Angin Kencang Masih Terjadi Pada Sejumlah Wilayah Maluku Utara, BMKG Keluarkan Peringatan Dini
Ternate-Spektroom : BMKG Stasiun Meteorologi Kelas I Sultan Baabullah Ternate mengeluarkan peringatan dini cuaca terkait potensi peningkatan curah hujan di wilayah Provinsi Maluku Utara. Peringatan dini yang dirilis Kamis (1/10/2026) berlaku untuk seminggu kedepan periode 1 - 7 Oktober 2026.
Kepala BMKG Stasiun Meteorologi Kelas I Sultan Baabullah Ternate Desindra Deddy Kurniawan melalui Forecaster On Duty Justia P. D. Galensong dalam releasenya mengatakan, kondisi dinamika atmosfer pada periode ini tidak berpengaruh signifikan di wilayah Maluku Utara, adanya pola belokan angin, dan pengaruh lokal serta anomali suhu muka laut yang aktif dalam penambahan massa uap air disekitar laut Maluku yang berpotensi mendukung pembentukan awan di sekitar wilayah Maluku Utara disertai dengan angin kencang.
“Secara umum, cuaca di Maluku Utara selama periode tersebut diprakirakan cerah berawan di seluruh wilayah Maluku Utara,” ujar Justia.
BMKG juga mengingatkan waspada terjadinya dampak turunan dari fenomena meteorologi seperti Angin Kencang, serta meningkatkan kewaspadaan masyarakat terhadap bencana kekeringan serta kebakaran hutan dan lahan.
Prakiraan cuaca di Maluku Utara secara rinci adalah sebagai berikut : 1 – 2 Oktober 2026 Secara umum kondisi cuaca Cerah Berawan dengan potensi angin kencang diprakirakan terjadi di wilayah Kabupaten Pulau Morotai, Halmahera Utara, Halmahera Barat, Kota Ternate, Kota Tidore Kepulauan, Halmahera Timur, Halmahera Tengah, Halmahera Selatan, Kepulauan Sula, Pulau Taliabu dan sekitarnya.
3 - 4 Oktober 2026 Secara umum kondisi cuaca Cerah Berawan dengan potensi angin kencang diprakirakan terjadi di wilayah Kabupaten Pulau Morotai, Halmahera Utara, Halmahera Barat, Kota Ternate, Kota Tidore Kepulauan, Halmahera Timur, Halmahera Tengah, Halmahera Selatan, Kepulauan Sula, Pulau Taliabu dan sekitarnya.
5 - 7 Oktober 2026 Secara umum kondisi cuaca Cerah Berawan dengan potensi angin kencang diprakirakan terjadi di wilayah Kabupaten Pulau Morotai, Halmahera Utara, Halmahera Barat, Kota Ternate, Kota Tidore Kepulauan, Halmahera Timur, Halmahera Tengah, Halmahera Selatan, Kepulauan Sula, Pulau Taliabu dan sekitarnya.
Pemerintah dan masyarakat dihimbau untuk memastikan kesiapan infrastruktur dan fasilitas umum guna mengantisipasi dampak angin kencang serta dampak kekeringan akibat berkurangnya curah hujan, seperti melakukan pemeriksaan terhadap kondisi pohon-pohon besar, papan reklame, atap bangunan, serta memastikan ketersediaan dan pengelolaan sumber daya air untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama periode curah hujan rendah.
Selain itu, masyarakat dihimbau untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi dampak angin kencang dengan menghindari berteduh di bawah pohon, baliho, maupun bangunan yang rentan roboh saat angin bertiup kencang.
“Masyarakat diharapkan dapat melakukan penghematan penggunaan air, menjaga kebersihan lingkungan, serta tidak melakukan pembakaran lahan maupun sampah secara sembarangan yang dapat memicu terjadinya kebakaran hutan dan lahan pada kondisi cuaca kering,” kata Justia.
Kepada nakhoda maupun motoris serta masyarakat pengguna jasa transportasi laut diminta untuk tingkatkan kewaspadaan dalam berlayar, jika kondisi angin kencang dan kondisi Laut gelombang tinggi jangan memaksakan kehendak untuk berlayar dan menangguhkan keberangkatan demi keselamatan.
Para pemangku kepentingan dan seluruh komponen masyarakat dapat meningkatkan kesiapsiagaan terhadap potensi terjadinya bencana hidrometrologi di wilayah Maluku Utara dan selalu mengikuti informasi resmi dari Stasiun Meteorologi Kelas I Sultan Baabullah Ternate melalui Instagram @bmkg_malut, Facebook Stamet Sultan Babullah Ternate, Whatsapp +62812-4112-8229, Email : stamet.tternate@bmkg.go.id, website : https://cuaca.bmkg.go.id, Aplikasi Playstore/Appstore : Info BMKG dan Call Centre 196.