483 siswi atau 26 persen.

Sementara jumlah Puskesmas yang telah melaksanakan BIAS sebanyak 9 Puskesmas, sedangkan Puskesmas Jambula dan Puskesmas Sulamadaha akan mulai melaksanakan kegiatan BIAS pada tanggal 19 Agustus 2026 nanti.

Dengan capaian tersebut menunjukkan adanya dukungan dan partisipasi yang cukup baik dari pihak sekolah, guru dan peran serta orangtua dalam pelaksanaan BIAS di Kota Ternate.

Menurut Kadis Kesehatan Kota Ternate, dalam pelaksanaan BIAS, masih ditemukan beberapa kendala, diantaranya masih terdapat siswa yang tidak hadir pada saat pelaksanaan imunisasi karena sakit, izin atau alasan lainnya.

Persetujuan orang tua belum seluruhnya diperoleh, hal ini dapat dilihat dari persentase siswa yang menolak mendapatkan imunisasi baik campak maupun HPV sebanyak 11,9 persen dari total 55 sekolah yang sudah melaksanakan BIAS.

Pelaksanaan BIAS masih berlangsung selama bulan Agustus untuk seluruh sekolah SD/MI sederajat. Dinas Kesehatan berharap cakupan BIAS bisa meningkat agar kekebalan kelompok bisa terbentuk.

Dalam hal ini kami juga berupaya meningkatkan edukasi dan sosialisasi kepada orangtua mengenai manfaat dan keamanan imunsiasi, kata Kadis.

Diharapkan melalui kerja sama lintas sektor dan dukungan seluruh pihak, sehingga semakin banyak anak usia sekolah mendapatkan perlindungan dari penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi.

Berita terkait

Dari Benih Ikan ke Ketahanan Pangan, Tangkiling Disiapkan Jadi Penggerak Perikanan Palangka Raya

Dari Benih Ikan ke Ketahanan Pangan, Tangkiling Disiapkan Jadi Penggerak Perikanan Palangka Raya

Palangka Raya-Spektroom : Di tengah kebutuhan masyarakat terhadap ikan sebagai sumber pangan dan mata pencaharian pembudidaya, kawasan Tangkiling menyimpan peluang yang tidak kecil. Bukan hanya soal kolam dan produksi benih, tetapi bagaimana perikanan air tawar dapat tumbuh menjadi sumber pangan sekaligus penggerak ekonomi warga. Potensi itulah yang kini hendak diperkuat Pemerintah

Polin, Rafles
Dekranasda Maluku Pamerkan Kekayaan Seni, Budaya dan Produk UMKM di Jakarta

Dekranasda Maluku Pamerkan Kekayaan Seni, Budaya dan Produk UMKM di Jakarta

Ambon-Spektroom : Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Maluku di bawah kepemimpinan Ketua Dekranasda, Maya Beby Lewerissa, turut mengambil bagian dalam ajang Discover Nusantara 2026 yang digelar di Hotel Borobudur Jakarta. Keikutsertaan ini menjadi bagian dari upaya memperkenalkan kekayaan seni, budaya, kerajinan, kuliner, serta potensi ekonomi kreatif Maluku kepada masyarakat nasional

Polin, Pelinus Latuheru