Trending

Sanksi Buang Sampah Sembarangan, Perwali Segera Disahkan

Sanksi Buang Sampah Sembarangan, Perwali Segera Disahkan
Program Wali Kota dan Wakil Wali Kota “Jumpa Rakyat” di Ruang Terbuka Publik Wainitu, Jumat (20/02/2026).(Foto : Pemkot Ambon).

Spektroom - Lingkungan Hidup dan Persampahan (DLHP) Kota Ambon, Apries Gaspersz, menegaskan bahwa persoalan sampah di lingkungan warga tidak bisa hanya dibebankan kepada pemerintah.

Peran RT, RW, lurah, raja hingga kepala desa disebut menjadi kunci untuk mengatur dan memastikan warga tertib membuang sampah.

Pernyataan itu disampaikan Apries saat program Wali Kota dan Wakil Wali Kota “Jumpa Rakyat” di Ruang Terbuka Publik Wainitu, Jumat (20/02/2026).

Menurutnya, berbagai sosialisasi telah dilakukan pemerintah, termasuk pemasangan papan pengumuman dan imbauan di sejumlah titik.

Namun, pelanggaran masih terjadi dengan alasan sepele, mulai dari ukuran tulisan dianggap terlalu kecil hingga minimnya kepedulian.

“Solusi utama bukan sekadar pasang jaring di sungai atau papan larangan. Solusinya adalah kesadaran masyarakat untuk tidak membuang sampah di sungai, selokan, drainase, maupun di waktu yang tidak ditentukan,” tegasnya.

Apries menambahkan, aturan daerah sudah jelas melarang pembuangan sampah sembarangan. Bahkan, Majelis Ulama Indonesia (MUI) telah mengeluarkan fatwa haram membuang sampah tidak pada tempat dan waktunya, termasuk ke sungai dan saluran air.

Namun untuk penindakan langsung, Pemkot Ambon masih menunggu Peraturan Wali Kota (Perwali) yang akan segera ditandatangani. Setelah aturan itu berlaku, DLHP memastikan sanksi tegas akan diterapkan kepada pelanggar.

“Kalau Perwali sudah keluar dan ditandatangani, mohon maaf, siapa pun yang buang sampah tidak pada tempatnya akan ditindak,” ujarnya.

Apries juga menekankan bahwa pemasangan jaring sampah di tiga sungai di Kota Ambon bukanlah solusi permanen. Langkah tersebut hanya upaya sementara untuk menahan timbunan sampah agar tidak menyumbat aliran air dan memicu banjir.

Untuk itu dia mengajak seluruh elemen masyarakat, termasuk perangkat lingkungan, untuk aktif mengawasi dan mengedukasi warga agar disiplin membuang sampah sesuai jadwal dan lokasi yang telah disediakan.

Dengan Perwali yang segera terbit, Pemkot Ambon berharap pengelolaan sampah menjadi lebih tertib dan partisipasi masyarakat meningkat, sehingga persoalan sampah tidak di. Permasalahkan kembali (.EM)

Berita terkait

Perkuat Program M4CR, Pemprov Riau Terima Kunjungan Kementerian Kehutanan RI

Perkuat Program M4CR, Pemprov Riau Terima Kunjungan Kementerian Kehutanan RI

Pekanbaru-Spektroom : Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau menggelar pertemuan dan silaturahmi bersama Kementerian Kehutanan (Kemenhut) Republik Indonesia, Jumat (30/10/2026). Pertemuan yang membahas program Mangroves for Coastal Resilience (M4CR) tersebut dipimpin oleh PPIU Manager M4CR Riau, Muhammad Arif Fahrurrozi dan disambut hangat oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Riau, Syahrial Abdi di

Salman Nurmin, Rafles
Bukan Sekedar Mengobati, Plt Gubernur Riau Minta Tenaga Kesehatan Layani Pasien Dengan Hati

Bukan Sekedar Mengobati, Plt Gubernur Riau Minta Tenaga Kesehatan Layani Pasien Dengan Hati

Pekanbaru-Spektroom : Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau SF Hariyanto menekankan pentingnya pelayanan kesehatan yang ramah, tulus, dan penuh kepedulian kepada seluruh pegawai RSUD Arifin Achmad Provinsi Riau, khususnya 92 pegawai Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) yang baru menerima Surat Keputusan (SK) pengangkatan. Menurutnya, pelayanan kesehatan yang berkualitas tidak hanya ditentukan

Salman Nurmin, Rafles
Wali Kota Tak Ingin Ambon Cuma Bangga Jadi Kota Musik, Pendidikan Musik Dibidik Masuk Semua Sekolah

Wali Kota Tak Ingin Ambon Cuma Bangga Jadi Kota Musik, Pendidikan Musik Dibidik Masuk Semua Sekolah

Ambon–Spektroom : Predikat Ambon sebagai UNESCO City of Music tidak boleh berhenti sebatas pengakuan dunia dan kemeriahan festival. Wali Kota Ambon, Bodewin Wattimena, ingin memastikan identitas musik kota ini tetap hidup melalui lahirnya generasi musisi baru dari bangku sekolah. Salah satu langkah yang disiapkan adalah memperluas pendidikan musik ke seluruh

Eva Moenandar, Pelinus Latuheru