Satu Hati RSD Kalisat Bersama Laskar Sholawat Nusantara (LSN) Dan Srikandi Jember
Jember-Spektroom : Rumah Sakit Daerah Kalisat menggelar Sinergi Antar Tingkatan untuk Harmonisasi Tindakan Integratif (“SATU HATI”), di Aula RSD Kalisat, pada Jumat (27/02/2026).
Acara dimulai pukul 08.30 WIB dihadiri oleh Seluruh Pejabat Struktural, Kepala Instalasi Rawat Jalan, Kepala Instalasi Rawat Inap, Ketua Komite Mutu, unsur lintas sektor seperti Laskar Sholawat Nusantara (LSN) dan Srikandi Kabupaten Jember, serta perwakilan Kecamatan di wilayah timur Kabupaten Jember.
Kegiatan diawali dengan pembukaan, safety briefing, menyanyikan lagu indonesia raya, pembacaan ayat suci Al-Qur'an, pembacaan doa, sambutan-sambutan, diskusi dan aspirasi, serta ditutup dengan sholawat bersama dan foto bersama. RSD Kalisat berupaya memperkuat koordinasi sistem rujukan pelayanan kesehatan di wilayah timur Kabupaten Jember. Direktur RSD Kalisat, dr. Nurullah Hidajahningtyas, MM menyampaikan bahwa kegiatan Satu Hati merupakan wujud kolaborasi dalam mendukung program Bupati Jember, Muhammad Fawait. Fokus utama menurunkan angka kematian ibu (AKI), angka kematian bayi (AKB), serta menyukseskan Universal Health Coverage (UHC) prioritas dan menggerakkan 1.200 nakes. Jumat (27/02/2026)
“RSD Kalisat sendiri melayani rujukan dari sejumlah kecamatan di wilayah timur Jember, seperti kecamatan Kalisat, Silo, Sukowono, Ledokombo, Sumberjambe, Mayang, Pakusari, hingga sebagian wilayah Umbulsari, Jelbuk, dan Arjasa,” jelasnya. Disebutkan, kolaborasi lintas sektor dalam memperkuat layanan kesehatan masyarakat agar tidak ada lagi miskomunikasi antar fasilitas kesehatan sehingga pelayanan rujukan berjalan lebih efektif dan pasien tidak mengalami keterlambatan penanganan. Dalam meningkatkan pelayanan, RSD Kalisat berupaya memanfaatkan penggunaan media sosial untuk meningkatkan komunikasi dan hubungan dengan pasien, edukasi kesehatan masyarakat secara cepat, serta penguatan citra (branding). “RSD Kalisat juga mendukung program pemerintah daerah untuk penurunan Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB) melalui peningkatan kualitas pelayanan, penguatan jejaring rujukan terutama wilayah timur Kabupaten Jember dan penguatan pelayanan PONEK (Pelayanan Obstetri Neonatal Emergensi Komprehensif) 24 jam,” pungkasnya. (Budi S)