Sawahlunto Perkuat Langkah Menuju UNESCO Global Geopark, Wali Kota Riyanda Putra Bahas Rekomendasi Tim Verifikasi Nasional
Sawahlunto–Spektroom : Pemerintah Kota Sawahlunto terus mematangkan persiapan menuju pengakuan UNESCO Global Geopark (UGGp). Upaya tersebut ditunjukkan melalui pertemuan antara Wali Kota Sawahlunto Riyanda Putra dan Tim Verifikasi Geopark Nasional (TVGN) yang berlangsung di Sawahlunto, Selasa (23/6/2026).
Pertemuan yang digelar usai jamuan makan malam itu menjadi forum strategis untuk membahas berbagai rekomendasi dan masukan dari tim verifikator terkait penguatan Geopark Sawahlunto. Diskusi berlangsung dalam suasana konstruktif dengan fokus pada peningkatan kualitas pengelolaan kawasan geopark agar memenuhi standar internasional yang ditetapkan UNESCO.
Dalam pertemuan tersebut, Tim Verifikasi Geopark Nasional memberikan sejumlah catatan dan evaluasi mengenai berbagai aspek yang masih perlu diperkuat. Beberapa di antaranya meliputi tata kelola kawasan geopark, penguatan fungsi edukasi, pelestarian warisan geologi dan budaya, serta peningkatan partisipasi masyarakat dalam pengembangan kawasan.
Wali Kota Sawahlunto Riyanda Putra menegaskan bahwa masukan dari Tim Verifikasi Geopark Nasional menjadi referensi penting bagi pemerintah daerah dalam menyempurnakan berbagai program dan strategi yang telah disusun.
“Rekomendasi dari Tim Verifikasi Geopark Nasional sangat berharga bagi kami. Ini menjadi bahan evaluasi sekaligus panduan dalam memperkuat berbagai aspek yang diperlukan untuk mendukung Geopark Sawahlunto menuju UNESCO Global Geopark,” ujar Riyanda.
Menurutnya, proses menuju pengakuan UNESCO tidak hanya bertumpu pada keberadaan situs-situs geologi yang memiliki nilai ilmiah tinggi, tetapi juga menuntut kemampuan daerah dalam mengintegrasikan aspek konservasi, pendidikan, pelestarian budaya, serta pemberdayaan ekonomi masyarakat secara berkelanjutan.
Riyanda menjelaskan bahwa Pemerintah Kota Sawahlunto saat ini terus mengawal berbagai tahapan persiapan melalui koordinasi intensif dengan pemerintah pusat, Pemerintah Provinsi Sumatera Barat, akademisi, komunitas, pelaku pariwisata, dan masyarakat.
Pendekatan kolaboratif tersebut dinilai menjadi faktor penting dalam pengembangan geopark. Pasalnya, keberhasilan sebuah geopark tidak hanya diukur dari kualitas dan keunikan situs geologi yang dimiliki, tetapi juga dari efektivitas tata kelola kawasan serta manfaat nyata yang dirasakan masyarakat di sekitarnya.
“Geopark harus mampu menjadi instrumen pelestarian warisan bumi sekaligus memberikan dampak ekonomi dan sosial bagi masyarakat. Karena itu, keterlibatan seluruh pemangku kepentingan menjadi sangat penting,” katanya.
Geopark Sawahlunto memiliki potensi besar karena memadukan kekayaan geologi dengan warisan sejarah pertambangan yang telah diakui dunia melalui status Warisan Dunia UNESCO Ombilin Coal Mining Heritage of Sawahlunto. Potensi tersebut menjadi modal kuat dalam pengembangan kawasan berbasis konservasi dan pariwisata berkelanjutan.
Melalui proses verifikasi dan pendampingan yang dilakukan Tim Verifikasi Geopark Nasional, Pemerintah Kota Sawahlunto berharap berbagai rekomendasi yang diberikan dapat segera ditindaklanjuti secara bertahap dan terukur.
Langkah tersebut diharapkan mampu memperkuat kesiapan Geopark Sawahlunto dalam proses menuju pengakuan sebagai UNESCO Global Geopark, sekaligus mendorong pertumbuhan sektor pariwisata, pelestarian warisan geologi dan budaya, serta peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui pengembangan ekonomi lokal yang berkelanjutan.
Dengan dukungan berbagai pihak dan komitmen pemerintah daerah, Sawahlunto optimistis dapat memenuhi standar yang dipersyaratkan UNESCO dan memperkuat posisinya sebagai salah satu destinasi geopark unggulan di Indonesia maupun dunia. (Ris1)