Trending

Sekda Maluku Buka Pelatihan Dasar CPNS

Sekda Maluku Buka Pelatihan Dasar CPNS
Sekretaris Daerah Provinsi Maluku, Ir. Sadali Ie, M.Si., IPU., membuka Pelatihan Dasar (Latsar) Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Maluku.

Ambon - Spektroom : Sekretaris Daerah Provinsi Maluku, Ir. Sadali Ie, M.Si., IPU., membuka Pelatihan Dasar (Latsar) Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Golongan III dan II Lingkup Pemerintah Kabupaten Kepulauan Aru, Kabupaten Buru Selatan, dan Kota Tual Tahun 2026.

Sekda Maluku menegaskan Latsar CPNS tidak sekadar menjadi tahapan untuk mengubah status dari CPNS menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN), tetapi merupakan proses strategis dalam membangun karakter dan kualitas sumber daya manusia aparatur.

“Pelatihan ini sangat penting dan tidak boleh dipandang sebelah mata. Latsar merupakan bagian dari upaya membangun sumber daya manusia ASN yang memiliki integritas, profesionalisme, inovasi, tanggung jawab, dan mampu memberikan pelayanan prima kepada masyarakat,” ujar Sadali, di Gedung Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi Maluku, Rabu (26/8/2026).

Seorang ASN harus memahami hakikat keberadaannya sebagai abdi negara sekaligus abdi masyarakat. Orientasi utama ASN haruslah memberikan pelayanan terbaik, bukan mengutamakan kepentingan pribadi maupun kelompok.

Peserta agar menjadikan integritas, kejujuran dan tanggung jawab sebagai fondasi utama dalam menjalankan tugas pemerintahan. Ia optimistis para peserta Latsar saat ini merupakan calon-calon pemimpin birokrasi Maluku di masa mendatang.

Sekda menjelaskan Latsar memiliki sejumlah tujuan penting, di antaranya membentuk karakter ASN yang unggul, disiplin, jujur dan berintegritas sehingga mampu menjadi teladan di tengah masyarakat.

CPNS juga didorong untuk terus meningkatkan kompetensi dengan memahami tugas pokok dan fungsi pada unit kerja masing-masing serta memperkaya pengetahuan melalui berbagai literasi dan regulasi yang berkaitan dengan pelaksanaan tugas.

Ketika sudah ditempatkan di suatu perangkat daerah, pelajari tugas pokok dan fungsi dengan baik. Pahami regulasi yang berkaitan dengan tugas tersebut, termasuk Undang-Undang tentang Pemerintahan Daerah dan Undang-Undang Aparatur Sipil Negara, sehingga memahami posisi, hak dan kewajiban sebagai ASN.

Pendidikan formal yang telah ditempuh belum cukup untuk menjawab seluruh tantangan dalam pelaksanaan tugas pemerintahan. Karena itu, Latsar menjadi momentum untuk memperkuat kompetensi sekaligus membangun kemampuan adaptasi terhadap dinamika birokrasi.

Kompetensi yang diperoleh di bangku pendidikan belum tentu cukup untuk melaksanakan seluruh tugas yang dipercayakan. Pelatihan ini penting untuk membentuk ASN yang memiliki kompetensi mumpuni dan mampu memberikan pelayanan kepada masyarakat secara maksimal.

Peserta menjadi agen perubahan di lingkungan pemerintahan. Perkembangan teknologi dan transformasi digital yang berlangsung cepat, menuntut ASN untuk mampu beradaptasi dan tidak bekerja dengan pola-pola lama.

“Kita tidak boleh bekerja dengan sesuatu yang biasa-biasa saja. Ke depan kita dituntut melakukan tindakan-tindakan yang luar biasa. Teknologi berkembang sangat pesat, sehingga ASN harus mampu mengikuti perkembangan dan memanfaatkan teknologi digital dalam pelaksanaan tugas,” tuturnya.

Penting membangun kerja sama dan menghilangkan ego sektoral di antara peserta yang berasal dari berbagai daerah. Tidak ada lagi ego sektoral. Mau dari Buru Selatan, Kepulauan Aru, Kota Tual atau daerah lainnya, semuanya adalah ASN, harus saling menghargai, saling bertanya, saling mengisi dan bekerja sama. Ia juga mengingatkan peserta untuk menghargai seluruh rekan kerja, baik yang memiliki latar belakang pendidikan berbeda maupun yang lebih senior secara masa kerja.

Di akhir sambutan, Sadali meminta seluruh peserta mengikuti pelatihan dengan sungguh-sungguh, disiplin, aktif berdiskusi dan tidak ragu bertanya kepada para narasumber. Peserta sebagai orang-orang yang beruntung karena telah melewati proses seleksi CPNS yang ketat di tengah persaingan yang tinggi dan berharap seluruh peserta dapat mengikuti Latsar dengan baik hingga dinyatakan lulus. (Eva Moenandar/ Diskominfo Maluku).

Berita terkait

Perkuat Program M4CR, Pemprov Riau Terima Kunjungan Kementerian Kehutanan RI

Perkuat Program M4CR, Pemprov Riau Terima Kunjungan Kementerian Kehutanan RI

Pekanbaru-Spektroom : Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau menggelar pertemuan dan silaturahmi bersama Kementerian Kehutanan (Kemenhut) Republik Indonesia, Jumat (30/10/2026). Pertemuan yang membahas program Mangroves for Coastal Resilience (M4CR) tersebut dipimpin oleh PPIU Manager M4CR Riau, Muhammad Arif Fahrurrozi dan disambut hangat oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Riau, Syahrial Abdi di

Salman Nurmin, Rafles
Bukan Sekedar Mengobati, Plt Gubernur Riau Minta Tenaga Kesehatan Layani Pasien Dengan Hati

Bukan Sekedar Mengobati, Plt Gubernur Riau Minta Tenaga Kesehatan Layani Pasien Dengan Hati

Pekanbaru-Spektroom : Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau SF Hariyanto menekankan pentingnya pelayanan kesehatan yang ramah, tulus, dan penuh kepedulian kepada seluruh pegawai RSUD Arifin Achmad Provinsi Riau, khususnya 92 pegawai Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) yang baru menerima Surat Keputusan (SK) pengangkatan. Menurutnya, pelayanan kesehatan yang berkualitas tidak hanya ditentukan

Salman Nurmin, Rafles
Wali Kota Tak Ingin Ambon Cuma Bangga Jadi Kota Musik, Pendidikan Musik Dibidik Masuk Semua Sekolah

Wali Kota Tak Ingin Ambon Cuma Bangga Jadi Kota Musik, Pendidikan Musik Dibidik Masuk Semua Sekolah

Ambon–Spektroom : Predikat Ambon sebagai UNESCO City of Music tidak boleh berhenti sebatas pengakuan dunia dan kemeriahan festival. Wali Kota Ambon, Bodewin Wattimena, ingin memastikan identitas musik kota ini tetap hidup melalui lahirnya generasi musisi baru dari bangku sekolah. Salah satu langkah yang disiapkan adalah memperluas pendidikan musik ke seluruh

Eva Moenandar, Pelinus Latuheru